Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 45


__ADS_3

Di lain tempat, Pak Andi sedang marah².


"Pak, sudah dong... Bapak tidak usah mendatangi keluarga Pak Reihan lagi, Alya sudah ikhlas pak walau nantinya Alya harus membesarkan anak Alya sendirian tanpa kehadiran ayahnya". ucap Alya


"Nggak!!! Pokoknya Bapak harus temuin bajingan itu! Dia sudah seenaknya menodai kamu dan sudah seharusnya dia bertanggungjawab atas perbuatannya." jawab Pak Andi


"Tapi Pak...." ucap Bu Mira


"Sudahlah Bu,,, Bapak melakukan ini buat kebaikan keluarga kita juga. Memangnya Ibu mau orang² menilai keluarga kita. Sudah kita miskin, anak kita hamil di luar nikah pula, mau di taruh dimana muka kita Bu!!!


"Maafin Alya Pak.... ini semua kesalahan Alya" lirih Alya


Pak Andi berlalu meninggalkan rumah tanpa menghiraukan Alya.


"Bu... maafin Alya bu...." Alya memeluk ibu nya


"Sudah nak, semua nya sudah terjadi.. sekarang lebih baik kamu ambil wudhu trus kamu sholat minta petunjuk kepada Sang Pencipta"


"Iya Bu..."


###


Pak Andi sampai di gerbang rumah keluarga Satya.


"Maaf Pak... dengan bapak siapa ya... dan mau bertemu dengan siapa? tanya Pak Jajang satpam di rumah keluarga Satya


"Apa Pak Reihan ada di rumah?" tanya Pak Andi


"Oh kalau Pak Reihan sedang berada di kantor Pak, tapi Kalau Pak Satya sedang ada di rumah"


"Ya sudah bilang saja kepada majikan mu, aku ingin bertemu"


"Tapi kalau boleh tau Bapak ada keperluan apa ya?


"Sudah sebutkan saja pada tuan rumahmu kalau ada seseorang yg ingin bertemu mau membicarakan hal yang sangat penting".


"Baik saya sampaikan dulu kepada Pak Satya"


Pak Jajang pun berlalu meninggalkan Pak Andi di gerbang dan masuk ke dalam rumah.


"Maaf Pak, ada yg ingin bertemu dengan Bapak di luar" ucap Pak Jajang kepada Pak Satya yg sedang membaca koran di halaman belakang.


"Siapa?" tanya Pak Satya

__ADS_1


"Tidak tau Pak, tadi saya tanyakan namanya beliau bilang ingin membicarakan hal penting dengan Anda Pak"


"Ya sudah kamu suruh masuk saja"


"Baik Pak" Pak Jajang berlalu meninggalkan Pak Satya kemudian menghampiri Pak Andi


"Pak...silahkan masuk, Pak Satya menunggu di ruang tamu" ucap Pak Jajang lalu mengantar Pak Andi menuju ruang tamu


"Maaf dengan siapa ya" tanya Pak Satya ada hal penting apa yang ingin anda sampaikan kepada saya" tanya Pak Satya


"Maaf Pak atas kelancangan saya datang kemari, sebenarnya sudah beberapa hari ini saya datang kesini namun pemilik rumah ini selalu tidak ada. Saya sangat senang hari ini bisa bertemu dengan Anda"


"Memangnya ada hal penting apa ya, sampai anda bolak balik mencari saya?"


"Sebenarnya saya ada perlu dengan Pak Reihan, namun susah sekali bertemu dengan dia. Karena sekarang saya bertemu dengan anda, maka saya sampaikan kepada anda saja." ucap Pak Andi. Baiklah saya tidak akan berbasa-basi, saya datang kesini ingin meminta pertanggungjawaban dari anak bapak"


"Pertanggungjawaban? Maksudnya??? Pak Satya Heran


"Pak Reihan, putra Bapak telah menghamili anak saya. Maka dari itu saya ingin putra Bapak mempertanggungjawabkan perbuatannya."


"APA!!! Pak Satya refleks berdiri karena kaget. Nggak Mungkin!!!!


"Silahkan tanyakan sendiri kepada putra Bapak".


