
Malam hari, seluruh keluarga sudah berada di meja makan, hanya Nadia yang baru keluar dari kamarnya, dia menuruni anak tangga dan langsung menuju meja makan.
"Wah, adikku baru bangun," ucap Rivano
"Kakak, kapan pulang?" tanya Nadia
"tadi siang juga udah pulang."
."kok gak bangunin Nadia sih, ucap Nadia
"Kakak kasihan lihat kamu, mungkin kamu kecapean." ucap Rivano
"Nad, ayo cepetan duduk, dari tadi kamu belum makan loh," ajak Sarah.
"iya kak,"
Hi cintya, hi alex, kok baru ketemu sama aunty sih, sapa Nadia kepada kedua keponakan nya.
"Hi...aunty.... aku tadi siang habis main di rumah Salsa, pas aku pulang aunty nya lg bobo". jawab cintya
"Yah, besok sebelum ayah pulang anterin aku lihat² kampus dulu ya", ucap Nadia
"iya, lagian Ayah belum mau pulang loh, ayah mau ketemu temen Ayah dulu,"
"Teman ayah yg mana yah?, tanya Vano.
"Om Satya, yg dulu sering maen ke rumah kita di Bandung."jawab Ayah.
"Om Satya papanya Daffa bukan Yah?" tanya Vano.
"Iya kak, dulu kamu sering main kalau daffa ikut ke rumah kita di Bandung",, ucap bunda.Tapi Nadia blm lahir waktu itu.
"Aku sering bertemun Daffa disini bun, ya kalau ada meeting dengan perusahaannya Daffa aku pasti ketemu dia."ucap Vano
__ADS_1
"Apa dia sudah menikah?" tanya Bunda.
"Belum bun, dia dulu pernah dikhianati kekasihnya, jadi yang aku dengar sih dia trauma dengan yang namanya "Cinta"," ucap Vano.
"Oh kasihan dia ya, semoga dia segera mendapatkan jodohnya yg lebih baik dari mantan kekasihnya itu," ucap Bunda
"iya....Amin bun, kasihan dia sudah berumur kepala tiga juga belum dapat jodohnya," ucap Vano.
###
Selesai sarapan Ayah mengantarkan Nadia ke kampus nya, karena ini hari pertama, Nadia hanya mengisi berkas2 kepindahan studi nya saja jadi dia tidak lama di kampus. Dan ayah pun menunggu Nadia di parkiran.
"Nak, kamu mau ikut dulu ke rumah teman Ayah tidak?" tanya Ayah.
"Lama gak Yah?"
"nggak cuman silaturahmi saja."
"Yaudah ok aku ikut."
"Mau bertemu siapa ya,"tanya art disana.
"Pak Satya ada?" tanya Ayah.
"Oh kebetulan beliau sedang ada di rumah, mari masuk tuan,"
Ayah dan Nadia langsung masuk dan duduk diruang tamu setelah dipersilahkan duduk.
Tak lama Pak Satya datang dari dalam, dia terkejut ketika melihat siapa yang datang.
"Rendi!!!, seru Satya..
"Satya...jawab Ayah
__ADS_1
Dan mereka saling berpelukan dan berjabat tangan.
"Ya Allah,, ini beneran kan, kok rasanya mimpi kamu mengunjungi rumahku, biasanya kan aku yang selalu memngunjungi dan merepotkan mu." ucap Satya
"iya aku sengaja ingin mengunjungi mu, mumpung aku lagi ada di Jakarta,"ucap Ayah
Besok juga aku kembali ke Bandung, lagian aku datang ke Jakarta cuman nganterin anak bungsuku pindah kuliah kesini.
"Anak bungsumu"
"iya, kenalin ini Nadia anak bungsuku,"ucap Ayah.
"oh cantik sekali anakmu Ren, berapa umurnya, dulu waktu aku sering ke rumah kamu dia blm lahir ya" tanya Satya
"Iya, terakhir kamu ke rumahku waktu Vano kakaknya Nadia umur 10 thn," jawab Ayah
"Oh iya ya, aku baru inget dulu Vano sering main sama Daffa. Cuman Daffa yang suka ikut ke Bandung, anak ku yg kedua dan ketiga gak pernah mau aku ajak pergi.
"Iya, akupun belum pernah lihat anak kamu yg lain selain Daffa."ucap Ayah.
"Hahhhh, sampai sekarang pun kedua anak itu jarang pulang Ren, yg satu sedang mengurus perusahaanku yg di Kalimantan, dan yang satu lagi selalu sibuk nongkrong sama teman²nya. Ya, cuman Daffa yang jarang pergi keluar.
Tak lama kemudian Lidya muncul beserta Art yg membawakan minuman,
"Eh ada tamu." ucap Lisya berbasa-basi.
"Apakabar Lid," tanya Ayah.
"Baik mas." jawab Lidya, eh ini siapa gadis cantik yg bersama mu mas???
"Ini anak bungsu ku Lid," jawab Ayah.
"kenalin saya Nadia, tante," ucap Nadia sambil menyalami Lidya.
__ADS_1
"Wah kamu cantik sekali sayang, tante bakalan seneng deh kalau kamu jadi menantu tante." ucap Lidya tanpa berbasa-basi.
Nadia melohok, terkejut atas perkataan Lidya.