
Pagi sekali Ayah dan Bunda pulang ke Bandung, Nadia hanya mengantarkan kedua orangtua nya sampai depan rumah, karena pagi ini Nadia harus masuk kuliah pagi.
Sesampainya di kampus, Nadia berjalan memasuki gerbang dan karena matanya sedang melihat2 keadaan kampus dia tidak lihat kalau di depan ada batu, dan pada akhirnya dia terjatuh tersungkur ke bawah. Semua orang menatap Nadia tidak ada seorang pun yg membantu nya bangun. Pada akhirnya ada seorang pria yang menghampiri dan membantunya berdiri.
"Ayo, aku bantu bangun," ucap pria itu sambil menatap mata Nadia.
Nadia pun menyambut tangan pria itu dan langsung berdiri.
"Radit", ucap pria itu.
"eh, iya....Nadia".ucapnya sambil menyalami pria tersebut, terimakasih ya sudah menolongku.
"gak perlu berterimakasih,, kamu boleh menemuiku." ucap Radit.
"iya terimakasih".
keduanya berbincang bincang sambil berjalan ke dalam kelas mereka, karena ternyata mereka itu satu jurusan.
setelah kelas selesai Radit menghampiri Nadia,
Radit: "Kamu mau pulang kemana, biar aku sekalian antar kamu pulang".
Nadia: "Gak usah, kamu duluan ajah, aku mau ke perpustakaan dulu".
Radit: "Oh Ok kalau begitu, aku duluan ya, sampai jumpa besok".
__ADS_1
Nadia hanya membalas dengan senyuman.
Sebenarnya Nadia mau buru2 pulang sih tapi gak mau pulang bareng sama orang yang baru dikenal, jadi dia mencari alasan mau ke perpustakaan dulu.
Setelah Radit benar² sudah pergi, Nadia langsung memesan taxi online. Dia berencana ingin menemui Reifan. Dengan alamat perusahaan yang dulu Reifan kasih ke Nadia.
Sesampainya di perusahaan tersebut, dia langsung menuju resepsionis dan menanyakan apakah benar Reifan kerja di perusahaan ini.
Resepsionis: Maaf mbak mau bertemu siapa dan ada keperluan apa?
Nadia: Maaf mbak aku mau tanya apakah ini benar perusahaan SATYA GRUP?
Resepsionis: iya betul mbak, kalau boleh tau mbak mau bertemu dengan siapa?
Resepsionis: Maaf mbak Pak Reifan sudah lama tidak di perusahaan ini.
Nadia: Maksud mbak?
Resepsionis: Maksud saya, Pak Reifan sudah lama mengurus perusahaan SATYA GRUP yang ada di Kalimantan.
Nadia: Apa???
Resepsionis: iya mbak.
Dengan langkah gontai Nadia berjalan menuju keluar peeusahaan, dan kebetulan Daffa yang baru selesai meeting keluar dari dalam mobilnya, dia sekilas melihat Nadia yang berjalan sambil bengong. Daffa ragu mau menyapa Nadia, dia tidak punya keberanian, tapi Daffa bertanya² ada perlu apa Nadia datang ke kantor ini.
__ADS_1
Daffa langsung naik ke lift menuju ke ruangan nya, tanpa menanyakan terlebih dahulu kepada resepsionis tentang tujuan Nadia datang ke kantornya. Di dalam ruangan nua Daffa termenung memikirkan wajah cantik nya Nadia.
Daffa: Ahhh,,, kenapa aku jadi terus memikirkan dia sih, aku jadi tidak fokus begini. Ada apa sih dengan ku???
###
Sesampainya di rumah, Nadia langsung ke kamar nya dan merenungi Reifan yang sudah tega meninggalkannya ke Kalimantan sana, tanpa memberi kabar apapun kepada nya.
Nadia terus berpikir,"Mungkin benar apakata desy, kalau Reifan sudah tidak peduli padanya, bahkan mungkin Reifan sudah melupakannya.
Nadia menangis sejadi- jadinya. Tak berselang lama sarah yg mendengar Nadia menangis, datang menghampirinya.
Sarah: Nad, kamu kenapa??
Nadia: Kak, aku patah hati...😭😭😭
Sarah: patah hati kenapa Nad?
Nadia: Pacar aku udah pergi ninggalin aku. Dia pergi jauh dari kota ini tanpa memberi kabar apapun ke aku, kak....
.
Sarah: Ya sudah, kamu yang sabar ya, mungkin dia bukan jodoh kamu Nad, Sekarang kamu sholat dulu gih, minta petunjuk sama Allah, minta padaNya jodoh ug terbaik buat kamu Nad.
Walau tidak berhenti nangis, Nadia berdiri dan beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.
__ADS_1