
Di tempat lain, Alya sudah beberapa hari tidak masuk kerja di karenakan setiap dia mencium bau makanan, dia merasa mual.
Sedangkan dia bekerja sebagai pelayan yg kerjaan nya mengantarkan makanan kepada pengunjung.
"Al, apa kamu masih sakit? kita ke dokter saja yuk" ajak ibu
"Tidak bu, Alya cuman nggak enak badan biasa kok"
"Tapi kamu kan sakitnya sudah beberapa hari loh nak, terus apa gak apa² kamu tidak berangkat kerja, apa atasan kamu tidak akan marah?" tanya Ibu.
"Alya sudah minta izin sama Pak Ricki Bu, bahkan Pak Ricki sendiri yang mengantar Alya ke dokter jadi Pak Ricki tau kalau Alya sedang sakit"
"Oh gitu ya"
"Bu, ibu masak apa? Alya lapar bu"
"Ibu sudah masak sayur sop Al, apa kamu mau makan sekarang"
"emh... nanti saja bu, sepertinya Alya lagi kepengen yg seger² atau asam² gitu"
"yang seger.. yang asam... makanan apa itu Al?"
"Gak tau bu, lidah Alya sepertinya lagi pengen makanan yang seperti itu, Ya sudah bu, Alya izin keluar dulu ya mau cari makanan dulu".
"Iya Nak"
Alya pun keluar rumah mencari-cari makanan apa yang ingin di makan nya saat ini. Sementara Ibu, hendak mencuci pakaian dan dia masuk ke dalam kamar Alya hendak mengambil pakaian kotor dari kamar Alya. Karena sudah beberapa hari ini semenjak Alya sakit, Ibu yang mencuci pakaian milik Alya. Ya walau Alya pun sering melarangnya, tp ibu keukeuh tetap saja mencuci nya karena merasa kasihan sama Alya yg sedang sakit.
Namun, di saat ibu sedang membereskan kamar Alya, Ibu menemukan kantong kresek berwarna putih di kolong meja rias milik Alya yg berada di samping tempat tidur yg berisi obat dari dokter.
"Ini anak teledor banget sih, kok nyimpen obat di kolong meja" gumam ibu
Ibu pun membuka kantong kresek tersebut,dan di dalamnya terdapat beberapa lembar obat dan sebuah amplop. Ibu penasaran dengan isi amplop tersebut dan langsung membukanya. Alangkah terkejutnya saat Ibu membuka isi amplop tersebut.
"Ya Allah... apa ini?" dengan gemetar ibu membaca isi tulisan di kertas yg ada di dalam amplop tersebut.
Isi dari amplop tersebut ialah surat pernyataan dari dokter yang menyatakan kalau Alya positif hamil.
Ibu pun langsung terjatuh pingsan. Dan di saat Pak Andi Bapak nya Alya lewat kamar Alya, Pak Andi melihat istrinya tergeletak di lantai sebelah tempat tidur milik Alya. Pak Andi pun memanggil Dimas adiknya Alya, untuk membopong istrinya ke atas kasur.
__ADS_1
Setelah Pak Andi mengoleskan minyak angin ke hidung istri nya, akhirnya Bu Mira tersadar.
"ibu kenapa bisa pingsan disini bu" tanya Dimas
"ibu cuman pusing Nak, apa kamu bisa tolongin ibu tidak tolong cariin kakak kamu dim, dia bilang tadi mau cari makanan, mungkin dia ada di depan taman" ucap Ibu
"iya Bu" Dimas pun langsung menuruti perkataan ibunya
"Ibu sebenarnya kenapa Bu" tanya Bapak
"Pak...." ibu tidak bisa menahan air matanya. Ini Bapak baca sendiri." Ibu menyodor kan surat yg sudah berserakkan di lantai
"ini apa Bu, maksudnya apa?"
"coba Bapak baca isi dari surat itu"
"iya maksudnya apa?"
"Alya hamil Pak" ibu menjerit tak kuasa menahan air matanya.
"Hamil bagaimana maksud ibu?"
Pak Andi pun meremas kertas yang sedang dipegangnya.
Tak lama, Alya pun pulang dengan membawa makanan yang di inginkan nya.
"Dasar anak kurang aj*r" Tiba² Bapak menampar Alya
"Bapak sebenarnya ini ada apa?" heran Alya.
"Ada apa kamu bilang? Jelaskan ini apa?" ucap Ayah melempar kantong kresek yg berisi obat tersebut
"itu obat Alya Pak" jawab Alya polos
"Obat apa itu"
"Alya terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan Bapak nya. Alya juga heran melihat ibunya yg tidak hentinya menangis.
"Siapa Ayah dari anak itu" tanya Pak Andi menunjuk perut Alya.
__ADS_1
"Deg" Alya terkejut
"JAWAB!!! Siapa ayah dari anak yg kamu kandung?" Pak Andi mulai emosi
Alya masih terdiam
"JAWAB!!! Ayah hendak menampar Alya kembali
Alya pun mulai menangis ketakutan. Baru kali ini dia melihat Bapak nya sampai semarah itu.
"Jangan Pak" ucap Ibu menahan tangan Bapak yg hendak memukul Alya.
" Alya minta maaf Pak, Bu, Alya berdosa, Alya sudah ternoda, Alya kotor, Alya Hamil Pak". ucap Alya meracau sambil berlutut dihadapan kedua orangtua nya.
"Kamu benar² mengecewakan kami Al"
"Maafin Alya Pak, Alya tidak jujur dari awal sama Bapak dan Ibu, Alya takut Pak,Alya malu Pak, Alya gak tau kalau Alya akan hamil Pak.
"Katakan!! Katakan siapa ayah dari anak kamu itu!
"Alya...Alya dip*rk*sa Pak"
"Siapa yang sudah menodai mu, katakan!!"
"Pppppak Reifan, Pak"
"Reifan... siapa dia?"
" Dia atasan aku dulu Pak"
"Dimana rumahnya, akan aku beri perhitungan dia".
"Jangan Pak, Alya mohon Bapak jangan apa-apain Pak Reifan"
" Kamu lebih membela ******** itu"
"Bukan seperti itu, Pak Reifan tidak bersalah Pak... Pak Reifan melakukan nya karena dia sedang mabuk Pak"
"Kamu masih membelanya... Hah!! Dia mabuk²an itu juga sudah sangat salah, apa kamu tidak sadar.. Hah!!! sekarang lihat siapa yang di rugikan?"
__ADS_1