
Nadia masuk ke dalam kamarnya dan nasuk ke kamar mandi guna merendam tubuhnya di air hangat. Ya seharian ini memang sangat melelahkan buat Nadia. Apalagi pikiran Nadia di penuhi Nasihat² dari kakak iparnya dan Bunda nya barusan.
Setelah berendam Nadia membilasnya di shower dan memakai bathrobe keluar dari kamar mandi. Daffa sudah berada di atas tempat tidur sedang memainkan gadgetnya.
Nadia berjalan menuju meja riasnya dan mengeringkan rambutnya sambil bercermin.
"Sinih", ucap Daffa menepuk² tempat tidur nya
" Bentar ya aku pakai baju dulu"
"Gak usah sebentar aja kok"
Nadia pun menurut perkataan Daffa. Ia duduk sebelah Daffa.
"Kamu wangi sekali" ucap Daffa menghirup aroma rambut Nadiaa, kemudian merangkulnya.
"Pii... aku pakai pakaian ku dulu ya"
"Sebentar saja, aku ingin begini biarkan aku menghirup aroma mu dulu sebentar"
Daffa memeluk Nadia erat sangat lama.
__ADS_1
"Pii... apa boleh aku tanya sesuatu?"
"Mau tanya apa?" Daffa melonggarkan pelukannya.
"Pii... kalau boleh tau, kenapa terus-terusan baik banget sama aku sih?. Padahal Aku kan belum pernah sama sekali memberikan apa pun sama kakak.
" kamu mau tau jawaban nya?"
Nadia mengangguk.
"Because I Love You, I really...really...love you"
Nadia mendongak, dan dengan Refleks Daffa mencium kilas bibir milik Nadia.
Setelah lama berciuman Daffa pun menarik wajahnya dan melihat Nadia ngos-ngosan kehabihan nafas. Daffa merebahkan tubuh Nadia kemudian menatap nya dalam². Dengan perlahan tangan Daffa menjelajahi tubuh Nadia. Dan di saat Daffa hendak meraba bagian intim milik Nadia, dengan refleks Nadia mencengkram tangan Daffa.
"Maaf,,, aku khilaf" ujar Daffa yg langsung bangkit untuk duduk di sebelah Nadia.
Kemudian Nadia pun ikut bangkit, lalu Nadia menarik kembali tangan milik Daffa.
"Pelan-pelan ya Pii..." ucap Nadia memegang tangan Daffa dan menatapnya.
__ADS_1
"Memangnya kamu sudah siap?" tanya Daffa
Nadia mengangguk tersenyum.
Daffa pun berbalik kembali menghadap tubuh Nadia, kemudian menarik tengkuk leher Nadia lalu kembali ******* bibir Nadia. Ciuman nya turun ke leher, lalu Daffa merebahkan kembali tubuh Nadia dan....
terjadilah sesuatu yg memang seharusnya dari awal mereka menikah lakukan.
Setelah pelepasan nya, Daffa ambruk di atas tubuh Nadia. Daffa memandangi wajah Nadia yg kelelahan. kemudian ia mendaratkan sebuah c**m*n di bibir Nadia lalu bangkit dan merebahkan dirinya di samping Nadia. Daffa menarik selimut menutupi tubuhnya dan tubuh Nadia.
"Terimakasih sayangku...hari ini adalah ulang tahun mu. Tapi malah aku yg dapat kado terindah malam ini. Terimakasih kamu telah menjaga kehormatan mu hanya untukku." bisik Daffa memeluk Nadia.
Nadia mengangguk kemudian menatap mata Daffa. "Maaf ya Pii.. sudah membuat mu menunggu lama. Seharusnya dari awal menikah kita melakukannya karena itu sudah jadi kewajiban ku melayani mu"
"Awal menikah kan kita saling mengenal, lagian aku gak mau kamu melakukannya karena terpaksa"
"Tapi kamu kan dari awal sudah menjadi suami yg baik buat aku, sedangkan aku sama sekali belum pernah menjadi istri yg baik buat kamu"
"Ya sudah, kita lupain masalalu ya, sekarang kita lihat ke depan semoga ini adalah awal yg baik buat rumah tangga kita"
"iya... Amiin...Pii" ucap Nadia membalas ucapan Daffa.
__ADS_1
Pada akhirnya mereka pun tertidur. Karena seharian ini memang sungguh menyita tenaga mereka. Apalagi yang barusan terjadi membuat keduanya merasa kelelahan.