Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 48


__ADS_3

"Apa ini semua salah Nadia?" gumam Nadia


"Nggak sayang..ini semua salah Mamah yg sudah terburu² menikahkan kamu dengan Daffa. Kalau saja waktu itu mamah tau semuanya, mungkin Mamah tidak akan menjodohkan mu dengan Daffa"


"Mah... Nadia tidak menyesal kok menikah dengan kak Daffa. Mungkin ini semua sudah jalanNya. Mamah bisa lihat Nadia sekarang sangat bahagia dengan kak Daffa. Dan insyallah dengan Rei menikah dengan gadis itu, Rei bisa melupakan Nadia".


"Iya sayang.. Mamah juga berfikir begitu".


"Ya sudah... Sekarang kita makan dulu ya Mah.. tadi Nadia sudah masak seadanya".


"iya Sayang.. mamah ke kamar mandi sebentar ya"


"Iya Mah"


Nadia pun bergegas ke dapur guna menyiapkan makan malam. Tanpa ia sadari ada seseorang yg memeluknya di belakang.


"Pii... geli ih" Nadia menggeliat ketika Daffa mencium tengkuk lehernya.


Daffa tidak melepaskan Nadia. Dia malah mendekapnya erat dan terus menciumi tengkuk hingga pundak Nadia.


Tanpa mereka sadari Lidya yg sudah dari kamar mandi melihat kejadian itu.


"Alhamdulillah Ya Allah... Daffa ternyata memang bahagia bersama Nadia. Aku nggak boleh menceritakan kisah antara Nadia dengan Rei di masa lalu nya kepada Daffa." gumam Lidya


"Pii...malu ih..." Ucap Nadia


"Malu sama siapa sih, kita kan cuman berdua" bisik Daffa di telinga Nadia


"ekhem..." Lidya berdehem


"Mamah... kok ada di sini" ucap Daffa kaget dengan refleks melepaskan pelukannya.


"Kalian ya... mentang² pengantin baru, sampe gak nyadar kalo ada Mamah disini".

__ADS_1


"Daffa gak tau kalau Mamah ada disini"


Daffa menggaruk tengkuknya yg tidak gatal


"makan malam sudah siap... yok kita makan" Ajak Nadia


Di meja makan....


"Mah... Mamah kesini sama siapa? Kok tumben kesini tanpa ngasih kabar dulu" tanya Daffa


"Mamah kesini di anter sama mang jajang, sebenarnya ada yg mau Mamah omongin sama kamu Bang.." jawab Mamah. Tapi nanti ya kita bicara nya setelah selesai makan.


Akhirnya suasana di meja makan terasa hening. Stelah makan malam selesai, Daffa mengajak Mamahnya ke ruang keluarga yg ada di lantai atas. Sementara Nadia membereskan meja makan.


"Mah, ada apa sebenarnya? Daffa tau kalau Mamah sedang ada masalah".


Akhirnya Lidya pun mulai menceritakan semua nya kepada Daffa, kecuali tentang masalalu Nadia dengan Reifan.


"Entahlah Bang... Mamah juga tidak mengerti, Rei bilang dia melakukan nya karena sedang mabuk"


"Mabuk? Bagaimana Bisa? Setau ku.. Rei bukan seorang pemabuk. Jadi apa rencana selanjutnya Mah?


"Ya Mamah berencana menikahkan Rei dengan gadis itu, dan besok kita akan berangkat melamarnya. Apa kamu mau ikut Bang? tanya Mamah


"Emh Sepertinya Daffa gak bisa Mah, besok Daffa ada meeting yg tidak bisa diwakilkan. Acara nya mendadak sih, tp kalau nanti pas acara nikahan nya Daffa usahain untuk datang".


"Ya sudah, biar besok cukup Mamah ,Papah sama Rei aja yg berangkat".


"Mamah sekarang nginep disini ya, udah malam soalnya" ucap Nadia yg baru selesai membereskan tempat makan dan membawa camilan kesana


"Iya Mah, lebih baik sekarang istirahat biar besok pagi Daffa yg anterin Mamah pulang"


sambung Daffa

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kamu tlpon Papah kamu dulu biar dia nggak khawatir" ucap Mamah


"iya Mah nanti Daffa tlpon Papah"


Pada akhirnya Lidya pun menginap di rumah Nadia


"Mii.. temenin Mamah dulu ya, Pii mau ke ruang kerja dulu sebentar ada file yg harus di kirim ke Doni lewat email dulu."


"iya Pii..."


Daffa pun meninggalkan Mamahnya bersama Nadia


" Mah... kenapa Mamah tidak menceritakan semuanya kepada kak Daffa? tanya Nadia


"Mamah tidak mau merusak kebahagiaan kalian. Biarlah Rei menjadi masalalu mu dan Daffa menjadi masadepanmu"


"iya Mah"


"Sayang... Apaboleh Mamah menanyakan sesuatu?"


"Emh boleh... memangnya Mamah mau nanya apa?".


"Apa kamu menyayangi Daffa? tanya Mamah


Nadia terlonjak " emh... kalau di bilang sayang.... Nadia sih sayang sama kak Daffa, Nadia juga tidak mau kehilangan Kak Daffa, tapi Nadia tidak tau rasa apa yg ada di hati Nadia saat ini Mah".


"Tidak apa² nanti juga lambat laun kalian akan saling mencintai. Sekarang kamu istirahat gih, Mamah juga sudah lelah mau istirahat mau tidur udah ngantuk".


"Iya Mah, kalau begitu Nadia pamit ke kamar duluan ya Mah".


"iya sayang... selamat malam"


"selamat malam juga Mah"

__ADS_1


__ADS_2