Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 46


__ADS_3

"Sebenarnya apa yg terjadi Rei, Apa benar kamu sudah menodai anaknya, apa kamu yakin kalau bayi yg dikandungnya itu anak kamu Rei?" tanya Lidya


"Iya mah, Semua itu benar. Maafin Rei...Mah...Pah..." Reifan menangis dan berlutut di depan kedua orang tua nya


"Apa?" Giliran Lidya yg menampar Reifan.


"Bagaimana bisa kamu menghamili seorang OG, Apa dia bekerja di kantor kita? tanya Pak Satya


Reifan mengangguk


"Kenapa...kenapa...kamu melakukan itu Rei..."Lidya menguncang²kan tubuh Reifan


"Reifan gak sengaja Mah.."


"Gak sengaja kamu bilang HAH!!!"


"Maksud kamu apa dengan gak sengaja Rei" tanya Papah


"waktu itu Rei sedang mabuk pah, Rei sungguh gak sadar kalau Rei sudah menodai gadis itu"


"Apa? sejak kapan kamu mabuk² an? tanya Papah


"memangnya kamu yakin kalau dia mengandung anak kamu Rei" tanya Mamah Lidya


"Aku yakin mah, karena saat aku melakukannya, dia masih perawan. Setelah aku tersadar melihat noda darah di tempat aku melakukannya"


PLAK!! Satya menampar Reifan kembali. Sejak kapan kamu mabuk²an HAH!!! Aku tidak menyangka bisa memiliki seorang putra yg menodai seorang gadis, tapi tidak mau bertanggungjawab. Pria macam apa kamu...Hah!!! Papah murka

__ADS_1


"Tapi aku baru tau kalau gadis itu hamil, dulu juga aku mau memberikannya sejumlah uang sebagai penebus keperawanan nya, tapi dia menolak dan malah pergi gak tau kemana.


"Kamu anggap keperawanan seorang gadis bisa di gantikan dengan sejumlah uang...Hah?


Bisa-bisa nya ya kamu menjadi seorang pengecut begitu. Kalau kamu pria sejati, kamu harus bertanggungjawab, Nikahin dia!!!


ucap Satya


"Tapi pah!!"


"Gak ada tapi²an pokoknya kamu harus nikahin gadis itu dan bertanggung jawab. Dia sedang mengandung anak kamu. Dari awal dia yg sangat dirugikan dan sekarang masa iya dia harus menanggungnya sendirian." ucap Papah


"Tapi Pah... masa anak kita harus menikah dengan seorang OG, apalagi dia bekerja di kantor kita sendiri. Apa kata orang Pah..." ucap Lidya


"Apa mamah mau kalau anak kita menjadi pria yg tidak bertanggung jawab?" tanya Papah. Papah sudah putuskan, besok kita pergi ke rumah Gadis itu dan kamu harus langsung lamar dia, kalau bisa sekalian kamu nikah sama dia.


"Apa susahnya sih, tinggal cari saja alamat gadis itu ke bagian HRD di kantor, pasti kan ada biodata dan alamat nya". ucap Papah berlalu meninggalkan Lidya dan Reifan


Reifan hanya bisa menghela nafas nya....


"Rei... Sebenarnya kamu kenapa bisa sampai mabuk²an dan menodai gadis itu, HAH? Tanya Mamah


"Mamah mau tau alasan yg sebenarnya? tanya Reifan


Lidya pun mengangguk.


"Waktu itu Rei mabuk parah karena wanita yang selama ini Rei cintai sudah tega mengkhianati Rei mah, tadinya saat Rei mau menemui dia dan ngasih dia kejutan dengan melamar nya..... tapi.... ternyata Rei lah yang benar² terkejut. Di saat pertama kali kita bertemu setelah sekian lama, di hari itu bertepatan dengan hari pernikahan nya Mah....." Reifan mulai terisak

__ADS_1


"Maksud kamu wanita yg selama ini kamu ceritain sama mamah itu sudah mengkhianati kamu?"


"IYA. Dan mamah tau tidak siapa wanita itu?" tanya Reifan


Lidya menggelengkan kepalanya


"Wanita yg sudah mengkhianati Rei itu adalah seseorang yang sekarang sudah menjadi kakak ipar Rei"


"APA???"


"maksud kamu apa Rei?". Apa wanita itu adalah... Nadia???" tanya Mamah terkejut.


Rei hanya bisa mengangguk pasrah


"Bagaimana ceritanya kamu bisa mencintai istri dari abang kamu Rei"


"Semuanya memang salah Rei Mah... Kalau saja dulu Rei tidak meninggalkan Nadia, mungkin sekarang yang menjadi suami Nadia adalah Rei mah.... bukan bang Daffa." Rei mengusap kasar wajahnya.


"Maksud kamu apa"


"Rei sudah mengenal Nadia udah lama sebelum Bang Daffa. Waktu Rei kuliah di Bandung, Rei berpacaran sama Nadia. Kami sangat bahagia waktu itu. Hingga pada saatnya Rei ingin menggapai cita² Rei dan dengan berat hati harus meninggalkan Nadia.


Maksud Rei, ingin melamar Nadia di saat Rei sudah sukses, sudah mempunyai karir. Namun setelah semua keinginan Rei tercapai, Jodoh Rei sudah di ambil orang. Dan orang itu adalah Bang Daffa, kakak kandung Rei sendiri, mah.... Sungguh hati Rei sangat sakit mah setiap kali melihat Nadia dan Bang Daffa bersama. Rei sangat rapuh mah... Rei putus asa..."


Lidya merangkul tubuh Rei. Rei pun semakin terisak di pelukan mamah nya.


"Nak....Yang sabar ya... mungkin Nadia memang tidak di takdirkan buat menjadi pasangan hidupmu. Tapi kamu harus kuat dan bisa menerima kalau Nadia sekarang adalah kakak ipar mu. Lihatlah abang kamu sekarang terlihat sangat bahagia, kamu tau kan bagaimana abang kamu dalam beberapa tahun belakangan ini. Dia sangat pendiam, dingin dan tidak bergairah sama sekali. Tapi setelah mengenal Nadia, keceriaan abang kamu terpancar kembali. Apa kamu tega membuat abang kamu patah hati kembali?"

__ADS_1


__ADS_2