Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 23


__ADS_3

Reifan melihat Daffa dan Nadia yg keluar kamar dengan bergandengan tangan. Sungguh membuat hatinya sangat terbakar,dia pun keluar dan melajukan mobilnya mengikuti kepergian Daffa dan Nadia.


Dilihatnya Daffa dan Nadia sedang asyik jalan² di sebuah mall dan mereka pun tak melepaskan tangannya saling bergandengan.


Karena kesal Reifan memutuskan berhenti mengikuti mereka dan pergi menuju tempat hiburan malam.


Reifan pun memesan minuman beralkohol dan pada akhirnya pulang dengan keadaaan mabuk.


tepat pukul sembilan malam, Reifan tidak pulang ke rumahnya, tapi dia mampir ke kantor ayahnya, hanya sekedar untuk sedikit menjernihkan otaknya yg sedang kacau. Tentu saja keadaan kantor sudah sangat sepi, hanya ada beberapa orang satpam yg berjaga di sana, dan beberapa orang cleaning service yg belum selesai membereskan kantor.


Reifan hendak masuk ke dalam ruangan nya yang dulu pernah ia tempati saat dia menjabat di perusahaan ayah nya ini. Ruangan itu memang sudah lama kosong.


Dan di saat dia sedang berjalan sempoyongan, Reifan ambruk di depan ruangan nya. Dan tidak sengaja ada seorang office girl yg lewat ke arah sana. Dia hendak membantu Reifan, dia melihat ke kanan dan ke kiri melihat² siapa tau ada yg lewat mau membantunya membopong pria yg ambruk di hadapannya ini.

__ADS_1


Namun nihil, tidak ada seorang pun di lantai paling atas ini. Saat OG ini mencoba membantu Reifan berdiri, Reifan dengan setengah sadar memandangi wajah OG tersebut. Di matanya terlihat dia adalah Nadia.


"Nadia apakah ini kamu" racau Reifan.


"Maaf Pak saya bukan Nadia, saya Alya OG di kantor ini Pak".


Reifan bangkit dan langsung menghambur memeluk Alya. "Nadia.... kenapa kamu mengkhianatiku, kenapa kamu menikah dengan kakak ku, kenapa kau semudah itu melupakan ku Nadia" isak Reifan di pelukan Alya.


"Pak saya mohon Pak jangan begini, saya Alya Pak". Alya meronta-ronta berusaha melepaskan pelukan Reifan.


"Pak saya mohon pak biarkan saya pergi". Alya mulai terisak menangis ketakutan.


"Aku tidak akan membiarkan mu meninggalkan ku lagi, kamu akan menjadi milikku seutuhnya".

__ADS_1


"Tidak Pak,,, saya mohon Pak biarkan saya pergi Pak". Nadia pun menangis sejadi-jadinya.


Tapi Reifan malah menyeret Alya masuk ke dalam ruangannya. Lalu Reifan pun mengunci ruangan tersebut. Dengan bringas, Reifan mulai menarik pakaian milik Alya dengan paksa.


Alya terus menangis dan meronta-ronta, tapi dia kalah kuat dengan tenaga yang dimiliki Reifan. Tak butuh waktu lama Reifan melucuti semua pakaian Alya dan melemparkannya ke sembarang arah. Dan tidak butuh lama juga dia melepaskan seluruh pakaian nya.


Reifan mencengkram kedua tangan Alya, dengan rakusnya dia mencium bibir alya dan **********. Alya hanya bisa menangis,berteriak pun ia tak mampu.


Reifan menjelajahi seluruh tubuh Alya dengan mengecup dan menjilatnya bahkan banyak meninggalkan jejak merah sekujur tubuh Alya.


Dan Reifan pun mulai memasukkan kejantanannya ke dalam milik Alya. Dengan sekali hentakan kejantanan nya masuk ke dalam v***** milik Alya. Alya menjerit kesakitan tapi Reifan tidak menghiraukan nya. Reifan terus menerobos keperawanan milik Alya dengan paksa, lalu mengerakkan badannya naik turun.


Alya sudah pasrah dengan semuanya, dia sudah tidak bisa melawan lagi. Dan semakin lama Reifan mempercepat gerakannya dan.... ia mengerang panjang.

__ADS_1


"Aaaaaahhhhhhhhh" erangan Reifan


Reifan ambruk di atas tubuh Alya.


__ADS_2