Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 20


__ADS_3

Nadia pun berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya, dan di tengah perjalanan dia berpapasan dengan Radit yg hendak menuruni tangga.


"Oh jadi ini alasan kamu menolak cinta aku?" tanya Radit sinis.


"Dit, maafkan aku,,, tp aku benar² tidak ada perasaan sama kamu, kita kan baru kenal dit" jawab Nadia.


"Emangnya sudah berapa lama kamu mengenal bang Daffa?"


Nadia pun tertunduk diam tidak menjawab pertanyyan Radit.


"Ya wajarlah kamu memilih bang Daffa karena dia sudah sukses,sudah punya karir, sedangkan aku hanya seorang mahasiswa yg gak ada apa² nya.


"Dit, bukan itu alasan aku menolak kamu, tp ceritanya sungguh rumit, dan aku blm bisa menjelaskan nya sama kamu".


"Sudahlah...wanita semuanya memang sama aja.... MATRE!!!!" ujar Radit


Nadia pun mengangkat kepalanya menatap mata Radit."Terserah apa katamu ya,,, tp aku sama sekali tidak seperti yang kamu bayangkan!!! Dan satu lagi, mulai sekarang aku gak peduli ya apapun yg kamu pikirkan tentang aku!!!" jawab Nadia sambil terus melangkahkan kaki nya meninggalkan Radit yg masih terpatung di tangga.


Nadia pun masuk ke dalam kamar dengan berjalan gontai. Lalu dia duduk di tepi ranjang. Daffa yg sedang duduk di atas sofa sambil mengecek hp nya pun terheran² melihat Nadia yg masuk ke dalam kamar sambil melamun.

__ADS_1


Daffa bangkit dari duduknya dan menghampiri Nadia. Daffa pun duduk di sebelah Nadia dan mengusap lembut puncuk kepala Nadia.


"Ada apa?" tanya Daffa


"Eh kak Daffa sejak kapan ada disini?" tanya Nadia keheranan.


"Kamu ngelamunin apa sih, hingga aku disisi kamu aja kamu sampe gak sadar"


"Maaf kak aku lagi gak fokus"


"Kalau ada apa² cerita dong biar aku bantu masalah kamu"


"Gak kok kak aku gak papa"


"Oh iya kak, ayo kita sarapan. Tadi mamah menyuruhku manggil kakak buat sarapan bareng"


"Ayo" jawab Daffa sambil berdiri dan mengenggam tangan Nadia dan berjalan keluar kamar menuju meja makan


Tidak ada penolakan dari Nadia. Nadia membiarkan Daffa menggengam tangannya sampai ke meja makan.

__ADS_1


Sesampainya di meja makan, semua keluarga sudah berada disana termasuk Radit dan Reifan pun sudah ada di sana.


Reifan memandangi Daffa yg terus memegang tangan Nadia. Cemburu....itu pasti. Hati nya seakan di sayat² melihat kekasih hatinya yg sekarang telah resmi menjadi kakak iparnya.


Daffa dan Nadia pun duduk berdampingan di meja makan tepatnya berada di hadapan Radit dan Reifan.


"Bang kamu mau kemana kok sudah pakai setelan kerja, kamu kan baru menikah kemarin masa kamu udah mau kerja aja" tanya mamah memecah keheningan.


"Aku gak kerja kok mah, aku cuman ada janji sama klien pagi ini yg gak bisa di batalkan, lagian aku meeting nya gak di kantor kok mah, tp di resto". Jawab Daffa


"Oh gitu, kirain kamu mau kerja"


"Nggak kok mah gak lama juga kok mungkin cuman sampai siang aja".


Mereka pun melanjutkan sarapan mereka dengan keheningan. Tidak sengaja Nadia menyibakkan rambutnya ke belakang dan Reifan yg dari tadi curi² pandang terhadap Nadia, terlonjak kaget melihat tanda merah yg ada di leher Nadia.


Reifan mengepalkan tangannya merasakan sakit yg teramat sakit melihat pemandangan itu. Dia pun berdiri dan menyudahi sarapannya.


"Rei kamu kok udahan sarapan nya" tanya mamah.

__ADS_1


"Aku udah kenyang" jawab Reifan sambil berlalu ke kamarnya.


Nadia pun termenung merasa sangat bersalah atas semua yg sudah terjadi.


__ADS_2