Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 35


__ADS_3

Setelah sarapan berdua di kamarnya Daffa pun pamit berangkat ke kantor,karena Nadia sedang malas untuk berangkat kuliah.


"Mii...Pii berangkat dulu ya, ada mamah kok yg akan jagain kamu" ucap Daffa


"Iya Pii, gak usah repot² nyuruh mamah jagain aku, aku baik² aja ini udah mendingan kok"


"Gak papa, mamah seneng kok ngejagain kamu". ucap Daffa mengecup kening Nadia


"Pii, boleh aku mengatakan sesuatu gak?"


"sesuatu apa,Mii?"


"Gimana kalau kita pindah rumah,,, Ya maksud ku biar kita lebih mandiri saja. Gak papa kok walau harus ngontrak di rumah yg kecil juga aku gak papa"


"Memangnya kamu gak betah tinggal disini?"


"Enggak... bukan begitu Pii, aku hanya ingin belajar menjadi istri yg baik buat kamu. Kalau masih tinggal sama orang tua kan, kita selamanya gak akan mandiri."


"Iya nanti akan aku pikirkan,Mii.. aku berangkat dulu ya udah siang ini" Daffa mengecup kening Nadia untuk kesekian kalinya


Diperjalanan Daffa tersenyum sendiri karena memikirkan ucapan Nadia. Karena sudah dari beberapa hari ini kan dirinya sudah mempersiapkan kejutan buat Nadia. Ya dia akan menghadiahkan rumahnya buat Nadia.


Daffa menelpon kedua orang tua Nadia agar besok, rencana nya berhasil. Dan kedua orangtua Nadia sangat senang atas ide dari Daffa.


Sepeninggalan Daffa, Nadia hanya duduk diam di atas tempat tidur memaminkan ponselnya. Dia mengirim pesan kepada kedua temannya di kampus, dia menceritakan semua alasan dia tidak masuk kampus hari ini.


Tak lama kemudian, ada seseorang yg mengetuk pintu kamar Nadia.


"Tok...tok...tok.."


"Siapa?" tanya Nadia


"Ini mamah sayang"


Nadia pun membuka pintu kamarnya. "Masuk mah"


"kamu gak papa sayang, kata Daffa kamu sakit"

__ADS_1


"Gak papa kok mah tadi cuman sakit perut aja, mungkin karena semalam aku makan makanan pedas mah"


"apa perlu kita ke dokter"


"Gak usah mah, aku udah baikan kok"


"Sayang... mamah lupa kalau hari ini ada jadwal arisan, mamah izin keluar dulu sebentar ya"


Kemudian Nadia teringat kejadian dimana waktu mamah meninggalkan nya ke supermarket, Reifan hampir saja merenggut kehormatan nya.


"Mah aku bokeh ikut gak?"


"Kamu kan lagi sakit sayang"


" Nggak kok aku udah sembuh, aku bosan di rumah terus"


"Ya sudah ayo ganti baju dulu"


"iya mah"


Sesampainya di tempat arisan, teman² Lidya menanyakan siapa yg datang bersama Lidya.


"Lid ini siapa... cantik banget" ucap seorang teman Lidya


"Ini menantuku, cantik bukan?" jawab Lidya


"Iya bener cantik banget" ucap teman Lidya yg satunya lagi.


"Terimakasih tante" jawab Nadia


"Kenalin ini menantuku yg paling cantik, namanya Nadia" ucap Lidya


mereka pun saling mengenalkan dirinya masing².


Tidak terasa acara arisan pun telah usai Lidya dan Nadia berpamitan pulang terlebih dahulu


"Kita pamit duluan ya, nanti anak aku pulang nyari istrinya gak ada di rumah" ucap Lidya kepada teman² nya.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, sampai jumpa minggu depan, Jeung"


Lidya dan Nadia pun meninggalkan tempat itu. Mereka tidak langsung pulang ke rumah, tapi Lidya mengajak Nadia untuk belanja keperluan rumah yg sudah habis.


"Sayang kita ke supermarket dulu ya, sepertinya bahan² di dapur sudah mulai habis." Ajak Lidya.


"Iya mah"


Disaat Nadia sedang asyik belanja,tiba² handphone Nadia berbunyi, dan dilihatnya ternyata suaminya yg tlpon"


"Hallo ,Mii kamu dimana kok gak ada di rumah di kamar pun gak ada" tanya Daffa


"Aku lagi di Supermarket Pii, lg belanja sama mamah" jawab Nadia


"Oh masih lama gak?"


"Kurang tau juga sih Pii, soalnya kita baru sampe disini"


"Oh ya udah aku tutup tlpon nya ya Mii, Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam Pii"


Nadia pun menutup tlpon nya dan melanjutkan belanja nya. Setelah selesai belanja mereka membawa belanjaannya ke dalam mobil, tiba² di parkiran terlihat Daffa sedang menunggu nya.


"Pii, sedang apa di sini" tanya Nadia heran


"Lagi jemput kamu"


"kok jemput sih, kan ada Pak Jajang yg jemput"


"Ya sudah kamu pulang bareng Daffa saja, biar mamah pulang bareng Pak Jajang" ucap Mamah.


" Iya mah, Kalau gitu Nadia duluan ya mah"


"Iya sayang, hati². Daffa jangan ngebut² ya" ucap Mamah


"Iya mah".

__ADS_1


__ADS_2