Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 47


__ADS_3

Reifan masih terdiam mendengar ucapan mamahnya. Dia masih merenung, belum juga urusan hatinya dengan Nadia kelar, sudah muncul masalah baru dengan datangnya kabar kehamilan Alya.


"Rei... mungkin benar kata Papah. Kamu harus segera menikahi gadis itu. Semoga dengan segera nya kamu menikah, kamu bisa secepatnya melupakan Nadia."


Reifan hanya mengacak-ngacak rambutnya frustasi.


" Mah.... Apa Mamah tau kalau Radit juga menyukai Nadia?"


"Apa???"


"Iya Radit juga pernah bilang sama aku, kalau dia mencintai Nadia dan bahkan Radit pernah menyatakan perasaan nya sama Nadia. Namun Nadia menolaknya. Sungguh Bang Daffa adalah pria yang sangat beruntung bisa mendapatkan Nadia".


"Jadi ketiga anak mamah...mencintai wanita yg sama?"


Reifan mengangguk


"Ya Allah.... sebenarnya apa rencana Mu? Kenapa Engkau memberikan cobaan ini kepada keluarga kami...Ya Allah..." gumam Lidya mengusap wajahnya.


"Rei...sekarang permintaan mamah cuman 1... besok kita ke rumah Pak Andi, kita lamar Alya dan secepatnya kamu nikahin Alya. Hanya itu jalan satu² nya. Mungkin ini semua sudah menjadi bagian rencana Tuhan. Semoga dengan kamu menikahi gadis itu, kamu bisa melupakan Nadia" ucap Lidya.


"Ya sudah terserah mamah saja... Rei capek...Rei bingung harus ngapain...Rei juga gak bisa berfikir jernih untuk sekarang ini". ucap Reifan berdiri dan berlalu meninggalkan mamahnya.

__ADS_1


###


Lidya mengunjungi rumah Nadia.


"Mamah... kok gak ngasih kabar dulu kalau mau kesini, jadi kan aku bisa siapin makanan buat Mamah". ucap Nadia terkejut saat melihat mertuanya berkunjung tanpa mengasih kabar terlebih dahulu.


"Gak usah repot² sayang, Mamah cuman mau mampir sebentar, ada yg ingin Mamah tanyakan sama kamu" Lidya berbicara berlinang air mata.


"Mamah... sebenarnya ada apa,kenapa Mamah kelihatan sedang bersedih... Ayo masuk dulu Mah kita bicara di dalam." Nadia mengajak mertuanya ke ruang keluarga di lantai atas.


"Nadia ambil minum dulu ya mah"


"Nggak usah" Lidya menarik tangan Nadia yg hendak pergi mengambil air.


"Kok Mamah minta maaf sih, Mamah kan gak ada salah kok sama Nadia"


"Maaf karena Mamah sudah memaksakan kamu menikah dengan Daffa. Mamah tidak tau kalau sebenarnya kamu ada hubungan dengan Reifan" Lidya menggenggam tangan Nadia.


Deg.... jantung Nadia berdetak kencang


"Mamah sudah tau semuanya sayang,, tapi mamah mohon sama kamu... jangan pernah tinggalin Daffa, karena Mamah sangat takut kalau Daffa akan kembali berubah seperti dulu. Mamah sangat senang melihat Daffa yg kembali ceria setelah mengenal kamu. Mamah gak mau kejadian beberapa tahun yang lalu terulang kepada Daffa. Mamah tidak mau Daffa menjadi orang yg sangat dingin dan pendiam. Maafkan Mamah Nak, Mamah sudah egois tidak memikirkan perasaan kamu".

__ADS_1


"Mah... Sebelumnya Nadia juga mau minta maaf sama Mamah karena tidak jujur dari awal. Tapi Mah...Demi Allah Nadia tidak ada niatan akan meninggalkan Kak Daffa. Nadia sudah bisa menerima takdir yang Allah kasih buat Nadia. Nadia yakin Allah sudah memberikan yang terbaik buat Nadia. Nadia juga sekarang yakin kalau Kak Daffa lah jodoh Nadia, ya...walau belum sepenuhnya hati ini buat Kak Daffa, tapi Nadia sudah sangat berusaha menerima Kak Daffa menjadi suami Nadia".


"Mamah tidak usah khawatir, soal perasaan Nadia terhadap Rei. Rasa itu sudah lama pudar Mah"


"Apa kamu yakin?"


"Iya mah,,, Nadia sangat yakin kalau Nadia sudah melupakan Rei. Nadia juga bersyukur karena Kak Daffa memberikan rumah ini kepada Nadia, hingga Nadia tidak usah sering bertemu sama Rei".


"Oh iya Nak... Sebenarnya kedatangan Mamah kesini, cuman mau bilang kalau besok Rei akan melamar seorang Gadis"


"Apa?? Melamar gadis? Memangnya siapa yg mau Rei lamar Mah? Nadia terkejut atas ucapan mertuanya.


"Dia adalah Alya seorang OG di kantor kita. Tapi Mamah dengar dia sudah resign dari kantor, sekarang dia bekerja di sebuah restauran.


"Memangnya Mereka sudah kenal berapa lama, hingga mereka memutuskan segera menikah.


"sebenarnya... gadis itu hamil anak nya Rei" Lidya menangis di pelukan Nadia.


"Appa?" Nadia kaget tidak percaya


"Iya Nak, Rei sudah memperk*s* gadis itu hingga ia hamil"

__ADS_1


"Tapi gak mungkin mah... yg Nadia kenal,Rei tidak seperti orangnya"


"Waktu itu Rei mabuk, dan dia membayangkan kalau gadis itu adalah kamu"


__ADS_2