
Nadia semakin terisak mendengar ucapan Daffa. Daffa melonggarkan pelukan nya, dia menarik dagu milik Nadia dan menatapnya.
"Sudah yah jangan menangis, nanti make up kamu luntur" canda Daffa
"iiih apaan sih" Nadia tertawa
"Ayo kita rayakan ulangtahun mu bersama keluarga besar kita". Nadia pun mengangguk mengiyakan ajakan Daffa.
Semua keluarga mereka sudah menunggu di meja makan. Selain Ayah,Bunda,Papa,Mamah di sana juga ada Vano dengan istrinya Sarah. Juga ada kedua teman nya dari Bandung Dessy dan Gista. Teman kuliah nya Vina dan Rani pun turut hadir di sana, karena kemarin Daffa mengundang mereka.
"Loh kok Radit sama Reifan belum datang ua mah". tanya Daffa
"Radit mungkin nanti siang habis pulang kuliah dia kesini nya, kalau Reifan katanya gak bisa datang karena ada meeting penting katanya" jawab Mamah
"Oh ya sudah kita mulai acara sekarang ya" ucap Daffa menyalakan lilin ulang tahun di kue tart yg sudah ada di meja makan berukuran besar tersebut.
__ADS_1
Di meja makan juga sudah ada nasi kuning beserta lauk pauk nya yg sudah di sediakan asisten rumah tangga di sana.
Mereka semua pun menyanyikan lagu selamat ulangtahun buat Nadia. Terlihat Nadia sangat bahagia karena di hari ulangtahunnya ini bisa berkumpul dengan keluarga besar nya . Apalagi tahun ini Nadia ada keluarga baru dari suaminya.
"Make a wish" titah Daffa sebelum Nadia meniup lilinnya.
Nadia menatap Daffa kemudian menatap semua orang yg berada di meja makan. Kemudian Nadia memanjatkan do'a nya di dalam hati.
"Ya Allah apakah ini jawaban dari semua do'a2 ku? Apakah kak Daffa adalah benar² jodohku? kalau itu benar aku mohon Engkau buka'kan hati ku untuk nya..." Amiin... Nadia mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Setelah selesai makan, semua keluarga berbincang-bincang di ruang keluarga. Sementara itu Daffa mengajak Nadia ke lantai atas menuju kamar mereka.
Nadia sungguh tercengang melihat isi kamarnya yang sangat besar bahkan lebih besar dari kamar Daffa di rumah mertuanya.
"Apa ini kamar kita?" tanya Nadia
__ADS_1
Daffa hanya mengangguk dan tersenyum. Kemudian Daffa membawa Nadia ke meja Rias yg sangat besar sebelah tempat tidur. Daffa mendudukkan Nadia di kursi yg ada di depan meja rias tersebut.
"Aku punya 1 hadiah lagi buat kamu" ucap Daffa
"Apa"
Kamu tutup mata dulu ya. Kemudian Nadia pun menutup matanya. Daffa mengambil sebuah kotak kecil di saku celana nya dan membuka isinya lalu memakaikan nya di leher Nadia. Nadia yg kaget, refleks membuka matanya dan melihat hadiah yg sedang di pasangkan Daffa di lehernya.
"Apa kamu suka" tanya Daffa
Nadia mengangguk dan menatap Daffa lewat cermin. Dilihatnya sebuah kalung emas putih berliontin inisial D&N yg artinya Daffa&Nadia. "Pii... terimakasih banyak" Nadia berdiri dan berbalik memeluk Daffa. Daffa melonggarkan pelukannya menarik dagu Nadia dan langsung mencium bibir milik Nadia. Nadia yg kaget hendak mendorong Daffa, tapi Daffa menarik tengkuk leher Nadia hingga Nadia pun pasrah menerima nya. Lama... Nadia tidak membalas ciuman nya, kemudian Daffa sedikit menggigit bibir Nadia hingga Nadia membuka mulutnya membuat Daffa semakin leluasa menjulurkan lidahnya ke dalam mulut Nadia. Semakin lama mereka berciuman, akhirnya Nadia pun pandai membalas ciuman Daffa dengan saling ******* bibir satu sama lain.
"Nadia terengos-engos kehabisan nafas, Daffa pun memundurkan wajahnya lalu menatap mata Nadia yg masih terpejam lalu Daffa menatap bibir Nadia yg basah bekas ciuman mereka. Daffa pun mengelap bibir Nadia dengan tangan nya, Nadia pun membuka matanya lalu refleks Nadia pun mengelap bibir Daffa dengan tangan nya.
Kemudian Daffa mengecup kilas bibir Nadia dan memeluknya.
__ADS_1
" Ayo kita keluar, semua orang di bawah pasti sedang menunggu kita" ajak Daffa