
Terdengar suara Adzan magrib, Nadia pun menggeliat bangun dari tidurnya.
"Selamat pagi tuan putri".
Nadia pun terlonjak kaget melihat Daffa ada di sini.
"Kak Daffa kok bisa asa disini" tanya Nadia linglung.
"Emangnya kamu sudah lupa, apa yg sudah kita lakukan tadi?".
Nadia pun mengernyit dan berpikir, memang apa yang sudah mereka lakukan. Nadia pun meraba pakaiannya tapi masih utuh, kemudian Nadia melihat sekitar dan mereka sedang berada di ruang keluarga jadi tidak mungkin kalau mereka melakukan sesuatu.
"memangnya apa yang sudah kita lakukan" tanya Nadia.
Sambil tersenyum Daffa menjawab "gak ada apa²".
"ih apaan sih gak jelas banget deh".
Daffa terkekeh melihat sikap Nadya yg sedang cemberut, menurutnya sih menggemaskan.
"Daffa ayo kita sholat berjamaah, ajak Vano.
"Baik Kakak ipar". Daffa sangat bangga memanggil Vano dengan sebutan Kakak ipar.
Mereka pun melaksanakan Sholat maghrib berjamaah, dan setelah itu di lanjut dengan sholat isya. Setelah selesai mereka pun bersalaman, giliran Nadia mau menyalami Daffa. Dan Daffa pun membungkuk membisikkan sesuatu ke telinga Nadia.
__ADS_1
"Sebentar lagi, aku yang akan jadi imam mu". bisik Daffa.
"Deg....Seur.... jantung Nadia bergemuruh, dia mematung di tempatnya hingga Sarah menepuk pundaknya, baru Nadia tersadar.
"Yuk kita makan malam". ajak Sarah
"Ah iya kak,,, Ayo". jawab Nadia terbata².
Di meja makan Vano dan Daffa makan sambil membicarakan tentang pekerjaan mereka. Daffa sesekali memandangi wajah cantik Nadia, tapi Nadia tidak merespon dan tidak menatapnya balik.
"Kak aku pamit ke kamar ya, ada tugas kuliah belum aku kerjakan".
"Lalu ini Daffa bagaimana Nad". ucap Vano.
"Ah iya gak papa, sebentar lagi aku juga mau pulang kok".
Nadia berjalan menuju ke kamarnya, di dalam hati dia berbicara," disini juga mau apa sih, ngobrol juga enggak".
####
Sesampainya di rumah, Daffa ditanyai mamahnya karena hampir seharian Daffa nggak ada di kantor.
"bang kamu seharian ini darimana saja, Papah ke kantor katanya kamu gak ada dari tadi pagi". tanya mamah.
"Tadi pagi, aku ada meeting mah di kafe, trus pas mau pulang tidak sengaja aku ketemu Nadia, jadi aku antar dia pulang dulu, dan urusan kantor, aku percayakan Doni tadi".
__ADS_1
"Oh pantesan kamu jam segini baru pulang, ternyata udah nganterin calon istrinya toh".
"Iya mah" ucap Daffa cengengesan.
"Ya udah sana makan malam".
"Nggak deh mah, tadi aku sudah makan di rumah Vano".
"Ya sudah kalau begitu,nanti kapan² kamu ajak Nadia ke rumah ya".
"Iya mah".
Daffa pun berlalu menuju kamarnya. Di dalam kamar, Daffa tersenyum mengingat kejadian hari ini. Mengingat bagaimana dia menatap wajah Nadia yg sedang tertidur pulas, rasanya ingin segera dia menghalalkannya...
####
Pagi harinya seperti biasa Nadia pergi ke kampus dengan di antar kakaknya. Dikampus Radit sudah menunggu,di depan gerbang. Nadia yg melihat Radit menjadi jengah malas untuk bertemu.
"Nad, aku mohon maafkan aku atas kejadian kemarin".
"nggak papa aku dah lupain semuanya".
"Maaf aku yg sudah memaksakan kehendak ku Nad, aku janji aku hanya akan mencintaimu tanpa mengharapkan balasan dari mu.
Aku akan coba untuk merelakanmu bersanding dengan pria pilihanmu.
__ADS_1