
Tanpa terasa, acara pernikahan tinggal satu minggu lagi. Semua keluarga sedang sibuk2 nya. Dan Nadia pun tak kalah sibuk mengurus undangan yang akan di sebar.
"Vin, Ran...ini undangan buat kalian, datang ya ke acara pernikahan aku.
"kamu beneran mau nikah sama kak Daffa Nad?".
"iya".
"Ah... andai aku yg nikah sama kak Daffa, pasti aku sangat bahagia...udah Ganteng, dewasa, mandiri, tajir pula....ah pokonya pria idaman banget....."
"Nad, kenapa kamu hanya bawa 2 undangan saja, apa yg lain tidak kamu undang?"
"nggak Ran aku kan cuman deket nya sama kalian aja, kalau kalian mau kalian boleh nginep di rumah aku pas malam sebelum hari H nya,, biar pagi nya kalian bisa jadi pendamping aku di acara nikahan, lagian ada 2 temanku dari bandung nanti aku kenalin deh sama kalian".
"Ok, aku mau.... aku menghabiskan waktu kita sebelum kamu melepas masa lajang".
####
Di kediaman keluarga Satya, Lidya sedang menelpon anaknya yg sedang ada di kalimantan.
"Rei, kamu sedang apa sayang?"
"Biasa mah Rei baru pulang dari kantor,".
"Ya Allah Rei ini sudah hampir jam setengah sembilan malam loh, kenapa baru pulang sih,, iya mah kan Rei mau pulang minggu depan, Rei kan mau menyaksikan kebahagiaan abang Daffa mah".
"Iya Sayang tapi kamu jangan terlalu capek sayang, kan ada asisten kamu yg bisa membantu pekerjaan kamu".
__ADS_1
"iya mah aku cuman mau liburan agak panjang di Jakarta, jadi Rei harus membereskan dulu pekerjaan disini. Lagian Rei juga mau melamar gadis yang sangat Rei cintai mah".
"iya dong sayang harus cepet² nanti di ambil orang."
"iya mah do'ain saja mudah²an dia masih setia nungguin Rei".
"Tentu saja sayang mamah selalu mendoakan yang terbaik buat anak² mamah.
###
Tidak terasa 3 hari lagi menuju pernikahan Nadia, kedua orangtua Nadia beserta keluarga besarnya sudah berada di Jakarta, bahkan desy dan gista pun sudah ada disini. Sungguh ramai kediaman Vano dipenuhi keluarganya, dan karena kamar di rumah Vano cuman ada 4, jadi mereka ada yg tidur di ruang keluarga, di sofa bahkan ada yg tidur di ruang tamu.
"Desy, gista aku kangen banget sama kalian..."
"iya kita juga,,,Nad".
"nanya apa sih serius amat".
"Apa kamu bahagia?"pertanyaan itu terlontar dari mulut Desy.
"pertanyaan macam apa sih itu?". Tapi... entahlah aku sendiri sudah tidak percaya dengan apa itu yang namanya cinta"
"Nad ..."lirih Gista
"Trus Kak Rei gimana?
'mungkin benar apa yg dulu kamu katakan des, dia sudah melupakanku"
__ADS_1
"sudah ya besok hari pernikahan mu, semoga keputusan mu tidak sia-sia, siapa pun jodoh mu semoga kamu selalu bahagia Nad".
'Amiin"
Dan tak lama ada yg mengetuk pintu kamar Nadia
"Sayang ada temen kamu nyariin," ucap Bunda
"oh iya Bun, suruh kesini saja mereka juga mau nginep disini.
"ya sudah Bunda suruh masuk ke sini dulu ya"
"iya bun terimakasih".
"Des,Gis, temen kuliah aku mau ikut nginep disini gapapa kan"
Ya enggak dong malah kita seneng kita jadi banyak temennya"
"Lets party...tonight gaess...." ucap gista.
Vina dan Rani pun masuk k dalam kamar Nadia mereka saling berkenalan , dan tak lama pula mereka sudah tampak akrab. mereka mengobrol dan bercanda gurau sampai larut malam. Karena mungkin setelah Nadia menikah mana bisa melakukan hal semacam ini.
"Sayang, ucap bunda mengetuk pintu" tak lama pintu pun terbuka.
"Iya ada apa Bun"
"Sayang jangan tidur terlalu larut, besok kan acara pernikahan mu, kamu menchargh tubuh kamu buat besok.
__ADS_1
"iya bun sebentar lagi kita tidur kok".