
Di kediaman Satya, di meja makan saat makan malam, Lidya melihat anak sulungnya Daffa senyum² sendiri.
Lidya: kamu kenapa senyum2 sendiri bang?
Daffa: ah tidak mah, abang cuman lagi keingat kejadian lucu saja di kantor.
Lidya: keinget kejadian lucu atau keinget anak nya om Rendi?
Daffa:Apaan sih mah,
Radit: ceritanya abang lagi jatuh cinta nih.
Lidya: iya dek, abangmu lagi jatuh cinta pada pandangan pertama sama anaknya om Rendi.
Radit:Om Rendi siapa mah?
Lidya: Oh iya kamu blm kenal sama om Rendi ya, karena dulu waktu papah kamu mengurus perusahaan uang di Bandung, dan dia sering menginap di rumahnya om Rendi, kamu dan anaknya om Rendi belum lahir.
Radit: Emangnya anaknya Om Rendi umur berapa sekarang?
Lidya: Mungkin dia seumuran kamu dek. Tapi gapapa lah cinta kan gak pandang usia.
Daffa: Apaan sih mah, aku ketuaan lah buat dia. Mana mau dia sama jomblo tua kayak aku gini.
Lidya: Kamu blm tua sayang, tp kamu dewasa, kamu kelihatan cocok loh sama dia. Kalau kamu setuju mamah sama papah akan melamar dia buat kamu bang.
Daffa: gak usah mah, aku yakin dia bakal nolak aku. Dia kan masih muda, perjalanan nya masih panjang. Aku gak mau menjadi penghambat cita² nya.
__ADS_1
Satya: Jangan menyerah sebelum bertempur dong bang, masa anak papah pesimis kayak gitu. Papah akan bicara sama Om Rendi nanti.
Daffa: terserah papah sama mamah saja deh.
Setelah selesai makan, Daffa bergegas pergi menuju kamarnya. Ada perasaan bahagia di hatinya karena ternyata papah dan mamahnya mendukung perasaan nya. Ya, walau dia sendiri belum tau apakah Nadia akan bersedia menerimanya.
###
"Halo, Assalamualaikum Ren ini aku Satya, ada sesuatu yang penting uang mau aku bicarakan sama kamu Ren," ucap Satya tanpa berbasa-basi.
"waalaikumsalam, memangnya ada yng penting apa sampai kamu serius kayak gitu." jawab Rendi.
"Sebenarnya anak aku Daffa menyukai anak kamu Ren, dan aku sekeluarga berniat melamar anak kamu, jika kamu menyetujui nya , minggu depan aku sekeluarga akan pergi ke Bandung.
"Apa?" Jawab Rendi terkejut.
"oh iya gapapa, nanti aku tanyain dulu sama Nadia, kalau Nadia setuju nanti aku hubungi kamu lagi.
"Baiklah kalau begitu, aku tunggu jawaban nya." Kalau begitu aku sudahi ya, assalamualaikum.ucap Satya.
"Waalaikumsalam".jawab Rendi.
###
Setelah menerima telpon dari Satya, Rendi termenung di ruang tv, Indri istrinya datang menghampiri.
"Ayah kenapa, kok melamun."
__ADS_1
"Gapapa bun, cuman tadi Satya nlpon Ayah, dia mau melamar Nadia untuk anaknya".
"Trus ayah jawab apa?".
" Ayah bilang sih mau nanya Nadia nya dulu, bun".
"Tapi sebenarnya Ayah malu Bun, kalau kita sampai menolak lamaran dari keluarga Satya. Dulu dia banyak membantu perusahaan kita yang hampir bangkrut".
"Iya Ayah coba tanyakan dulu ke Nadia nya dong Yah".
"iyah Bun besok Ayah coba tanya Nadia dulu".
###
"Hallo Yah, ada apa ayah telpon malam², tanya Vano yg ditlpon Ayah.
"Ayah lagi bingung Van, keluarga Satya ingin melamar Nadya untuk anak nya".
"melamar untuk Daffa yah".
"iya van, Ayah gak tau gimana cara ngomongnya sama Nadia, Ayah malu sama keluarga mereka kalau ayah harus menolak lamarannya".
"Baiklah Yah, nanti Vano akan coba tanya pelan² sama Nadia".
"Yaudah kalau begitu, Ayah percayakan sama kamu".
"iya Yah, ayah tenang saja".
__ADS_1