Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 33


__ADS_3

Pukul 04.00 Nadia terbangun dari tidurnya. Dia mengernyitkan mata nya saat dilihatnya seseorang di hadapannya yg sedang memeluknya dengan erat.


Nadia membuka matanya lebar-lebar saat dia tahu kalau yg ada dihadapannya itu adalah suaminya. Nadia memandangi setiap inchi wajah tampan suaminya. Tidak dipungkiri, suaminya itu tidak kalah tampan dari mantan pacarnya. Bahkan Nadia baru sadar kalau Daffa memang lebih tampan dan lebih berkarisma kalau di bandingkan dengan Reifan.


"Kenapa kamu terus memandangiku" ucap Daffa dengan kedua matanya yang langsung terbuka menatap Nadia.


"Ti..ti...dak" Nadia memalingkan tatapannya.


"Aku kira kamu sedang terpesona dengan ketampanan ku" goda Daffa


"Apaan sih...nggak"


Daffa tersenyum saat melihat Nadia salah tingkah dan wajahnya pun terlihat memerah. Daffa pun semakin mengeratkan pelukannya dan menatap dalam mata Nadia. Daffa mengecup kilas bibir ranum milik Nadia.


"Kakak....." Nadia kaget mendapatkan serangan kilat dari Daffa.


"Morning kiss" Ucap Daffa tersenyum


"iihhh kakak...."


"Kamu jangan panggil aku kakak dong, kamu kan bukan adik aku"


"Terus aku harus panggil apa?"


"panggil sayang dong"


Nadia menatap mata Daffa tidak suka.


"oh iya aku lupa kamu kan tidak suka dengan kata"Sayang", Bagaimana kalau kamu panggil aku "pii" dan aku panggil kamu "mii".


"Pii...Mii...artinya apa?"

__ADS_1


"Artinya... biar nanti kalau kita sudah punya anak pnggilannya Papi sama Mami"


"Apaan sih kak alay banget, kayak ABG ajah"


"Gak papa dong biar singkat aja manggilnya".


"Ya udah terserah kakak aja deh yg penting kuta bangun sholat subuh dulu".


"Tuh kan kamu panggil aku kakak lagi".


"Kok kak Daffa jadi manja gini sih"


"Gapapa dong manja sama istri sendiri"


"iya deh...iya, "Pii... ayo kita sholat subuh dulu".


"Siap "Mii" jawab Daffa cengengesan


Setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah, Nadia turun untuk mengambil air minum untuknya dan suaminya.


Di saat Nadia sedang menuangkan air dari Galon, ada seseorang yg berdiri tepat di belakang Nadia. Saat Nadia membalikan badannya, Nadia amat sangat terkejut saat mengetahui kalau seseorang itu ialah Reifan. Reifan dengan refleks memeluk Nadia yg hendak akan terjatuh. Reifan menatap mata Nadia dalam. Tapi Nadia memalingkan wajahnya dan bangkit melepaskan pelukan Reifan.


"Maaf" ucap Nadia


"Nad, aku belum bisa melupakanmu. Aku mohon Nad, kamu juga jangan lupain aku" ucap Reifan menarik lengan Nadia.


"Kamu apa²an sih Rei, kamu jangan macam² ya aku ini kakak ipar kamu". Bentak Nadia


"Kamu gak usah berpura² Nad, aku tahu kalau antara kamu dan bang Daffa belum terjadi apa², aku tahu kalau kamu belum menyerahkan kehormatan mu pada bang Daffa" ucap Reifan memeluk Nadia dari belakang


"Lepasin aku Rei, kamu jangan kurang ajar ya, semua yg kamu katakan itu tidak benar. Lagian kita sudah gak ada apa² lagi,sekarang aku adalah kakak ipar kamu,dan ingat semua yg aku lakukan itu bukan urusan mu lagi"

__ADS_1


"Nggak..Kamu masih jadi urusan ku, karena sampai saat ini aku masih mencintaimu, aku yg pertama ada dalam hidupmu bukan bang Daffa!! jadi jangan suruh aku melupakanmu."


"Sadar kamu Rei... aku mohon kamu jangan seperti ini, biarin aku bahagia bersama kak Daffa. Mungkin ini sudah takdir Tuhan,aku dan kamu tidak berjodoh. Dan Kak Daffa adalah jodohku yg sebenarnya.


"Nggak...nggak sampai kapan pun kamu akan tetap menjadi milikku Nadia".


Nadia menghindar saat Reifan akan memeluk tubuhnya. Dia pergi berlari menuju kamarnya. Dan tidak disangka di atas tangga Nadia menabrak seseorang yg tidak lain adalah Radit. Ya...Sedari tadi Radit mendengarkan semua percakapan Nadia dengan Reifan.


"Nad, jelasin semuanya padaku" ucap Radit menarik lengan Nadia


"Apa kamu tadi kamu mendengar semuanya?" tanya Nadia.


"Apa kamu mau menghancurkan keluargaku? tanya Radit marah


"Maksud kamu apa Dit? Nadia heran dengan pertanyaan yg di lontarkan Radit


"Kamu itu pacaran sama kak Rei, dan menikah dengan Kak Daffa, dan kamu juga tau kan kalau aku mencintai kamu?"


"Semua nya nggak seperti apa yg kamu bayangkan Dit"


"Trus apa mau kamu sebenarnya, atau jangan² kamu hanya ingin harta dari keluarga kami ya.


Plakkk!!! Nadia menampar Radit


Jaga ucapan mu ya !! Aku memang dulu pacaran sama kakak kamu Rei, tp itu dulu sebelum dia meninggalkan aku. Dan kamu hadir menyatakan cinta kamu ke aku, padahal dihati aku masih ada nama kakak kamu Rei, tapi takdir berkehendak lain, Allah mempertemukan aku dengan kak Daffa, sehingga aku pun dijodohkan dengan dia. Dan aku setuju menikahi kak Daffa karena demi mempererat pertemanan orangtua kita. Bukan karena aku ingin harta kalian!!!


Camkan itu!!!"Nadia berapi-api


Nadia beranjak meninggalkan Radit dan Reifan yang mematung di tempatnya masing².


Reifan yg berada di bawah tangga, dan Radit yg berada di atas tangga, saling berpandangan seolah mereka sedang bertanya satu sama lain tentang apa yg terjadi barusan.

__ADS_1


__ADS_2