Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 4


__ADS_3

Dan tak lama kemudian datang seorang pria memakai setelan jas nya berjalan dari arah luar menuju dalam rumah dan melewati ruang tamu, dengan cueknya dia berjalan lalu dia berhenti saat Lidya memanggilnya.


"Daffa, kok jam segini udah pulang?


"Iya mah, tadi aku habis meeting di resto, dan ada yg mau aku ambil dulu di rumah."jawab Daffa.


"Daffa ini ada Om Rendi, kamu masih ingat tidak, dulu kamu sering main ke rumahnya," ucap Ayah.


Daffa pun langsung menoleh ke Rendi dan tatapannya terhenti di wajah gadis cantik yang ada di sebelah Rendi. Daffa memandangi Nadia tanpa berkedip, memandangi wajah cantik dan imutnya gadis yang ada di hadapannya saat ini.


"Daffa!!!!" seru Lidya


"Ah iya mah,"


"segitunya ya kamu memandangi Nadia, oh iya kenalin ini anak bungsunya Om Rendi," ucap Lidya.


Rendi berjalan menghampiri Nadia dan menyodorkan tangan nya untuk berkenalan dengan Nadia.


"Daffa."


"Nadia".

__ADS_1


dan berlanjut menyalami tangan Om Rendi.


"oh iya om aku baru tau kalau om punya anak perempuan, yang aku tahu cuman Vano, ucap Daffa.


"iya nak Daffa, dulu waktu kamu kerumah om Nadia itu belum lahir."


"Sudah-sudah kita makan siang dulu yuk." ajak Satya.


"Gak perlu, kami juga mau pulang kok," ucap Rendi.


"Gak boleh, sebelum makan siang kamu gak boleh pulang dulu, ayolah kapan lagi kamu mengunjungi rumahku lagi".keukeuh Satya


"Iya, ayo bi ijah sudah selesai menyiapkan makanan nya." ajak Lidya.


Di meja makan suasana hening tidak ada yg bicara sepatah kata pun, kecuali Lidya yang senyum² melihat anaknya Daffa yg terus curi² pandang terhadap Nadia.


Dan setelah selesai makan siang mereka melanjutkan mengobrol di ruang tamu, dan daffa, berangkat lagi kekantor.


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 2 siang, Rendi pun pamit kepada Satya. karena dia melihat Nadia yg kebosanan disini.


###

__ADS_1


Setelah sampai rumah Vano, Nadia langsung ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya yg kelelahan, dan tidak lama pun dia ketiduran.


dan sore hari nya waktu Nadia bangun dari tidur siang nya, Nadia keluar dari kamarnya,lalu dia beranjak ke ruang keluarga. dan disana sudah seluruh keluarga sedang bercengkrama, bunda sedang asyik main sama cucu menantunya, dan Ayah sedang mengobrol dengan Vano.


"Nad, udah bangun". ucap Sarah yang melihat kedatangan Nadia.


"iya kak, tumben Kak Vano udah pulang jam seginih?"


"iya kan besok Ayah sama Bunda sudah mau pulang ke Bandung, jadi kakak sengaja pulang lebih awal, buat menghabiskan waktu bersama keluarga." ucap Vano.


"Ayah sama Bunda besok mau pulang,? kok gak tinggal disini saja sih, biar kita berkumpul keluarga setiap hari." ucap Nadia.


"Nak, Ayah kan di Bandung juga ounya perusahaan yg harus di urus, dan gak bisa terus²an ditinggal dong sayang." ucap Bunda


Nadia langsung menghambur ke pelukan ibu nya," aku bakal kangen sama Ayah sama Bunda dong."


"inikan kemauan kamu Nak".timpal Ayah


Nadia diam dan berpikir, ini kan memang kemauannya yg ingin kuliah di Jakarta.


"Ingat jaga dirimu baik², ingat selalu pesan Ayah, dan turuti semua perkataan kakak dan kakak iparmu,!!" ucap Ayah tegas.

__ADS_1


"iya Yah..."


__ADS_2