"Nggak...nggak mungkin anak saya melakukan itu....itu fitnah...." teriak Lidya yg tidak sengaja mendengar semua percakapan suaminya dengan tamunya itu. "Pah....itu semua gak bener kan Pah... orang ini pasti sudah memfitnah anak kita.. " lirih Lidya.


"Maaf Pak, sebaiknya anda hubungi putra Bapak dan minta penjelasan darinya" ucap Pak Andi


Satya pun mengambil ponselnya dari saku celananya,lalu menghubungi Reihan.


"Hallo Rei.. kamu sedang dmn?"


"Rei lagi di kantor Pah,, ada apa ya?"


"Sekarang juga kamu pulang ke rumah, ada sesuatu yg ingin Papah sampaikan"


"Sesuatu apa Pah?"


"Sudah jangan banyak tanya, kamu pulang saja sekarang"


"Ah iya Pah...Rei pulang sebentar lagi"


"Sekarang!!!!"

__ADS_1


"Iya...iya Pah..."


Akhirnya Reifan pun pulang dari kantornya lalu pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, Satya tidak berbasa-basi kepada Reifan.


"Rei... apa benar kamu sudah menghamili anak dari Bapak ini" Tunjuk Satya kepada Pak Andi


"Emangnya dia siapa Pah?" tanya Reifan heran


"Harusnya Papah yg nanya dia ini siapa, dan apa benar kamu telah menghamili anaknya?"


"Maaf Pah, Reifan gak ngerti pah. Lagian Rei gak menghamili siapa². jawab Reifan dengan entengnya


"HEHHHHH!!!! Kamu itu sudah menghamili anak saya, sekarang gak mau ngaku lagi...."


"Maaf Pak, saya tidak mengerti apa yg di bicarakan sama Bapak"


"Jangan pura² bodoh kamu!!! Apa kamu ingat sama seorang OG yg sudah kamu nodai?...Sekarang dia itu sedang mengandung anak kamu!"


"Maksud Bapak.... Alya?


"Iya ...dia anak ku yg sudah kau nodai dan ternyata dia sekarang mengandung anak kamu!!"


"Apa benar itu Rei?" tanya Lidya


Reifan termenung, dia mengingat kejadian waktu itu lalu dia terkulai lemas di sofa dan mengacak rambutnya.


"Rei...jawab dong Rei...itu semua gak bener kan?" Lidya mengguncang² tubuh Reifan.


Reifan mengusap kasar wajahnya, lalu menatap wajah mamahnya.


"Maafin Rei...Mah"


PLak!!!! Pak Satya menampar wajah Reifan. Kamu!!!! benar² sudah mencoreng nama baik keluarga kita"


"Jadi beneran kamu menghamili anak nya" tanya Lidya


Reifan mengangguk lemas.


"Nggak Rei.... itu pasti gak benar, mana mungkin itu anak kamu. Siapa tau saja itu anak orang lain, dan mereka ingin menjebak kamu"


"Maksud Ibu apa ya?. Apa Ibu menganggap kami sehina itu hingga anda menuduh kami yg menjebak putra Ibu?

__ADS_1


"Ya siapa tau aja, anak Bapak menjebak anak saya demi mendapatkan kekayaan kami". tuduh Lidya.


"Maaf ya Pak,Bu... saya datang kesini baik² hanya untuk meminta pertangungjawaban dari putra Bapak dan Ibu. Tapi kalau putra Bapak dan Ibu tidak mau bertanggungjawab, ya sudah saya terima. Tapi saya mohon Anda semua jangan menghina keluarga saya, apalagi putri saya. Saya sama sekali tidak menginginkan harta Anda. Sekarang daripada saya harus terus menerus mengemis pertangungjawaban dari putra Ibu dan Bapak, lebih baik putri saya melahirkan dan membesarkan anaknya sendiri. Karena saya juga sebagai orangtua, akan bertanggung jawab penuh buat anak dan cucu saya kelak. Tapi buat anda Pak Reifan yg terhormat jangan harap anda bisa bertemu dengan anak anda sampai kapan pun.Camkan itu!!! Maaf saya permisi, Assalamualaikum". ucap Pak Andi panjang lebar lalu berlalu pergi meninggalkan kediaman Satya.


__ADS_2