
Pagi hari Nadia terbangun dari tidurnya. Dia melihat ke samping ternyata ada seseorang yg sedari tadi memperhatikannya saat dia sedang tertidur.
"Morning kiss" ucap Daffa mengecup kilas bibir Nadia
"iiih ngagetin aja sih"
Daffa hanya tersenyum kepada Nadia. " Ayo bangun kita sholat subuh dulu, habis itu kita siap²".
"Siap² kemana"
"kita akan liburan"
"Liburan?"
"iya"
"tapi kan Pii... aku harus kuliah, kemarin aku udah izin, masa aku harus izin lagi hari ini..."
"Aku kemarin ke kampus kamu buat minta izin satu minggu sama dosen kamu"
" Satu minggu? Memangnya kita mau kemana sih"
"Rahasia dong kalau aku kasih tau gak surprise dong, Ayo kita sholat subuh dulu"
Nadia pun bangun menurut saja dengan apa yang di katakan Daffa. Setelah melaksanakan kewajiban nya mereka pun bersiap-siap.
Nadia keluar duluan dari kamarnya. Tapi Nadia heran di rumah tidak ada siapa².
"Bi, orang² pada kemana? kok tumben sepi banget di rumah"
"oh iya Non, Ibu sama Bapak ke luar kota sedang ada keperluan katanya kalau Mas Reifan sudah pergi ke kantor dan Mas Radit semalam dia tidak pulang katanya menginap di rumah teman nya"
__ADS_1
"Oh... ya sudah bi tolong siapin sarapan buat aku sama kak Daffa aja ya bi
"baik Non"
Nadia dan Daffa pun hanya sarapan berdua.
"Sepi ya kalau yg sarapan cuman kita berdua" ucap Nadia memecah keheningan
"Makanya kamu cepetan hamil dong trus punya anak banyak, biar rumah kita nanti rame"
"Apaan sih Pii... anak dari mana coba,,"
"Ya secepatnya kita bikin"
"Iihhh apaan sih, lagian emangnya aku ini kucing apa harus punya anak banyak"
Daffa hanya tersenyum melihat Nadia cemberut.
Sesampainya di tempat tujuan, Nadia bengong menatap Daffa yg menepikan mobilnya di garasi sebuah Rumah yang cukup besar, ya walau tak sebesar rumah mertuanya. Tapi rumah ini lebih besar kalau di bandingkan dengan rumah Ayah sama Bundanya di Bandung.
"Pii... ini rumah siapa, kenapa kita berhenti disini"
Daffa tidak menjawabnya tapi Daffa malah menarik lengan Nadia untuk berjalan masuk menuju pintu rumah tersebut.
Daffa membuka pintu rumahnya dan...
"Surprise......." suara dari dalam rumah mengejutkan Nadia.
"Pii... ini apa? tanya Nadia terheran-heran
"Ini kejutan buat kamu sayang... Happy Birthday Mii...." ucap Daffa merangkul Nadia dan mengecup keningnya.
__ADS_1
"Pii... kok kamu bisa tau ulangtahun ku sih? aku aja sama sekali tidak mengingat nya" ucap Nadia terharu.
"Iya dong masa sama ulangtahun istriku saja tidak tahu"
Daffa menarik tangan tangan Nadia membawa nya ke dalam rumah.
"Ayah, Bunda, kalian kenapa gak ngabarin aku dulu, kalau mau kesini" tanya Nadia heran.
"Sayang,, ini semua rencana nya Daffa buat ngasih kejutan sama kamu" jawab Bunda
Nadia menatap Daffa, dan berjalan menghampiri nya.
"Makasih Pi" ucapnya sambil memeluk Daffa.
"Sama²" Daffa membalas pelukan Nadia. "Oh iya, ini kado dariku" ucap Daffa menyodorkan amplop kertas berwarna coklat.
"Ini apa? tanya Nadia menatap Daffa, lalu melihat ke sekeliling orang yg ada di sana.
"Buka saja" jawab Daffa
Nadia pun membuka amplop tersebut, dan mengambil beberapa berkas di dalam nya.
"Ini berkas apa?"
"itu Akta rumah ini, coba lihat itu atas nama kamu"
"Benarkah" Nadia tidak percaya.
"Lihat saja sendiri itu ada nama kamu disitu" tunjuk Daffa ke berkas yg sedang di pegang Nadia.
"Pii...." Nadia menangis terharu memeluk tubuh Daffa. "Kenapa sih Pii,, kamu baik banget sama aku,, padahal aku kan sama sekali belum pernah menjadi istri yg baik buat kamu" bisik Nadia di pelikan Daffa.
__ADS_1
"Aku akan memberikan semua nya untukmu, semua yg kamu inginkan aku akan berusaha mengabulkan nya" jawab Daffa di pelukan Nadia