
"Kak Daffa!!! Teriak Nadia saat berbalik menuju meja riasnya dan melihat Daffa yg sedang duduk di sofa dan memandanginya.
"Kak Daffa sejak kapan ada disitu? pintunya kan aku kunci kenapa kak Daffa bisa masuk kamar sih" Nadia masih kaget.
Daffa menyimpan laptopnya di meja dan berdiri menghampiri Nadia yg masih mematung di tempatnya.
"sexy" bisik Daffa di telinga Nadia.
"Aaahhhhhhh kak Daffa dari kapan sih disini"
"Dari tadi siang" ucap Daffa memeluk Nadia dari belakang.
"Jadi dari tadi kak Daffa ngelihatin aku gak pake baju?"
"Iya,, aku sudah lihat semuanya. Kamu sengaja menggodaku ya?" bisik Daffa
"iiiihhh kak Daffa....., aku tuh gak lihat kalau ada kakak di sana..."
"Masa sih orang aku segede gini.. masa kamu gak lihat aku"
"Udah ah....aku malu...." teriak Nadia sambil melepaskan pelukan Daffa.
"Kenapa malu, aku kan suami kamu".
Nadia pun terdiam memikirkan ucapan Daffa, memang dia adalah suaminya tp sampai sekarang pun Nadia belum mengizinkan Daffa menyentuh nya.
"Kak sebentar lagi maghrib ayo kita siap² sholat berjamaah.
"Ok" ucap Daffa melepaskan pelukannya.
Mereka melaksanakan sholat maghrib dan di lanjutkan dengan tadarus Alquran. Setelah datang waktu isya, mereka pun sholat berjamaah lagi.
"Kak, kok tumben tadi siang pulang cepet" tanya Nadia sambil melipat mukena nya.
"Aku tadi udah ada meeting di restauran deket kampus kamu, tapi tadi kamu mengirim pesan sama aku, kalau kamu mau ngerjain tugas di rumah teman kamu, jadi aku pulang aja soalnya lagi males balik lagi ke kantor"
"oh gitu ya, ya udah kita makan malam dulu yuk, aku laper belum makan dari tadi" ajak Nadia
"Kamu tuh ya jangan suka tinggalin makan siang meskipun kamu lagi banyak tugas juga"
__ADS_1
"iya...iya.."
###
Nadia dan Daffa pun turun dari kamarnya menuju meja makan. Disana seluruh keluarga sudah menunggu mereka termasuk Reifan dan Radit. Suasana di meja makan sangat hening tidak ada seorang pun yg bersuara. Setelah makan malam selesai Reifan bergegas menuju kamarnya, begitu pun Radit.
"Papah dan Daffa sedang membicarakan tentang perusahaannya. Mamah pun mengajak Nadia untuk mengobrol di ruang keluarga.
"Sayang kita nonton saja yuk, pusing kita kalau denger masalah bisnis." ajak mamah
"Ayo mah" jawab Nadia. "Kak aku sama mamah dulu yah" ucap Nadia kepada Daffa
"iya, nanti aku nyusul"
Nadia dan mamah pun menonton televisi sambil berbincang² seputar fashion dan yg lainnya. Alangkah senangnya mamah Lidya memiliki menantu seperti Nadia, bisa di ajak ngobrol, bisa di ajak sharing, dan lain² karena ketiga anaknya cowok gak ada yg bisa di ajak sharing atau yg lainnya.
Tak lama Daffa dan papah pun menyusul ke ruang keluarga.
"Pada ngomongin apaan sih serius amat" tanya papah
"Biasa lah pah, mamah seneng deh di rumah ada Nadia, mamah jadi temen curhat".
"Rahasia dong,,, ya kan sayang" ucap mamah dengan mata melirik kepada Nadia
Nadia hanya membalasnya dengan seutas senyuman.
"mah... papah ke kamar duluan yah udah ngantuk nih" ucap papah
"Mamah juga mau tidur pah, capek seharian tadi udah keliling2 belanja" jawab Mamah mengikuti Papah berlalu meninggalkan Nadia dan Daffa di ruang keluarga.
"Sayang mamah ke kamar dulu ya"
"Iya mah" ucap Nadia
Nadia dan Daffa duduk bersebelahan di sofa depan televisi.
"Kamu belum ngantuk" tanya Daffa
"Belum kak" jawab Nadia malu²
__ADS_1
Nadia memang masih malu atas kejadian tadi sore.
"kenapa pipi kamu merah" tanya Daffa
"Nggak..."
"bohong!!!"
"iih...jangan godain aku terus dong... aku kan malu kalo inget kejadian tadi" ucap Nadia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya
Daffa pun memeluknya dari samping sambil berbisik. "Kenapa masih malu2 sih...sayang"
Nadia terlonjak kaget mendengar kata "Sayang" dari mulut Daffa, dia teringat dulu sewaktu masih pacaran Reifan suka memanggilnya "Sayang".
"Kak, jangan panggil aku sayang dong"
"kenapa?"
"nggak kenapa² sih, tp aku kurang suka"
"Apa panggilan sayang mengingatkan mu pada mantan pacarmu? selidik Daffa
Nadia hanya diam membisu menatap mata Daffa.
"Betul kan"
"Maaf kak, aku blm bisa cerita sama kakak, nanti kalau sudah waktunya aku janji akan ceritakan semuanya".
"Ya sudah jangan dipikirkan, aku tidak akan memaksamu menceritakan masalalu mu". ucap Daffa sambil memeluk Nadia.
Nadia mendongakkan kepalanya menatap mata Daffa kembali. "Kak... Maafin aku"
"Maaf untuk apa?"
"Aku sama sekali belum bisa menjadi istri yg baik buat kakak"
"Sudah jangan bahas itu lagi, selama kamu ada di sisiku... aku bahagia kok" jawab Daffa
Daffa mencium puncuk kepala Nadia dan kembali memeluknya. Tak disangka ada sepasang mata yg sedari tadi memperhatikan mereka. Ya.. dia adalah Reifan. Disaat Reifan turun hendak mengambil air minum tanpa sengaja dia melihat Daffa yg sedang memeluk Nadia dan mencium keningnya. Sungguh panas hatinya saat itu, hingga dia mengepalkan tangannya.
__ADS_1