
Sesampainya di Dufan, Nadia dan Daffa langsung menaiki wahana² yang terdapat di arena bermain tersebut.
Nadia terlihat sangat senang begitu pun juga Daffa,karena ini adalah kali pertama untuk mereka datang ke tempat seperti ini. Apalagi Daffa yg sedari dulu hanya berkutat dengan meja kerja dan laptop nya, tapi sekarang dia benar² melupakan pekerjaan yg setiap hari menyibukkannya.
"Terimakasih kak, sudah membawa ku ke tempat ini....aku sangat senang" ucap Nadia
"Aku juga senang kalau kamu senang" ujar Daffa sambil tersenyum menatap Nadia, tak lupa tangan nya yg sedari tadi memanfaatkan keadaan dengan menggenggam tangan Nadia.
####
jam 10 pagi Alya baru bisa membuka matanya. Ya dia baru bangun dari tidurnya. Dia melihat ke sekeliling ruangan, sungguh pemandangan yang sangat asing. Dia mengernyitkan dahinya dan mengingat ² kejadian semalam. Dia terbayang kejadian saat di kantor yg menimpa pada dirinya.
"Apakah semua ini mimpi?" ujar Alya
Tapi di saat ia hendak berdiri dari tempat tidur,, dia terkejut dan langsung terjatuh.
"Aaahh....kenapa ini sangat sakit sekali" ucap Alya memegang k*m*l*an nya. "Apa semalam sungguh nyata, apa aku benar² sudah ternoda?"
Nadia pun melihat pakaian nya yg memakai jas seorang pria yang menutupi keadaan bajunya sudah tidak layak pakai".
Nadia pun menjerit, menangis sejadi-jadi nya
" Ya Allah...aku sangat hina...aku sudah tidak suci lagi..Ya Allah maafkan aku yg tidak menjaga kehormatan ku sendiri..... Bapak...Ibu...maafkan aku... aku benar² sudah mengecewakan kalian, aku tidak tau bagaimana aku berbicara pada kalian..." teriak Nadia.
__ADS_1
Setelah sekian lama Nadia meluapkan emosinya, dia pun berusaha bangkit menuju kamar mandi dengan jalan pelan² sekali karena dia sangat merasakan kesakitan di bagian intim nya.
Setelah sampai kamar mandi dia melepas seluruh pakaian nya, dan alangkah terkejutnya dia melihat dirinya di cermin kamar mandi,,, dia melihat seluruh badannya kemerahan akibat ulah Reifan semalam.
Sungguh hancur hatinya, dia pun kembali menangis di kamar mandi, sambil mengguyur tubuhnya di bawah shower. Dia tak henti² nya menangis, dia menggosok² seluruh badannya dengan keras, berharap menghilangkan jejak Reifan semalam. Namun nihil semuanya tidak bisa hilang begitu pun pikirannya yang tidak bisa berhenti membayangkan kejadian semalam.
Setelah dia selesai mandi Alya memakai bathrobe yg ada di kamar mandi. Dia keluar dari kamar mandi menuju tempat tidur. Dia duduk di tepi ranjang dan dia melihat selembar kertas di nakas yg berisi tulisan dari Reifan. Alya melirik ada makanan di nakas dan ada beberapa pakaian di paperbag. Alya mengambil salah satu pakaiannya dan langsung mengenakan nya.
Setelah berpakaian dia kembali duduk di tepi ranjang, melihat makanan sungguh ia tak berselera. Ingin sekali Alya pergi meninggalkan tempat ini, Namun apadaya untuk berjalan pun ia sangat kesakitan. Pada akhirnya dia kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Jam makan siang Reifan kembali mengunjungi Alya di apartemen miliknya. Reifan membuka pintu kamarnya, dia melihat Alya sudah berganti pakaian, namun dia melihat makanan nya masih utuh.
Reifan menghampiri Alya di tempat tidur. Dia duduk di tepi ranjang hendak membangunkan Alya yang masih tertidur. Namun saat Reifan menyentuh pundak nya, Alya terperanjat dan refleks menjauhkan dirinya dari Reifan.
"Aku hanya berniat membangunkan mu, kenapa kamu tidak memakan sarapan mu"
ujar Reifan
"Aku tidak berselera"
Reifan melihat mata Alya yang sangat sembab.
"Apa kamu tidak berhenti menangis dari semalam? Matamu begitu sembab"
__ADS_1
"Bagaimana aku tidak menangis... kamu telah merenggut kehormatan ku yang selama ini aku jaga dan hanya akan aku serahkan kepada suamiku kelak".
"Maafkan aku, semalam aku mabuk aku sungguh tidak sadar melakukan nya. Memang tak sepantasnya aku melakukan itu kepadamu. Aku akan mengganti kerugian mu. Sebutkan saja kamu ingin berapa, agar aku bisa menebus kesalahan ku.
Plakk!!!! Alya menampar Reifan
"Aku bukan p*l*c*r!!!! yang setelah kau nikmati lalu kau bayar aku dengan sejumlah uang!!!
"Maaf bukan maksudku seperti itu, tapi aku tidak tau harus membayar kesalahanku dengan apa?"
"Tapi aku sangat tersinggung atas ucapan mu tadi"
"Maaf sungguh aku tidak berniat menyinggung mu, ini semua murni kesalahanku. Tolong maafkan aku"
Alya hanya terdiam membisu,dia kembali mengeluarkan air matanya.
"Tolong antarkan aku pulang"
"Tinggalah semalam lagi disini, apakamu ingin pulang dengan keadaan matamu yg seperti itu?"
"Alya menggelengkan kepalanya".
"Ya sudah kamu tinggal disini dulu sampai keadaan mu benar² baik. Sekarang kamu makan ya ini aku bawakan lagi makan siang buat kamu"
__ADS_1
"Alya pun hanya menurut, karena tidak di pungkiri perutnya memang sudah kelaparan.