
Nadia bangun pagi sekali dia terkejut saat ada tangan yg melingkar di perut nya. Nadia membalikkan badan dan melihat Daffa yg masih tertidur pulas. Nadia menatap wajah suaminya dan bergerak mengelus pipi halus milik Daffa.
"Terimakasih banyak kak, atas waktunya kemarin menemani ku jalan². Kakak memang tampan baik hati juga tp maafkan aku belum bisa menjadi istri yg baik buat kakak, belum bisa menerima kakak menjadi suami ku sepenuhnya". gumam Nadia
"Tidak apa² kehadiranmu di sampingku saat ini juga sudah membuatku bahagia, walau kamu belum bisa membuka hatimu untukku, aku akan terus berusaha agar kamu bisa menerimaku apa adanya". ujar Daffa
"Kakak!!! sejak kapan kamu bangun"
"sejak kamu mengelus-ngelus wajahku"
"Aaahhh, aku kan jadi malu"
"kenapa malu, aku kan suami kamu"
"Oh iya kak, apa hari ini kakak pergi ke kantor?"
"Nggak dong masa pengantin baru pergi ke kantor,memangnya kenapa?"
"Ya Gak apapa sih, cuman nanya ajah".
"Mungkin besok aku mulai masuk ngantor lagi, hari ini kita akan jalan² lagi".
"Jalan-jalan? kemana?"
"Kemana ajah terserah kamu"
__ADS_1
"Emh....kalau ke dufan gimana?"
"Ke Dufan?"
"kalau gak boleh juga gak papa"
"Bukan begitu, aku blm pernah ke sana"
"Masa sih kak, kakak tinggal di Jakarta tp belum pernah ke dufan?"
"Belum"
"Kalau gitu hari ini kita jalan² ke dufan saja".
"emh, ok tp sekarang kita bangun dulu kita sholat subuh berjamah dulu yah"
Nadia dan Daffa pun melaksanakan kewajiban nya, lalu berganti pakaian bersiap² karena mereka berencana berangkat pagi.
Mereka berdua pun keluar kamar untuk sarapan bersama keluarga nya.
"Kalian mau kemana?" tanya mamah.
"Hari ini kak Daffa ngajak aku jalan² ke Dufan mah" jawab Nadia.
"Ke Dufan, kenapa kalian gak pergi honeymoon saja sekalian, keluar kota atau ke luar negri sekalian"
__ADS_1
"uhuk...uhuk..." Nadia dan Daffa terbatuk mendengar kata Honeymoon yg di ucapkan mamah.
"Gak usah mah besok juga aku sudah ngantor lagi". ucap Daffa
"Kok ngantor sih, kalian kan baru menikah fokus saja bikin cucu buat kami" ucap mamah sambil melirik papah Satya.
"Uhuk...."Nadia terbatuk kembali
"Bikin anak kan gak usah ke luar negri mah disini juga masih bisa dilakukan tiap hari" ucap Daffa. Nadia yg mendengarnya membelalakan matanya melotot menatap Daffa. Daffa hanya tersenyum di tatap oleh Nadia.
"Lagian besok aku juga mulai kuliah lagi mah" ucap Nadia.
"Ya sudah terserah kalian saja yang terpenting kalian cepat memberikan ku cucu, mamah tuh kesepian, anak² udah pada gede mamah juga semakin tua, mamah ingin segera punya cucu".
Nadia dan Daffa saling menatap.
Tak lama kemudian Radit turun dari kamarnya menuju meja makan.
"Sayang panggil bang Reifan gih, cepetan udah siang ini katanya mau ke kantor" titah mamah.
"Maaf bu, tadi saya lihat mas Reifan sudah berangkat pagi sekali, dia sepertinya buru² sekali" ucap bi Nuni
"oh iya bi, bibi tau Reifan semalam pulang jam berapa?" tanya mamah.
"Sepertinya tadi subuh, Bu... soalnya tadi pas saya bangun jam 4, saya melihat mas Reifan baru masuk ke dalam rumah dengan masih mengenakan pakaian kerjanya, Bu".
__ADS_1
"Ya Allah.... itu anak darimana semalam tidak pulang, pagi buta juga udah keluar, gak biasanya dia seperti itu" ucap mamah