Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 42


__ADS_3

Nadia pun melanjutkan ngobrol santainya bersama kak Sarah sambil tiduran di karpet bulu depan televisi tersebut. Alex yg tertidur di samping sarah dan Cintya sedang bermain di lantai bawah bersama pengasuhnya.


"Nad, bokeh kakak tanya sesuatu?


"boleh"


"apa kamu pakai kontrasepsi? tanya Sarah mengagetkan Nadia


"emh enggak... kak"


"iya sebaiknya kamu memang jangan menunda kehamilan Nad, kasihan Daffa. Dia sepertinya ingin segera punya keturunan. Lagian hampir semua teman seprofesinya sudah menikah dan punya anak".


"emh... iya kak" jawab Nadia gugup


Kemudian Mamah Lidya naik ke lantai atas menghampiri Nadia.


" Sayang mamah pamit pulang dulu ya"


"Mamah emangnya gak nginep disini"


"Nggak sayang lain kali saja ya, nanti mamah akan sering² ke sini ya".


"Iya mah, terimakasih untuk hari ini .Maafin Nadia sudah merepotkan semuanya.


"gak apa² sayang, mamah sama sekali tidak merasa di repotkan."


Nadia pun bangkit memeluk mamah.


"Kamu baik² disini ya, jadi istri yg baik buat Daffa, dan kalau Daffa melakukan kesalahan jangan lupa bilang sama mamah ya"


"iya mah"


Kemudian Mamah papah dan Radit pulang dari rumah Nadia.

__ADS_1


Daffa naik ke lantai atas lalu masuk ke dalam kamarnya.


"Nad itu suami kamu udah masuk ke kamar, kamu susul gih ucap kakSarah"


"Gak apa², kak paling dia mau mandi.


"kamu itu harus mengurus suami kamu dari pakaian nya ,makan nya, ya walau ada art juga,,, yg ngurus suami kita, ya harus kita sendiri. ART hanya bantu² masalah pekerjaan rumah saja.


"iya kak, terus kakak giman disini sendirian"


"gak Papa Nad"


"ya udah aku ke kamar dulu ya kak"


Nadia pun pergi ke kamar menyusul Daffa.


Terlihat Daffa sedang duduk di sofa menatap laptop yg ada di pangkuan nya.


"Aku nggak lelah...Mii" itu tugas seorang suami membahagiakan istrinya" Daffa menyimpan laptopnya di meja kemudian merangkul Nadia ke dalam pelukannya.


"Aku mau mandi dulu ya sebentar lagi magrib, kita sholat berjamaah ya"


"iya ..pii"


Nadia pun menyiapkan pakaian yang akan di pakai Daffa. lalu Nadia keluar kamar menuju lantai bawah.


"Nad, kak Sarah pamit dulu ya kak Vano udah jemput tuh".


"Kok gak nginep disini aja sih kak"


"gak ah takut ganggu kalian" ucap Vano cengengesan


"Apaan sih ka " ucap Nadia memukul lengan kakaknya.

__ADS_1


"Ayah sama Bunda nginep disini ya" ucap Nadia


"Gak usah Nak, biar Ayah sama Bunda tidur di rumah Vano" ucap Ayah


"Gak boleh pokoknya malam ini kalian harus tidur di rumah aku"


"Ya sudah Yah... kita nurut saja biar malam ini kita nginep disini" ujar Bunda


Setelah kepulangan Vano dan istrinya, Ayah,Bunda ,Daffa dan Nadia melaksanakan sholat magrib berjamaah di mushola yg ada di rumah Nadia. Setelah tadarusan, mereka melanjutkan sholat isya berjamaah dengan Ayah yg jadi imamnya.


Usai beribadah mereka makan malam bersama. Setelah makan malam, Ayah dan Daffa melanjutkan berbicang di ruang keluarga sementara Bunda dan Nadia, membereskan piring kotor karena di rumah ini blm ada Art. Sedangkan Art yg tadi bantu² disini ialah Art yg ada di rumah Mertua nya Nadia. Itu pun sudah pulang semuanya.


"Nak, Apa kamu bahagia?" tanya Bunda tanpa basa - basi


"Nadia bahagia bun... Bunda bisa melihatnya bagaimana Kak Daffa memperlakukan Nadia"


"Apa kamu sudah melaksanakan kewajiban mu sebagai istri?"


Nadia tertunduk diam."Bun di rumah mamah semua kebutuhan kita di kerjakan oleh art, jadi Nadia tidak perlu repot² menyiapkannya."


"Bukan itu maksud bunda Nak, maksud Bunda apa kamu sudah melakukan kewajiban mu sebagai seorang istri seutuhnya? Apa kamu dan Daffa sudah melakukan hubungan suami istri?


Nadia menggelengkan kepalanya. "Nadia dan kak Daffa belum melakukan itu Bund... Nadia takut, Nadia belum siap"


"Ya Allah... Nad apa kamu tau kalau menolak suami itu dosa? "


"Iya bun, tapi Kak Daffa orangnya baik, dia gak mau memaksa Nadia. Kak Daffa mau menunggu Nadia sampai Nadia benar² siap"


"Terus mau sampai kapan?" kamu lihat Daffa, dia terlihat sangat mencintai mu, semua keinginan mu ia penuhi, bahkan yg kamu tidak inginkan pun dia memberikannya untukmu. Tapi kamu sama sekali belum pernah memberikan hak nya Daffa sama sekali"


" iya Bun ,mulai sekarang Nadia janji akan membuka hati Nadia buat kak Daffa".


"Iya begitu dong sayang, apalagi kalau kalian sudah mempunyai keturunan pasti Daffa dan keluarganya akan sangat bahagia

__ADS_1


__ADS_2