
Setelah Ayah menghubungi Rivano, dan menjelaskan semua keinginan Nadia yg ingin kuliah disana, Vano pun langsung menyetujui nya, lagian Sarah istrinya Vano dirumah suka bosan tinggal dirumah cuman sama anak², karena Sarah tidak suka pergi2 keluar rumah, paling keluar juga cuman buat belanja bulanan, itu pun ditemenin asisten rumah tangga.
Pagi² sekali Ayah, bunda, Nadia disibukan dengan aktivitas packing keperluan Nadia. Setelah selesai Ayah dan Bunda pun turut mengantarkan Nadia ke kediaman Vano.
Sesampainya di rumah Vano, Sarah dan kedua asisten rumahtangga, berdiri di ambang pintu menyambut kedatangan Ayah, Bunda, dan Nadia.
"Kak Sarah!!!!!" teriak Nadia keluar dari pintu mobil
"Nadia!!",ucap Sarah sambil memeluk Nadia.
"Kak, aku kangen...." ucap Nadia. Kak Vano mana??
"kakak juga kangen Nad,,,Kak Vano masih di kantor mungkin sebentar lagi pulang, soalnya tadi ada meeting yg tidak bisa ditinggal."Ucap Nadia
"Ayah, Bunda ... apakabar," ucap Sarah menghampiri kedua mertuanya sambil menyalami nya secara bergantian.
"Baik nak," ucap Ayah dan Bunda bebarengan.
"Ayo masuk Yah, Bun, aku sudah menyiapkan makanan, kita makan sekalian ya.." ucap Sarah
__ADS_1
"kok cuman Ayah sama Bunda saja yang diajak masuk dan makan,, aku gak diajak nih, " ucap Nadia sambil cemberut
"iya.... ayo kamu juga...yo kita makan dulu
"nanti dulu deh aku mandi dulu ah gerah nih" ucap Nadia cengengesan
"yaudah gih mandi dulu biar koper kamu bi inah sama bi tuti yg bawa ke kamar kamu,, oh iya kamar kamu di atas ya deket kamar kakak," ucap Sarah
"Ok ka," ucap Nadia tanpa menanyakan dimana letak kamarnya karena memang sudah beberapa kali Nadia menginap di rumah Kakak nya, jadi dia sudah tahu dmn kamarnya dan seluk beluk rumah kakaknya ini.
###
Setelah selesai mandi, Nadia merebahkan badannya di kasur dan tak butuh berapa lama dia pun ketiduran.
"Halo." ucap Nadia dengan mata yg masih merem dan suara khas bangun tidur.
"Nadia!!!!" ucap seseorang di seberang telpon.
"Siapa sih nih, sakit tau gak sih telinga gue!!!" bentak Nadia.
__ADS_1
"Sorry", gue cuman mau ngomong ke elo, ko lo tega sih pindah kuliah keluar kita ninggalin gue sama Gista disini." ucap desy di sebrang telpon.
"Ya Allah... sorry des, sumpah gue lupa." ucap Nadia
"Apa??" Lo bilang lupa?? heran desy
"Iya des saking senengnya gue diizinin kuliah di luar kota, gue langsung sibuk packing barang² gue, jadi lupa deh sama kalean." ucap Nadia sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal.
"Lo beneran mo nyusul kak Rei?" tanya Desy
"yoi dong..."
"gue selaku sahabat lo, cuman nyaranin lo tuh jangan terlalu berharap buat ketemu sama kak Rei deh, gue takut nanti lo kecewa Nad," ucapa Desy.
"Maksud lo apa des?"
Gue takut kalo Kak Rei udah berpaling dari lo, gue takut dia udah punya pacar lagi Nad,"ucap Desy
"Aku yakin nggak des, Kak Rei gak mungkin mengkhianati gue".yakin Nadia
__ADS_1
"Ya udah terserah lo deh yah, tali kalo dia udah lupain lo,,,, lo jangan sedih lama² ya Nad,, lo harus cepet move on dan cepet cari penggantinya kak Rei." ucap Desy
"ok bos, nanti aku akan ingat selalu perkataan lo" nadia meyakinkan desy.