
Esok hari nya Nadia bangun kesiangan. Nadia mengerjapkan matanya melihat cahaya masuk dari celah jendela. Kemudian Nadia melihat ke samping, namun Daffa sudah tidak ada.
"Kamu udah bangun Mii...", ucap Daffa dari balik pintu
"Pii kamu darimana?" tanya Nadia bangkit dari tidurnya
"Nih, aku ambil sarapan buat kamu" ucap Daffa membawa nampan berisi makanan dan segelas susu hangat
"Nanti aja pii.. aku turun ke bawah buat sarapan bareng"
"Sarapan bareng siapa? ini udah siang Mii" jawab Daffa meletakkan nampan di atas nakas dekat tempat tidur
Nadia langsung melihat jam di dinding menunjukkan pukul 11 siang.
"Pii... kok gak bangunin aku sih..." rengek Nadia
"Aku gak tega banguninnya, aku tau kamu pasti kelelahan".
"iih nanti Bunda sama Ayah mikir yg enggak² deh,, Karena aku bangunnya kesiangan"
"Mikir yg enggak² bagaimana? emang kita iya² aja kan dari semalem" Daffa cengengesan
"Pii... apaan sih" Nadia mencubit perut Daffa
"Lagian Ayah sama Bunda udah gak ada kok, tadi pagi mereka pamit pulang ke Bandung,karena kata Ayah ada klien yg harus dia temui siang ini"
"Apa??? Kenapa gak bangunin aku sih.. kenapa juga harus pulang cepet2, lagian aku masih kangen sama Ayah sama Bunda". cemberut Nadia lalu mengambil ponselnya dan menelpon Bunda nya.
"Assalamualaikum Sayang" sapa Bunda lewat tlpon di seberang sana
"Bunda... kok pulang gak bilang² sih?
"ish...salam kok gak di jawab"
"iya...iya... waalaikumsalam Bunda.... kok Ayah sama Bunda tega sih ninggalin aku tanpa ngomong dulu sama aku....Aku kan masih kangeeeeeennnn Bun"
__ADS_1
"Sayang.... Ayah kamu ada klien siang ini, jadi terpaksa kami pulang ke Bandung. Ini juga ayah kamu langsung pergi ke kantor setelah nganterin Bunda ke rumah".
"Tapi kenapa aku gak di bangunin"
"Bunda tau kamu pasti lelah, jadi Bunda pamit sama Daffa saja tadi"
"Tapi Bun..."
"Jangan khawatir, Bunda sama Ayah akan sering² ngunjungin kamu, apalagi kalau kamu sama Daffa yg berkunjung ke Bandung, pasti Ayah sama Bunda senang banget. Sudah dulu ya sayang Bunda juga lelah nih bolak balik Jakarta-Bandung ternyata melelahkan. Bunda mau istirahat dulu sebentar. Assalamualaikum sayang..."
"Iya Bun, waalaikum salam" jawab Nadia sedih
"udah ayi makan, jangan cemberut gitu dong" Daffa menyodorkan sendok berisi makanan ke mulut Nadia.
"Nanti ah... aku mau mandi dulu, gak nyaman banget deh baru aja bangun udah di suruh makan" Nadia menolak suapan Daffa
Daffa pun bangkit dan mengangkat tubuh Nadia.
"Pii... mau ngapain sih... turunin...aku gak pake baju ini... aku bisa jalan sendiri...please turunin" teriak Nadia meronta-ronta dipangkuan Daffa
"Biasa nya juga kan aku jalan sendiri ke kamar mandi"
"Ok.. kalau itu mau kamu" Daffa pun menurunkan Nadia dari pangkuannya
Disaat Nadia mau melangkah hendak mengambil pakaian nya yg berserakkan di lantai, Nadia pun terjatuh ambruk.
"Aww...." pekik Nadia
"Kenapa? Sakit?" tanya Daffa
Nadia pun mengangguk
"Kan aku juga sudah bilang tadi, emangnya kamu kuat jalan ke kamar mandi tapi kamu nya ngeyel sih" Daffa kembali mengangkat tubuh Nadia
Nadia refleks menutup dada nya dengan menyilangkan kedua tangannya.
__ADS_1
"gak usah ditutupi, aku sudah tau semua kok" ucap Daffa menaikkan kedua alisnya.
"ih kan malu..."
Setelah sampai di kamar mandi Daffa menurunkan Nadia di bath up, lalu membantu menggosok badannya.
"Pii.. udah aku bisa sendiri, nanti kalau udah selesai aku panggil"
"Gak papa dong aku kan suami kamu, mulai dari sekarang kamu jangan malu² lagi sama aku ya"
"Tapi..."
Tanpa basa basi Daffa melepaskan pakaian nya dan ikut masuk ke dalam bath up bersama Nadia.
"Pii... mau ngapain"
"gak ngapa-ngapain cuman mau mandi aja bareng kamu". ucap Daffa membalikkan tubuh Nadia hingga posisi Daffa memeluk Nadia dari belakang.
"Pii..."
"sudah diam saja, cuman mandi kok gak akan ngapa-ngapain".
Nadia pun menurut walau di hatinya memang agak risih.
Daffa menggosokkan sabun ke seluruh tubuh Nadia tanpa terlewatkan. Nadia yg kegelian menggeliat hingga membuat Daffa semakin bergairah. Pada Akhirnya Daffa pun menyudahi aktifitas nya, lalu dia berbalik dan menyuruh Nadia menggosok badannya.
Dengan ragu Nadia mulai menggosok² tubuh Daffa. Dan giliran Daffa yg menggeliat merasakan ada sesuatu yg menempel di punggungnya. Daffa bangkit mengangkat Nadia menuju shower untuk membilas badan mereka. Mereka pun saling membersihkan satu sama lain.
Disaat wajah mereka bertemu, Daffa mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Nadia. Daffa pun langsung m*l*m*t bibir merah Nadia yg basah. Lama mereka berc**m*n, akhirnya Daffa mengangkat tubuh Nadia langsung ke tempat tidur dengan keadaan basah-basahan.
Daffa merebahkan tubuh Nadia yg masih basah ke tempat tidur, lalu kemudian menindihnya.
"Pii... mau ngapain...aku masih sakit pii..."
"Gak akan sayang, nanti juga kalau sudah terbiasa gak akan sakit lagi"
__ADS_1
Akhirnya mereka pun melakukan kembali aktifitas seperti malam tadi.