Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 37


__ADS_3

Alya tertunduk, tidak di pungkiri semua perkataan Bapaknya memang semua nya benar. Tapi mau bagaimana lagi, Reifan tidak mungkin bertanggung jawab atas kehamilannya saat ini. Karena Alya tau kalau Reifan tidak mencintai nya bahkan belum mengenalnya lebih dalam


Pak Andi pergi meninggalkan Alya dan istrinya di kamar Alya. Dia pergi untuk meredam emosi nya yg sudah mengebu-gebu. Pak Andi pergi ke sebuah Danau yg letaknya tidak begitu jauh dari rumahnya. Dia merenung di tepi danau memikirkan apa yg harus ia lakukan sekarang. Pak Andi tidak ingin anak yg ada di kandungan Alya lahir tanpa Ayah. Apalagi dia berfikir bagaimana nanti respon tetanggan jika kandungan Alya sudah membesar, tp dia blm menikah.


"Tidak... tidak .. cukup dengan kemiskinan ku saja orang² memandangku rendah. Tapi jangan sampai orang² memandang hina keluarga ku. Aku tidak boleh tinggal diam, aku akan pinta pertangung jawaban dari Ayah dari bayi yg Alya kandung.


Pak Andi pun tidak tinggal diam, dia langsung pergi menuju kantor Perusahaan Satya milik papahnya Reifan.


sesampainya di kantor, Pak Andi langsung menuju meja resepsionis.


"Maaf Bu apa Pak Reifan ada di kantor"


"Maaf, apa Bapak sudah punya janji sengan Pak Reifan"


" Belum, tp tolong sampaikan kepadanya kalau ada seseorang yg ingin bertemu dengannya, katakan saja ini sangat penting"


"Baik Pak, ditunggu sebentar ya" salah seorang resepsionis tersebut langsung menhubungi sekertaris Reifan


"Maaf Pak, kata sekertarisnya, Pak Reifansedang tidak ada di ruangan nya. Beliau sedang ada meeting di luar Pak"


"Apa masih lama?"

__ADS_1


"Sepertinya begitu Pak"


"Tapi kalau Bapak berkenan untuk menunggu, silahkan Bapak duduk di sebelah sana" Ucap resepsionis menunjuk kursi di ruang tunggu


"Baiklah saya akan menunggu" ucap Pak Andi


di saat Pak Andi sedang menunggu, dia melihat salah seorang OG yg lewat di depannya.


"Nak, boleh kesini sebentar" tanya Pak Andi kepada OG tersebut


"iya Pak, ada apa?"


"Apa kamu mengenal anak saya... Alya"


"Alya dapat pekerjaan yg lebi dekat dengan rumah, Oh iya Nak, apa kamu tau alamat nya Pak Reifan?" tanya Pak Andi tanpa basa basi


"emh... tau sih Pak, tp Bapak ada keperluan apa ya sama Pak Reifan"


"Tidak ada apa2, hanya ingin bersilaturahmi saja"


OG tersebut memberikan alamat kediaman keluarga Satya kepada Pak Andi.

__ADS_1


"Terimakasih banyak ya Nak"


"iya sama2 Pak"


Sebenarnya OG tetsebut heran sih kenapa Bapak nya Alya menanyakan alamat atasan nya itu.


Karena waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, Pak Andi pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Dia berniat besok saja mendatangi keluarga dari Ayah bayi yg di kandung Alya tersebut.


Pak Andi pun tiba di rumah, dia melihat istrinya yang sedang melamun di ruang tengah.


"Bu kamu tidak apa²" ucap Pak Andi duduk di sebelah Bu Mira


"eh Bapak dari mana saja, ibu khawatir tadi nyuruh Dimas cari Bapak. Tapi Bapak gak ketemu.


"Bapak habis dari kantor ******** itu Bu"


"Pak apa sebaiknya dibicarakan baik² tidak pakai kekerasan"


"nggak Bu, Bapak gak akan pakai kekerasan. Bapak cuman ingin dia tanggung jawab atas perbuatan nya. Tapi kalau dia tidak mau bertanggung jawab, Bapak terpaksa akan melakukan kekerasan.


"Tapi Pak"

__ADS_1


"Sudahlah Bu, Bapak lelah. Lagian besok Bapak akan menemui keluarga mereka jadi Bapak harus kumpulin tenaga buat besok. Pak Andi pun berlalu menuju kamarnya.


__ADS_2