
Di sebuah restoran,, ada seorang wanita muda yg sedang melayani para pengunjung restoran tersebut.
Ya dia adalah Alya. Setelah kejadian sebulan yg lalu, Alya memutuskan resign dari kantor keluarganya Reifan. Alya tidak mau dengan melihat Reifan setiap hari dia menjadi teringat kembali atas kejadian yang menimpanya waktu itu.
Dan dia sekarang bekerja di sebuah restoran sebagai pelayan. Saat dia sedang mengantarkan pesanan pengunjung tiba² Alya merasa mual saat mencium aroma makanan yg ia bawa. Makin lama Alya makin merasakan pusing dan akhirnya dia jatuh pingsan hingga makanan yang ia bawa pun jatuh ke bawah menimpa nya.
"Alya!!" teriak zahra teman nya Alya sesama pelayan.
Zahra pun langsung menghampiri Alya dan berteriak minta tolong. Pada akhirnya Pak Ricki, pemilik restoran tersebut datang menolong dan langsung mengangkat tubuh Alya ke mobilnya. Ricki membawa Alya ke sebuah rumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit Alya langsung di bawa menuju IGD, dan Ricki dengan setia menunggunya di luar ruangan.
"Keluarga pasien atas nama Bu Alya" ucap salah seorang perawat.
"Iya saya" ucap Ricki
"Pak ditunggu Dokter di ruangan nya"
Ricki pun masuk ke ruangan Dokter.
"Bagaimana keadaan Alya dok?" tanya Ricki
"Selamat pak!! istri bapak positif hamil" ucap Dokter
JEDERRRRRR.....
Ricki terkejut atas pernyataan dari Dokter. Bagaimana tidak, selama ini Ricki menyimpan rasa terhadap Alya. Namun Alya selalu menolaknya dengan alasan dirinya tidak pantas bersanding dengan seorang pemilik restoran seperti Ricki.
"Pak sepertinya istri anda harus di opname karena istri anda kekurangan asupan gizi,Usia kandungan nya baru berumur 3 minggu jadi saya mohon Bapak perhatikan ya asupan gizinya,, apalagi dia sekarang sedang mengandung".
"Ba...ba.ik dok" ucap Ricki terbata² masih tidak percaya dengan kenyataan ini.
Ricki menghampiri Alya yg sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Dia duduk di sebelah ranjang tempat Alya di rawat. Dia memandangi wajah Alya dan menggenggam tangannya.
__ADS_1
"Jadi ini Al,, alasan kamu selalu menolak aku, ternyata kamu sedang berbadan dua" gumam Ricki
Setelah hampir setengah jam Alya terbangun dari pingsan nya.
"Awh, sakit" ucap Alya memegang kepalanya
Alya melihat ke sekitar, ternyata ada Ricki yg berjaga di sampingnya.
"Pak Ricki.. saya dimana?"
"Kamu di rumah sakit"
"kenapa saya ada di rumah sakit?"
"Kamu pingsan"
Alya pun mengurut keningnya yg masih terasa sakit, dan mengingat² kejadian yang menimpanya tadi.
"Pak apa boleh saya pulang sekarang?"
"Tidak! kamu harus di opname... kamu kekurangan gizi Al"
"kurang Gizi?"
"Siapa ayah dari bayi yg kamu kandung?" tanya Ricki tanpa basa-basi
"Bayi....? kandungan aku...? heran Alya.
"iya kamu tadi pingsan karena kamu dan bayi kamu kekurangan gizi Al..." ucap Ricki
"Maksud kamu Apa?"
"Kamu hamil, Al"
__ADS_1
"Aku .... Hamil!!! tak berselang lama Alya pun menjerit kaget. " Tidak.... aku gak boleh hamil.... aku gak mau mengandung anaknya..." ucap Alya sambil memukul² bagian perutnya.
"Al.. istighfar... kamu gak boleh gitu dia itu anak kamu, dia gak berdosa Al..."
"Tapi aku gak mau hamil.... aku gak mau hamill...." Alya terisak-isak di pelukan Ricki.
Dan Alya pun pingsan kembali. Setelah sadar, Alya langsung bangkit dan langsung melepaskan infusan nya.
"Al kamu mau kemana?" tanya Ricki
"Aku mau pulang" ucap Alya berlalu meninggalkan Ricki di ruang perawatan
Ricki pun mengejar Alya. Alya bergegas ke bagian administrasi guna menyelesaikan tagihan rawat inapnya.
Ricki pun membayar semua tagihan tersebut.
"Tidak usah pak, saya akan bayar sendiri"
"Bayar pake apa?, kamu bahkan tidak bawa uang sama sekali kan"
Alya pun tersadar kalau dirinya memang tidak membawa apa² karena tas nya pun tertinggal di restoran milik Ricki
"Kalau begitu baiklah nanti saya akan ganti uangnya.
"Tidak usah, aku ikhlas ko"
"Gapapa Pak aku juga ada uang kok buat bayar rumah sakitnya"
"Gak perlu, pakai uang kamu buat kebutuhan kamu saja"
"Tapi Pak!!"
"Tidak ada tapi-tapian, pokoknya kamu jangan banyak pikiran sekarang yang harus kamu pikirkan itu, bayi yang ada di perut kamu.
__ADS_1