Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 19


__ADS_3

Di saat Nadia terbangun, Nadia melihat ke sekeliling ruangan yg terasa aneh baginya. Lalu dia mengerjapkan matanya berkali², dan dia baru ingat kalau dia sedang berada di kamar suaminya. Dia melihat ke samping tp tidak ada siapa² disana, lalu dia mengingat kejadian semalam saat Daffa memeluk dirinya dan dia sendiri menyadari kalau ada perasaan aneh saat Daffa memeluknya semalam.


Tak lama kemudian Daffa keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yg dililit di pinggangnya, dan handuk kecil yg dipakai nya untuk mengeringkan rambut. Nadia pun terlonjak kaget melihatnya dan beeteriak dengan keras.


"Aaaaahhhhhhhh" teriak Nadia.


Daffa pun sontak lari bergegas membungkam mulut Nadia.


"ssstttt, jangan beeteriak dirumah ini banyak orang!! Gimana kalau mereka pikir aku ngapa-ngapain kamu". ucap Daffa


Nadia mengangguk, kemudian Daffa melepaskan tangan nya yg membungkam mulut Nadia.


"Maaf,, aku kaget melihat kamu gak pake baju" ucap Nadia sambil menunduk


"Aku yg seharusnya minta maaf, aku lupa kalau aku sudah menikah, aku juga lupa kalau sekarang dikamar ini ada kamu. Ayo kamu mandi gih kita sholat subuh berjamaah" ucap Daffa.


Nadia mengangguk dan bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai mandi mereka pun melaksanakan sholat subuh berjamaah. Setelah selesai sholat, Daffa langsung bersiap² berganti pakaian kerjanya.


"Kak, mau aku bantu siapin baju kerjanya" tanya Nadia pelan.


"iya, boleh"

__ADS_1


Nadia pun memilihkan setelan jas pilihan nya lalu menyerahkannya ke Daffa.


"Kak, aku keluar dulu ya mau nyiapin sarapan" ucap Nadia.


" Tidak usah, disini kan ada Art yg bertugas menyiapkan sarapan" ucap Daffa


"Tapi aku kan bosan di kamar terus, aku mau lihat² keluar kamar"


"iya terserah kamu aja, asal kamu bahagia. Tapi kamu jangan capek² ya" ucap Daffa sambil mengusap puncuk kepala Nadia.


"Ok"


Nadia pun keluar kamar dan bergegas menuju dapur. Di sana sudah ada 2 Art yg sedang sibuk menyiapkan makanan untuk sarapan.


"Eh Non udah bangun, gak usah non biar kami yg kerjakan ini sudah tugas kami Non" jawab salah seorang ART disana.


"Tapi gpp kok bi aku juga sudah sering bantuin Bunda masak kok"


"Gak usah Non!! Non duduk saja disini". ucap salah seorang ART sambil menarik kursi di meja makan untuk di duduki Nadia.


"Ya sudah aku tunggu disini saja".

__ADS_1


Nadia memperhatikan kedua Art yg sedang memasak.


"Bi boleh nanya gak, sebenarnya ada berapa orang yg tinggal dirumah ini? tanya Nadia memecah keheningan


""Yang tinggal disini sebenarnya ada 5 orang Non, tapi mas Reifan udah lama kerja di luar kota dan baru kemarin pulang karena mas Daffa mau menikah. Dan yg bibi denger ya Non, Mas Reifan juga mau pindah kerja lagi ke Jakarta soalnya dia juga mau melamar kekasihnya dan ingin segera menikahinya".


Deg, jantung Nadia serasa berhenti berdetak. "Apakah yg dimaksud kekasihnya itu adalah aku?"


"sayang kamu udah bangun" sapa lidya membuyarkan lamunan Nadia


"eh iya mah, udah" jawab Nadia.


"Kok kamu pake baju kebesaran gitu sayang?" tanya mamah.


"Iya mah kemarin koper aku ketinggalan di mobil Ayah, jadi aku pake baju nya kak Daffa"


"Kalau kamu mau, kamu boleh pake baju mamah kok".


"Eh gak usah mah, aku nyaman kok pake baju gini juga, biar nanti aku tlpon kak Vano anterin baju² aku".


"Yaudah panggilin suami kamu gih kita sarapan bareng, sebentar lagi sarapannya siap".

__ADS_1


"Iya mah, kalau gitu aku permisi ke kamar dulu ya".


__ADS_2