Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 30


__ADS_3

Sebenarnya dari restauran Daffa berniat menjemput Nadia di kampus nya. Namun, Daffa teringat kalau 2 hari lagi Nadia berulang tahun. Jadi Daffa berniat akan mendiskusikan nya dengan mamahnya.


Sesampainya di rumah, Daffa langsung menemui mamahnya yg sedang berada di halaman belakang.


"Abang kok tumben jam segini sudah pulang?"tanya mamah


"Daffa ada perlu sama mamah"


"Memang nya ada perlu apa sih bang, kok serius amat"


"Mah,, 2 hari lagi Nadia berulang tahun dan Daffa berniat akan menghadiahkan rumah Daffa untuk Nadia, menurut mamah bagaimana?"


"Ide bagus sih...tapi itu berarti kalian akan meninggalkan mamah dong"


"Tapi kan mah jarak rumah Daffa sama Rumah ini gak begitu jauh, mamah kan bisa main ke rumah Daffa, atau Daffa sama Nadia akan sering² main kesini."


"Trus rencana kamu apa, Bang?


"Rencana aku sih,,, mamah sama papah dan juga ayah sama bunda besok lusa harus ada di rumah aku menyambut Nadia"


"Baiklah kalau itu rencana kamu, mamah ikut ajah. Jangan lupa kamu hubungi ayah Rendi, bang"


"Iya mah"

__ADS_1


###


Di kampus, Nadia dan kedua temannya baru keluar dari kelas. Vina mengajak Nadia kerumahnya karena ingin tau kejadian sebenarnya tentang apa yg terjadi antara Nadia, Radit dan Daffa.


"Nad, kamu kan tadi udah janji mau ceritain semuanya sama kita. Gimana kalau kita ngobrol nya dirumah aku aja, orangtua ku lagi gak ada." ucap Vina


"Ya udah aku minta izin dulu sama Kak Daffa ya" jawab Nadia.


Nadia pun mengirimkan pesan meminta izin kepada Daffa. Nadia bilang ada tugas kuliah yg harus di selesaikan bersama temannya. Daffa mengizinkan nya.


Sesampainya di rumah Vina, Nadia pun menceritakan kejadian sebenarnya. Dari awal hubungan nya dengan Reifan dan perjodohan nya dengan Daffa begitu pula alasan penolakannya terhadap Radit.


"Ya Allah.... Nadia hidup kamu ternyata begitu rumit" ucap Rani


Nadia pun mengangguk, mengiyakan pertanyaan kedua temannya itu.


"apa kak Daffa tau kalau kedua adiknya mencintai kamu?" tanya Vina


"nggak" Nadia pun menggelengkan kepala nya."Hanya dessy sama gista yg tau, bahkan ayah sama bunda pun gak tau".


"trus... apa kamu masih mencintai kak Rei?" tanya Rani


"entahlah... sejak aku menikah sama kak Daffa, aku jarang ketemu sama dia, sekalipun ketemu aku merasa takut". Nadia membayangkan yg terjadi waktu itu.

__ADS_1


"Kenapa takut" tanya Vina


"nggak tau... pokoknya sekarang aku gak mau ketemu sama dia" Nadia tidak berani menceritakan Aib dari Reifan yg dulu hampir saja merenggut kehormatannya. Biar dia simpan baik² sendiri menjadi kenangan pahit baginya.


Setelah sholat ashar dirumah Vina, Nadia pun pamit pulang karena tidak mau pulang ke maleman. Nadia pun pulang menggunakan taxi online yg sudah di pesannya.


"Assalamualaikum mah" salam Nadia kepada mertuanya


"Waalaikumsalam sayang, tumben kamu pulangnya sore". tanya mamah


"Iya mah tadi aku ngerjain tugas dulu di rumah teman. Mah aku mau mandi dulu ya mah gerah nih badan aku rasanya lengket banget".


"Iya sayang"


Nadia pun pergi menuju kamarnya. Di kamar, Daffa sedang berkutat dengan laptopnya karena walau sedang berada di rumah pun Daffa tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.


Nadia masuk ke dalam kamar dan tidak menyadari kalau Daffa sedang duduk di sofa.


Setelah menyimpan tasnya ke dalam lemari khusud tas, Nadia langsung menuju kamar mandi. Daffa pun keheranan melihat Nadia yg berlalu tanpa menyapa nya.


"Apa dia benar² tidak melihatku?" Daffa mengernyit heran, kemudian dia kembali fokus pada laptopnya.


Setengah jam berlalu Nadia pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe nya. Nadia masih belum menyadari keberadaan Daffa, karena dia langsung fokus berjalan menuju lemari nya. Daffa hanya terdiam melihat Nadia meneringkan rambutnya dengan handuk kecil yg ada di kepalanya, kemudian ia membuka bathrobe nya dan mengambil pakaian dari dalam lemari. Daffa yg melihat dari kejauhan terlonjak kaget ketika melihat Nadia polos tanpa sehelai benang pun yg di kenakannya. Nadia masih fokus mengenakan pakaiannya, hingga setelah selesai berpakaian, Nadia menyimpan handuk basah ke keranjang cucian dan langsung menuju meja riasnya.

__ADS_1


__ADS_2