Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 12


__ADS_3

"Tapi baru calon suami kan, bukan suami...."


Sebelum janur kuning melengkung aku akan trus berusaha mendapatkanmu"


"Terserah apa katamu dit, aku capek harus menjelaskannya padamu, Maaf aku harus pulang, aku takut kakak aku akan mencariku".


"Biar aku antar".


"nggak usah, aku naik taxi saja. Nadia berlalu dari kafe itu meninggalkan Radit yg termenung sendiri di kafe.


"Lihat saja Nad, aku akan mendapatkanmu, aku akan membuat mu meninggalkan pria yng kau sebut calon suami mu itu!!!". ucap Radit sambil mengepalkan tangan.


Di luar kafe, Nadia sedang menunggu taxi lewat fan tidak sengaja Daffa juga baru keluar dari kafe tersebut.


"Nadia, sedang apa kamu disini?".


"Nadia kaget,karena ini baru pertama kalinya dia bertemu lagi dengan Daffa setelah acara lamaran kemarin".


"Kak Daffa.... emh...itu kak, aku lagi nunggu taxi mau pulang".


"Ya udah ayo aku antar kamu pulang".


"Gak usah kak, nanti merepotkan".


"Nggak lah masa mengantarkan calon istrinya di bilang merepotkan".


"Baiklah". Pada akhirnya Nadia pulang di antar Daffa".


"Di dalam mobil keadaan terasa hening karena mereka saling diam, dan pada akhirnya Daffa memulai pembicaraan.


"Kamu pergi ke Kafe sama siapa, Nad?" tanya Daffa.


"emh... itu kak... tadi bareng temen".


"loh terus temen kamu kemana, ko aku gak lihat".


"emh... tadi dia udah duluan pulang kak".


"oh gitu ya".


Dan tidak terasa mobil Daffa pun sudah sampai di kediaman kakak nya Nadia. Nadia pun langsung turun dari mobil Daffa.


"Terimakasih ya kak, sudah mengantarkan ku".


"Loh aku gak di ajak masuk nih".


"emangnya kakak mau masuk dulu".


"iya dong aku kan mau mengantarkan calon istriku sampai dalam rumah" ucap Daffa sambil tersenyum.


"Oh ya udah ayo masuk dulu".


Daffa pun turun dari mobilnya,dan masuk ke rumah nya Vano mengikuti Nadia.

__ADS_1


"Silahkan duduk Kak". Nadia mempersilahkan duduk di ruang tamu.


"Assalamualaikum kak, ucap Nadia menyalami kakak iparnya".


"Walaikumsalam Nad, jawab Sarah yg sedang berada di ruang tv menemani kedua anaknya bermain.


Nadia beranjak pergi ke dapur membawa minuman.


"Minuman buat siapa Nad? tanya Sarah


"emh...itu kak ada kak Daffa di ruang tamu".


"Oh ada calon suami mu toh"..ucap Sarah sambil tersenyum.


"Apaan sih kak".


"Bawain cemilan juga buat Daffa".


"iya kak".


Nadia pun membawa minuman dan cemilan ke ruang tamu.


"Gak perlu repot², aku kan bukan tamu". ucap Daffa sambil tersenyum.


"Nggak repot kok kak". lalu Nadia duduk berhadapan dengan Daffa dengan meja ditengahnya.


"Disini dong duduknya, ucap Daffa sambil menepuk² kursi di sebelah nya.


Hening.... dan tak lama Sarah datang menghampiri mereka.


"Eh ada tamu", Sarah berbasa basi.


Daffa hanya tersenyum melihat Sarah, karena dia bingung harus panggil apa, Mau panggil kakak, tapi Sarah emang umurnya di bawah Daffa, mau panggil Sarah merasa tidak sopan karena sebentar lagi dia bakal jadi kakak iparnya.


"Nad, ajak Daffa makan siang gih".ucap Sarah. Kakak mau nidurin Alex dulu di kamar ya. Ayo Daffa silahkan di minum minuman nya.


"emh... iya mbak terimaksih... akhirnya kata itu yg keluar dari milut Daffa".


"Ayo kak kita makan siang dulu", ajak Nadia


"Baiklah". Daffa pun nurut ikut makan siang dengan Nadia karena dia tidak mau mengecewakan Nadia, walau sebenarnya di Kafe tadi Daffa sudah makan siang.


Di meja makan, Daffa bertanya kepada Nadia.


"Bukannya tadi kamu baru makan siang di kafe ya?"


"nggak aku nggak makan apa²".jawab Nadia spontan.


"Lantas kamu pergi ke kafe mau apa? janjian sama pacar?".


"Deg, jantung Nadia terasa berhenti sejenak mendengar pertanyaan dari Daffa.


"Nggak lah kak, aku baru ketemu sama temen aja kok, trus ngapain Kakak makan lagi, bukannya kakak juga tadi sudah makan di kafe!".

__ADS_1


"Udah sih, tadi memang waktu meeying aku sambil makan siang, tp sekarang aku mau nemenin kamu makan aja".


Nadia diam tidak menjawab pernyataan Daffa.


Setelah makan siang, Daffa menghampiri cintya yang sedang mewarnai gambarnya di ruang keluarga.


"Hai gadis cantik sedang apa?" sapa Daffa.


"Sedang menggambar Om".


"kok panggil om sih emang aku udah kelihatan tua ya?". tanya Radit ke Cintya.


"Trus Tya harus panggil apa dong?".


"oh jadi nama kamu Tya, Ok panggil aku uncle aja ya...".


"Ya sama aja dong,,, uncle itu kan om juga".


"ya enggak dong, Kalau uncle kan lebih Gaya aja".


"Iya deh uncle...."


" Boleh uncle bantu gambar nggak".


"Boleh".


Daffa pun antusias mengajarkan cintya menggambar. Nadia yg sedang duduk di sofa melihatnya sambil tersenyum. Dalam hati Nadia,"ternyata dia penyayang ya".


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, dan Vano pun pulang dari kantor, dia melihat ada Mobil di depan rumahnya.


"Mobil siapa ini, apa di dalam ada tamu?" tanya Vano dalam hati


Vano berjalan ke dalam rumah, dan di terkejut melihat Daffa sedang bermain kartu dengan Cintya , dan Nadia ketiduran di sofa.


"Daffa, kamu sedang apa?" tanya Vano


"Eh kakak ipar sudah pulang" ucap Daffa sambil terkekeh.


Vano hanya mengeleng²kan kepalanya mendengar ucapan Daffa.


Apa kamu sudah lama disini, trus ini Nadia kok bisa ketiduran disini sih.


"Aku tadi tidak sengaja, bertemu Nadia di kafe. jadi aku ajak pulang bareng aja".


"Memangnya, kamu tidak ke kantor Daff?


"Tadi sih aku ke kantor, tapi setelah aku bertemu Nadia, aku jadi males balik lagi ke kantor.


"Kalau kamu sering malas²an, nanti setelah nikah sama Nadia mau kasih makan apaan ade gue Daf?


"Tenang lah Kakak ipar, sudah ada asisten kok yg nanganin kantor.


"ah terserahlah". ucap Vano sambil berlalu ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2