
Aku akan coba untuk merelakanmu bersanding dengan pria pilihanmu.
"Baiklah kalau begitu kita lupain soal kemarin"
"Tapi Nad, kita masih bisa berteman kan".
Nadia hanya mengulas senyumannya,"tentu saja".
Nadia dan Radit akhirnya sampai di kelas mereka dan setelah kuliah selesai Nadia pulang bareng Vina dan Rani.
"Nad, kita makan siang dulu yuk".ajak Vina.
"Boleh"
Dan sampailah mereka di Kafe, mereka memesan makanan sesuai keinginan mereka masing². Disana mereka makan sambil mengobrol dan bercanda gurau. Tanpa Nadia sadari ada seoasang mata yang sedang memperhatikan nya. Ya dia adalah Daffa, yg sudah biasa meeting di Kafe tersebut.
"Dia cantik sekali kalau sedang tertawa bahagia seperti itu, tp kenapa di dekatku dia blm pernah tersenyum ya?" batin Daffa.
Setelah sekian lama, Daffa fokus ke meeting nya dan giliran Nadia yang menyadari keberadaan Daffa.
"Dia tampan juga kalau sedang fokus kayak begitu" batin Nadia.
"Nad, kamu lihat apa?" tanya Vina.
Nadia gelagapan,"eh..itu...gak lihat apa² kok".
Nadia melanjutkan makannya dan mengobrol bersama teman²nya, tanpa ia sadari ada seorang pria menghampirinya.
"Apa kamu sudah selesai makan nya?". tanya pria itu.
Nadia terkejut hingga ia sampai menjatuhkan sendok yg sedang dipakainya.
"Ah...iya".ucap Nadia.
__ADS_1
"Kalau begitu, ayo kita pulang".
"emh, baiklah, teman² aku pamit pulang duluan ya...."
"oh iya makanan kalian biar saya yg bayar" ucap Daffa.
"Gak usah kak,biar kami yg bayar sendiri". ucap Vina dan Rani.
"Gapapa", daffa pun langsung memanggil pelayan dan membayar makanan mereka.
"Terimakasih banyak kak"
"iya sama²".
Daffa dan Nadia pun berlalu meninggalkan Vina dan Rani yg masih penasaran dengan pria tampan yg mengajak Nadia pulang dan mentraktir mereka.
"Dia siapa nya Nadia ya?" tanya Rani ke Vina.
"Tapi dia kelihatan dewasa...Macho gitu...
"iya bener,,, tampan dan gagah dia"
###
Seaampainya di rumah Vano, Daffa tidak ikut masuk ke dalam rumah, dia pamit mau berangkat lagi ke kantor, karena masih pekerjaan yang harus di kerjakan.
"seharusnya tadi ka Daffa tidak mengantarkan aku dulu kalau masih banyak pekerjaan di kantor" ucap Nadia.
"Gapapa, aku mau memastikan dulu kamu pulang dengan selamat sampai tujuan, Ya udah aku pamit dulu ya, Asssalamualaikum".
Waalaikumsalam,, hati² ya kak, terimakasih sudah mengantarkanku".
Daffa pun melajukan mobilnya ke kantor.
__ADS_1
Sesampainya di kantor,Daffa memang disibukkan dengan banyak pekerjaan, apalagi sebentar lagi dia mau menikah, walau dia adalah seorang direktur, tapi dia selalu bertanggung jawab atas segala pekerjaannya.
Sementara Nadia, setelah beres mandi dia merebahkan dirinya di atas kasur, dan tak lama kemudian ada panggilan video call dari Vina.
"Hai Nad, kamu lagi ngapain?"
"Baru aja selesai mandi".
"Boleh aku nanya gak, tadi pria ug ngantar kamu pulang itu siapa nya kamu?"
"oh itu dia temennya kakak aku".
"Wah kebetulan dong, aku boleh titip salam gak buat dia".
"Gak boleh!!!"
"kenapa?"
"Ya gak kenapa² sih... tapi sebenarnya sebentar lagi dia mau married".
"Married? Sama siapa?"
"Sama aku" jawab Nadia datar.
Vina mengernyitkan dahi nya."ih... Serius Nad..."
"Emangnya siapa juga yg lagi becanda sih"
"beneran Nad?"
"heemh,Suer deh".
"Kirain masih jomblo" ucap Bina kecewa.
__ADS_1