Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 41


__ADS_3

"Emang ada apa sih antara kamu dengan Radit?" tanya Gista


"Dulu tuh pas waktu aku awal masuk kuliah, dia nembak aku san aku nggak tau kalau dia itu adiknya Kak Daffa. Aku tau itu waktu pas hari pernikahanku".


" Jadi pas hari pernikahanmu waktu itu, kamu baru tau kalau Kak Rei dan Radit adalah adiknya Kak Daffa?" tanya Dessy


"Heemh"


"Maksud kamu gimana Nad? Jadi ketiga adik kakak itu menyukai satu wanita yg sama? " tanya kak Sarah.


"Iya kak" jawab Nadia lesu


"kok bisa? tanya kak Sarah kembali


" ceritanya panjang kak" Nadia menjelaskan kepada kakak iparnya cerita tentang kisah cinta nya dari awal bertemu dengan Reifan hingga pernikahan nya dengan Daffa.


" Ya Allah... Nad... kakak baru tau kalau kisah cinta kamu serumit itu. Apa kak Vano tau tentang semua itu? terus Ayah sama Bunda gimana? tanya kak Sarah


Nadia pun menggelengkan kepalanya.


"Ayah sama Bunda, bahkan kak Vano gak tau kak karena aku gak pernah cerita sama mereka. Kak Sarah tau sendiri kan Ayah sama Bunda bagaimana? Mereka selalu melarang aku buat pacaran. Jadi waktu aku pacaran sama Kak Rei tuh aku sembunyi-sembunyi. Eh tau2 malah aku di jodohin sama Kak Daffa."


"Rencana Tuhan tidak ada yg tau Nad. Dari ketiga laki² itu, mungkin Daffa lah yg terbaik untuk kamu, itu lah takdir kamu sekarang Nad. Tugas kamu berpasrah kepada Tuhan dan menerima Daffa sebagai suami kamu seutuhnya. Karena lihat saja oleh kamu begitu perhatiannya Daffa sama kamu, Padahal dia itu dulu adalah pria dingin. semenjak kejadian 5 tahun lalu, Daffa berubah menjadi seorang pria pendiam, mudah marah, cuek terhadap keluarganya bahkan kalau ada wanita yg mendekatinya, dia selalu menolak mentah² wanita tersebut".

__ADS_1


"Memangnya ada kejadian apa 5 tahun yg lalu"? tanya Nadia


"5 tahun yg lalu, Daffa itu punya seorang kekasih bernama Arumi. Mereka sudah merencanakan pernikahan mereka. Tapi sebelum menikah Arumi mempunyai keinginan yaitu kalau sudah menikah dia akan tetap berkarir dan tidak mau menjadi ibu rumah tangga seperti wanita pada umumnya. Tapi Daffa tidak setuju, karena Daffa menikah ingin hidup bahagia mempunyai keluarga yang sesungguhnya, Daffa tidak mau saat dia pulang kerja, istrinya tidak ada di rumah. Maka dari itu Daffa melarangnya untuk berkarir, namun Arumi malah membantahnya dia pergi meninggalkan Daffa ke luar negri untuk mengejar impian nya. Bahkan tidak ada kata perpisahan buat Daffa. Itulah yg buat Daffa down pada saat itu. Daffa berubah menjadi pria yang sangat dingin."jelas Kak Sarah


"Jadi Kak Daffa gak mau punya istri yg berkarir gitu? Tapi aku juga kan setelah lulus kuliah ingin berkarir juga"


"Asal kamu bisa membagi waktumu dengan keluarga saja, Nad... Pasti Daffa mengizinkan. Karena dulu Arumi kalau sudah fokus pada pekerjaan, dia suka melupakan semuanya. Di telpon gak di angkat, di chat gak di balas dan itu yg membuat Daffa tidak suka Arumi berkarir".


"Tapi Kak Daffa sama aku beda ya, waktu sebelum nikah aku minta izin buat kuliah lagi, dia gak ngelarang"


"Karena Daffa tau kamu tidak seperti Arumi yg akan melupakan nya di saat dirinya sedang tidak bersamamu.


"Kak Sarah kok tau semua cerita nya sih? tanya Nadia heran


" Iya dong Nad, Daffa kan teman nya kakak kamu dan Arumi itu teman sekolah nya kak Sarah"


" Iya Nad, dulu Arumi adalah teman baik kak Sarah, Namun setelah kepergian nya ke luar negri hubungan kita terputus, gak ada kabar sama sekali dari dia. Dan Sebenarnya dulu kak Sarah juga berkarir Nad, tapi setelah cintya berumur 1 tahun, kakak berhenti. Kakak sadar kalau keluarga adalah no.1, buat apa kakak terus mengejar karir sementara suami dan anak tidak terurus. Maka dari itu kakak berhenti bekerja dan fokus sama keluarga".


"Tapi kak, 2 bulan lagi aku lulus dan setelah wisuda aku juga ingin merasakan dulu menjadi wanita yg mempunyai karir sendiri"


"Ya kalau soal itu, kamu bicarakan baik2 kepada suami kamu. Kakak kasih tau ya, setwlah menikah segala keputusan harus di rundingkan dulu dengan pasangan mu, jangan membuat keputusan sendiri. Apapun yg ingin kamu lakukan, jangan lupa minta izin pada suami kamu."


" Terimakasih banyak atas Nasihat nya kakak iparku yg paling baik" ucap Nadia menyenderkan tubuhnya pada pundak Sarah.

__ADS_1


"iya sama²"


"Pantes saja Kak Vano sangat mencintai Kak Sarah, emang kak Sarah istri ter the best pokoknya"


"Apaan sih Nad. Pokoknya kamu kalau ada apa² sharing sama kakak ya"


"Ok kak"


Keempat teman Nadia hanya mendengarkan percakapan antara Nadia dan Sarah, karena mereka tidak mengerti urusan rumah tangga. Mereka pun lanjut mengobrol dan tidak terasa waktu sudah sore.


"Nad kami izin pulang dulu ya, udah sore ini takut gak kebagian bus" ucap dessy dan Gista yg hendak pulang ke Bandung.


"Kenapa kalian gak nginep saja disini sih, entar pulangnya kemaleman kan bahaya"


" nggak apa² kok di terminal nanti orangtua kita jemput kok, lagian kalau nginep disini takut ganggu honeymoon kalian" ucap Gista dan dessy.


"ish... kalian tuh ya"


"Kita juga mau pamit ya Nad, udah sore" ucao Vina dan Rani


"kalian kan deket rumahnya nanti pulangnya"


"takut orangtua kita nyariin Nad"

__ADS_1


"Ya udah terimakasih banyak ya buat kalian sudah meluangkan waktunya untuk ku hari ini. Dan terimakasih atas kadonya"


"Iya sama² Nad" ucap mereka serempak


__ADS_2