Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 34


__ADS_3

Nadia masuk ke dalam kamar dengan wajah berapi-api. Untung saja Daffa sedang sibuk dengan laptopnya, jadi Nadia langsung bergegas ke kamar mandi.


Di dalam kamar mandi,Nadia membasuh muka nya dengan air dingin guna mendinginkan otaknya yang sedang panas. Setelah di rasa sudah baikan Nadia pun keluar dari kamar mandi.


"Kamu ngapain lama banget di kamar mandi? tanya Daffa


"Aku sakit perut, mungkin karean semalam makan sambal"


"Kalau gitu kita ke dokter ya"


"Gak usah kak, udah baikan kok tadi udah banyak minum air putih juga".


"Ya sudah kamu istirahat saja, biar aku bawakan sarapan ke kamar ya"


"iya kak"


"kok.. kak lagi sih panggilnya"


"Eh iya ,Pii.. maaf"


"Ya sudah aku kedapur dulu ya ambil sarapan buat kamu"


"Loh kamu kok sendirian Bang?" tanya Bunda saat melihat Daffa hanya sendiri menuju meja makan.


"Nadia sakit mah, kami mau sarapan di kamar saja" jawab Daffa


Radit yg sudah berada di meja makan hanya terdiam, karena dia tau alasan Nadia tidak mau turun meja makan.


Daffa pun berlalu menuju kamarnya dengan membawa nampan. Tak lama Reifan turun dari tangga berpapasan dengan Daffa.


"Loh Bang kok sarapan nya di bawa ke kamar?" tanya Reifan

__ADS_1


"Iya... Nadia lagi sakit jadi aku mau menemani nya sarapan di kamar" jawab Daffa


Reifan berpikir mungkin Nadia sengaja pura² sakit karena tidak ingin bertemu dengan nya juga Radit. Reifan berjalan menuju meja makan. Dia dan Radit pun saling pandang. Begitu banyak pertanyaan di pikiran mereka tentang kejadian tadi pagi.


"Mah..Pah..Radit berangkat ke kampus dulu ya" ucap Radit menyodorkan tangan nya hendak berpamitan kepada orang tua nya


"Loh kok kamu makannya gak habis sayang" ucapa mamah


"Aku udah kenyang mah"


"Ya sudah hati² ya sayang, jangan ngebut²"


Reifan pun menyudahi sarapan nya dan berpamitan kepada kedua orang tua nya. "Mah, Pah aku juga berangkat sekarang ya"


"eh... ini pada kenapa sih kok sarapannya pada gak di habisin" tanya mamah


"Rei udah kenyang Mah, Rei ada meeting pagi ini jadi Rei harus nyiapin dulu berkas² nya" jawab Reifan


Reifan pun berlalu pergi menyusul Radit yg sedang memanaskan motor gede nya.


"Dit.. abang mau bicara sama kamu"


"Mau bicara apa sih bang? Masalah tadi pagi? Aku lg males bang ngomonginnya" jawab Radit


'Tapi dit ada yg ingin aku tanyakan sama kamu"


"Iya aku menyukai Nadia....Bang. Bahkan sangat mencintainya, terus abang sendiri bagaimana?"


"Abang akan ceritain semuanya, abang tunggu kamu di Kafe dengan kampus kamu"


Reifan pun masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya ke kafe yg berada dekat kampus Radit. Radit pun menyusulnya menggunakan motor sport miliknya.

__ADS_1


Sesampainya di Kafe, Radit langsung menghampiri Reifan yg sudah berada di sebuah meja menunggu kedatangan Radit.


"Abang mau jelasin apa sama aku?" tanya Radit


"Kamu harus tau Dit, abang sama Nadia sudah lama berpacaran. Waktu abang kuliah di bandung, Abang jatuh hati pada Nadia yg waktu itu masih SMA. Kita tiap hati bertemu di kendaraan umum, karena dulu abang memang nggak suka bawa kendaraan sendiri ke kampus. Tapi ada baiknya abang suka naik kendaraan umum, karena bisa ketemu Dia setiap hari. Hingga suatu hari abang memberanikan diri berkenalan dengannya dan tanpa basa basi abang menyatakan perasaan abang padanya. Alangkah senangnya hati abang saat tau kalau dia pun memikik perasaan yg sama terhadap abang.


Nadia juga ternyata diam² suka memperhatikan abang. Pada akhirnya kita pacaran. Kesalahan abang ialah saat abang lulus kuliah, abang malah meninggalkannya. Kala itu abang hanya memikirkan karir abang. Abang ingin menunjukkan kesuksesan abang pada Nadia, karena abang ingin menjadi seseorang yg pantas di cintai oleh Nadia. Padahal sebenarnya Nadia sendiri tidak menginginkan semua itu.


Satu lagi kesalahan abang ialah, karena kesibukanku selama ini abang tidak pernah menghubungi Nadia. Hingga saatnya tiba, Abang sudah sukses, abang ingin segera bertemu dengannya, abang ingin segera melamarnya, Namun apa yg terjadi... Nadia malah menikah dengan Abang Daffa"


" Terus rencana abang sendiri bagaimana? Apa abang mau merebut Nadia dari Bang Daffa?" tanya Radit


"Entahlah,,, trus kamu sendiri bagaimana ceritanya bisa sampai mencintai Nadia?"


"Aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada saat Nadia menjadi mahasiswi baru di kampus. Aku juga bingung, di saat para wanita di kampus mengejar² cinta aku, tapi aku gak pernah ada rasa sama mereka. Tapi aku malah mencintai Nadia di saat pertama kali melihatnya. Dia sangat Cantik, hingga dia mengalihkan semua pandanganku hanya bisa tertuju padanya "


"Apa kamu juga masih mengharapkan Nadia?" tanya Reifan


"aku juga gak tau bang, aku tidak rela melihat Nadia dengan Bang Daffa, tp kalau aku merebut Nadia, aku juga kasihan sama Bang Daffa. Bang Daffa juga mencintai Nadia dari pandangan pertamanya. Abang yg dulu berubah menjadi pria dingin karena telah di sakiti kak Arumi, sekarang berubah drastis menjadi seorang pria yg sangat hangat berkat kehadiran Nadia. Aku gak mungkin tega menyakiti Abang". ucap Radit sedih


"Eueuhhhhhh" Reifan mengacak rambutnya kasar. "Ya Tuhan... kenapa kita bisa mencintai wanita yang sama sih, Sebenarnya apa rencanaMu Ya Allah...?" Reifan mengusap wajahnya kasar.


"Sudahlah bang, aku pergi kuliah dulu, lebih baik sekarang kita menghindar dari Nadia. Kita harus berusaha merelakan Nadia bahagia bersama bang Daffa." ucap Radit menepuk pundak Reifan


Radit yg sedang menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, mendongak menatap Radit yg sudah berdiri di sampingnya.


"Entahlah Dit, abang gak akan bisa. Bertahun-tahun abang menjalani hubungan ini, masa akan berakhir seperti ini".


"Terserah abang saja lah, aku berangkat ke kampus dulu. Assalamualaikum" ucap Radit berlalu meninggalkan Reifan


"Waalaikumsalam" jawab Reifan

__ADS_1


"Nggak...aku gak mau seperti ini, Nadia harus menjadi milik aku bagaimana pun caranya walaupun Bang Daffa harus tersakiti.


__ADS_2