
Keeaokan harinya, Nadia pulang ke Bandung dengan di antar kakak nya. Di dalam perjalanan Vano memberikan nasihat kepada Nadia.
"Nad, apa kamu tau kenapa diumurnya sekarang Daffa masih menjomblo?".
Nadia hanya diam tidak menjawab.
"Dulu Daffa mempunyai kekasih dan mereka berpacaran selama hampir 2 tahun, tp kemudian wanita itu mengkhianatinya. Dila dia adalah mantan pacarnya Daffa, dia mengkhianati daffa karena Daffa tidak mau di ajak sesuai keinginan nya. Dilla orang nya suka pergi clubing dan yang lainnya, tp Daffa tidak pernah mau di ajak senang² sama Dilla. Hingga pada suatu hari ketika Daffa hendak meeting di sebuah hotel, dia memergoki Dilla sedang bersama teman pria nya, lalu Daffa membuntuti mereka hingga ke kamar yg mereka pesan, setelah menunggu beberapa saat Daffa menggedor pintu kamar hotel tersebut dan ternyata yang membukakan pintu adalah Dilla yg hanya menggunakan bathrobe dan di susul oleh teman prianya yg setengah telanjang menghampiri Daffa, Pria itu bilang" siapa kamu dan ada perlu apa sampai kamu mengganggu aktifitas kami,"
Dan kamu tau Nad, sejak saat itu Daffa menutup hatinya untuk wanita, dan dia tidak percaya lagi akan cinta.Dia berubah menjadi pria dingin. Tapi semenjak dia melihat kamu, sepertinya hatinya mulai mencair.
sebagai temannya, kakak sangat senang kalau Daffa membuka hatinya lagi, dan kakak yakin dia akan menyayangimu sepenuh hatinya Nad.
"Tapi kak, aku gak cinta sama dia, aku juga baru kenal sama dia, bagaimana aku bisa menjalani rumahtangga yang seperti itu kak?, lagian aku masih muda, dan perjalanan ku masih panjang".
"Nad, cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu".
__ADS_1
"tapi apa kakak tau, kalau aku sudah punya pacar?".
Maksud kamu pacar yang meninggalkanmu tanpa kabar?, Apa itu yg dinamakan Cinta?
Nadia tidak menjawab, dia hanya menangis sepanjang jalan, hingga tidak terasa, mobil Vano telah sampai di halaman rumah Ayah Bunda nya.
###
Sesampainya di halaman rumah, Nadia keluar dari mobil tanpa menyapa kedua orangtuanya dan berlalu menuju kamarnya.
Ayah yg mau menyusul, di cegah oleh Bunda.
Dan ayah pun mengangguk.
Setelah mengantarkan Nadia Vano tidak berlama² tinggal di kediaman orangtuanya, karena dia harus kembali ke Jakarta. Sepeninggalan Vano, Bunda mencoba masuk ke kamar Nadia.
__ADS_1
"Sayang".sapa Bunda
"Apa Bunda mau membahas tentang perjodohanku?".
Tak lama, Ayah pun menyusul ke kamar Nadia.
"Nadia, Ayah tau kamu tidak mau di jodohkan, tapi Ayah malu kalau harus menolak lamaran keluarga Satya. Apa kamu tau, dari dulu Keluarga Satya telah banyak membantu keluarga kita. Perusahaan kita yang di ambang kehancuran, diselamatkan oleh Keluarga Satya".
"Oh jadi Ayah mau balas budi dengan cara menodohkan ku, begitu?" Kenapa harus mengorbankan aku sih, kenapa seolah² Ayah ini menjualku demi menebus balas budi Ayah!!!".
Plakk!!!!!!!
Tanpa sadar Ayah melayangkan tamparan nya ke pipi Nadia."Jaga ucapan mu Nadia, mana ada orangtua yang menjual anaknya, Aku melakukan ini juga demi kebaikan kamu!!!! Kalau kamu salah terima atas kasih sayang dari ku, Ya sudah terserah kamu, kamu mau ngapain juga terserah, aku tak akan perduli lagi dengan hidupmu!!!!". Ayah emosi, dengan meremas dadanya yang sakit.
"Yah, Ayah tidak apa²".Bunda menghampiri Ayah. Ayo Ayah istirahat jangan terlalu banyak pikiran.
__ADS_1
"Ayah pergi duluan meninggalkan kamar Nadia,
"Sekarang terserah kamu Nadia, kalau kamu sudah tidak sayang lagi sama orangtuamu, ya terserah lakukan saja apa kemauan mu". ucap ibu sambil berlalu pergi.