
Setelah selesai sarapan, Daffa dan Nadia kembali ke kamar mereka.
"Aku berangkat dulu ya, kamu baik2 ya di rumah aku gak akan lama kok". Ucap Daffa sambil mengusap pipi Nadia dan mengecup keningnya.
"iya kak" jawab Nadia sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
Kemudia Nadia menyalami tangan Daffa.
Sepeninggalan Daffa, Nadia duduk di sofa dan mengambil ponselnya dan melakukan panggilan ke Vano kakaknya.
"Hallo kak, koper aku ketinggalan di mobil Ayah, apa kakak bisa anterin ke rumah kak Daffa?" tanya Nadia.
"Kalau sekarang gak bisa Nad, kakak ada meeting nanti siang, Ayah sama Bunda juga lagi sibuk packing mau pulang ke Bandung" jawab Vano.
"Trus baju aku gimana?" aku gak ada baju ganti disini.
"Yaudah gak usah pake baju, Daffa juga gak akan marah kok kalau kamu gak pake baju malah dia akan senang sekali" goda Vano.
"Aaahhhh kakak...!!!! Apaan sih!!!!"
"Iya...iya nanti sore sepulang dari kantor kakak semepetin dulu kesana".
"Kok nanti sore sih, trus aku bagaimana?"
__ADS_1
"Kamu sekarang pakai apa?"
"Pake baju Kak Daffa"
"Yaudah kalau masih pake baju ya sabar aja, cuman nunggu sampe sore juga".
"Yaudah deh, aku tutup dulu tlponnya, aku mau tidur lagi aku masih ngantuk".
"Masih ngantuk???, Pasti semalam kalian begadang ya??"
"Apaan sih kak, aku ngantuk tuh karena acara resepsi kemaren yg melelahkan!!"
"Yaudah terserah kamu deh"
Dan Nadia pun mengakhiri panggilan dengan kakaknya." Dasar gak jelas" umpat Nadia setelah menutup tlponnya.
Tok...tok...tok...
"Siapa?" tanya Nadia karena takut yg masuk itu Radit atau Reifan.
"Ini mamah sayang".
"oh iya masuk mah, gak di kunci kok".
__ADS_1
Lidya pun masuk ke kamar Nadia dan menghampiri Nadia yg sedang duduk di sofa.
"Nak, mamah mau ke supermarket mau belanja bulanan bersama bi nuni salah satu art dirumah ini. Apa kamu mau ikut?"
"Gak ah mah aku lelah mau tidur aja, gapapa kan mah".
"iya gapapa mamah ngerti kok pengantin baru pasti lelah karena semalaman bergadang ya" goda lidya.
"ih mamah apaan sih" malu Nadia hingga pipinya merah.
"Ya sudah mamah berangkat dulu ya kalau ada yg kamu butuhkan ada bi sumi di belakang sedang mengurus tanaman.
"iya mah".
Nadia merbahkan dirinya di kasur, dia berniat ingin istirahat. Namun matanya tidak bisa terpejam mungkin karena Nadia belum terbiasa tidur di kamar ini. Akhirnya Nadia memutuskan untuk bangun dan ingin pergi ke taman belakang ingin melihat bi Sumi yg sedang mengurus tanaman mertua nya itu.
Nadia berjalan keluar kamar, dan disaat sedang berjalan ada yg mendekapnya dari belakang. Nadia kaget dan langsung membalikkan badan. Disaat Nadia ingin berteriak pria itu langsung membekap mulut Nadia dengan tangannya dan membawa Nadia ke dalam kamarnya lalu menguncinya.
Ya...pria itu adalah Reifan. Lalu Nadia dihempaskan di atas kasur. Kemudian Reifan menindih tubuh Nadia. Nadia memberontak, tapi apa daya tenaga Reifan sangat kuat, satu tangan nya memegang kedua tangan Nadia, dan satu lagi di pakai untuk membekam mulut Nadia.
"Kenapa kau lakukan ini! Kenapa kau tega mengkhianati aku! kenapa....kenapa???? hah jelaskan!!!! Racau Reifan di atas tubuh Nadia.
Nadia hanya bisa menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
"Kau hanya milikku, tubuhmu seharusnya menjadi millikku bukan untuk kakakku!!! Reifan pun mulai menciumi dan menjilati leher Nadia. Nadia hanya bisa meronta² dan menangis, dan disaat Reifan ingin membuka kancing baju Nadia, kedua tangan Nadia terlepas dan ini kesempatan Nadia untuk melarikan diri. Nadia berusaha melepaskan tangan Reifan yg membungkam mulutnya, namun tidak bisa dan pada akhirnya Nadia pun menggigit tangan Reifan dengan sekuat tenaga.
Reifan terlonjak dia mengangkat tangannya ug kesakitan lalu mengibaskannya. Ini kesempatan Nadia untuk lari dari Reifan.