Klise Diarama

Klise Diarama
Part 11, Bertemu


__ADS_3

~Sean


Hari semakin gelap, aku dan mama bersiap untuk bertemu dengan papa, meskipun hatiku merasa menolak dan marah, namun mau tak mau aku harus ikut dan melihat semua kejelasan ini, aku tidak ingin  ada sesuatu yang akan menjadi penyesalanku diakhir nanti, aku segera mandi dan menunggu mama, maklumlah wanita pasti lama dandannya.


aku teringat dengan Xena, gadis yang aku tinggalkan di Indonesia dengan perpisahan yang tidak begitu baik, suasana yang terjadi ketika itu seketika suram, mama terlalu jahat mengatakan sesuatu itu dan membuat gadis itu langsung muram, aku merasa kasihan dan sudah pasti Xena memikirkan yang tidak tidak padaku


"apa yang dilakukan Xena saat ini?, apakah dia baik baik saja?, apakah dia percaya dnegan apa yang aku katakan saat itu padanya?" pikiran dan pertanyaan itu seketika muncul dalam benakku, semuanya terasa bercampur menjadi satu, sungguh aku terllau takut jika Xena memilih wanita lain


ketika aku merenung dengan semua yang aku pikirkan, tiba tiba pintu kamarku terbuka, memperlihatkan mama yang sudah siap dnegan gaya dan make up anti  badai, sangat tidak terkalahkan namun tidak terllau menor, itulah mama masih elegan dan cantik


"nak, mengapa melamun, ayo kita berangkat. supir sudah menunggu kita dibawah" ucap mama dan menyadarkanku, aku langsung bengkit dari tempatku dan menyusul mama, namun tidak lupa aku mengambil ponselku yang tadi siang sudah mama kembalikan


"xen, lagi apa, aku merindukanmu" pesan singkat kukirim kepada gadis yang terus sibuk berkeliaran dipikiranku, sungguh membuatku tidak bisa fokus


namun sampai aku berangkat dan dalam perjalanan, pesan yang aku kirim tidak kunjung terbalas, berkali kali aku melihat ponselku seolah tidak sabar melihat balasan Xena, namun hasilnya nihil, ada apa kira kira?


"nak, ada apa?, mengapa dari tadi gelisah dan terus melihat ponselmu?, apa ada masalah?" tanya mama membuyarkan kegelisahanku dan membuatku sadar kalau kami akan sampai ketempat tujuan


"tidak ada ma, aku hanya ingin tau kenapa papa melakukan itu" ucapku dengan berbohong, aku tidak ingin mama salah paham padaku dan berusaha memisahkanku dari Xena, melihat sikap mama kemarin beliau sepertinya tidak menyukai Xena, namun aku aku pastikan Xena akan dierima oleh mama


"oohhh begitu, jangan terus melamun nak. biarkan saja papamu, kita lihat siapa yang lebih bisa bertahan nanti" ucap mama dan aku hanya mengangguk iya, tidak ada lagi pembicaraan antara kami berdua

__ADS_1


aku dan mama turun dari mobil dan masuk kedalam, retoran yang terkenal dengan cita rasa Asia dan menyediakan beberapa makanan khas yaang berasal dari Asia juga, aku mengedarkan pandanganku mencari sosok yang akan kami temui


dan yahh... papa dan seorang wanita lebih muda dari mama duduk menunggu kami disana, tidak jauh dari posisi kami namun sedikit paling sudut, aku menggandeng mama dan melangkah kearah mereka, tidak ada senyuman dibibir namun hanya ada rasa sakit hati dan gemuruh amarah yang tertahan


"Sean, apa kabar nak. selamat atas kelulusanmu nak" ucap papa namun aku tidak peduli, kutarik kursi untuk mama dan mempersilahkan beliau duduk lebih dulu, kulihat wanita itu, tidak jauh berbeda dari umurku sepertinya


"Sean. jawab papamu nak" ucap mama sambil tersenyum, namun aku tidak peduli, kutatap papa dnegan datar dan beralih kewaita muda itu


"apa dia yang papa ingin beritahu?!!" tanyaku dengan datar, aku tidak menyukai wajah wanita ini, sangat arogan dan sepertinya wanita tidak baik


"dia mama barumu Sean, sopan sedikit padanya" ucap papa tanpa menjaga perasaan mama, perkataan itu keluar seketika dan mmebuat gemuruh dihatiku semakin naik dan sampai dipuncak


"apa papa sadar dengan apa yang papa katakan barusan?, apa papa sadar dengan perkataan papa yang keluar dari mulut kotor papa!" ucapku sedikit ketus dan membuat suasana sedikit tegang


"dia bukan siapa siapaku, dan satu lagi!, mamaku belum meninggal dan tidak akan ada yang bisa menggantikan mamaku apalagi wanita seperti dirinya!!" ucapku penuh penekanan, aku tidak sudi pria tua yang didepanku ini mengatakan mama baru, hah!!! apa itu?


"tapi tetap saja Sean, papa sudah menikah dengannya dan mau tak mau kalian berdua harus menerima hal itu" ucap papa namun itu seolah mengatakan kalau kami sudah tidak penting baginya


"hahah. apa kau pikir dengan mengatakan itu aku dan mama akan terima saja?, hah ternyata seorang pemilik perusahaan yang banyak tidak menjamin otak pintar dan berbobot" ucapku dan sedikit melirik kedua manusia tidak tau malu didepan kami ini


"Sean, jangan seperti itu nak. malu dilihat orang nak" ucap mama kembali memegang tanganku, kali ini mama sedikit khawatir sangat jelas terlihat diraut wajah beliau

__ADS_1


"katakan sekarang, kalian menerimanya dirumah atau kita pisah" ucap papa dengan enteng, inilah yang aku tunggu dari tadi aku sudah yakin kalau mama pasti akan memilih pisah


"jangan kira aku dan mama sudi menerima wanita itu dirumah, lebih baik aku tidak punya papa seumur hidupku dari pada menerima wanita itu dikediaman kami!!" ucapku dan membuat wanita itu sedari tadi menatap benci kearahku, aku tau dia marah karna perkataanku namun itulah kebenarannya


"aku akan mengurus surat perceraian, dan tidak usah sungkan mengambil semua milikmu yang ada pada kami, aku bisa menghidupi ankku sendiri!" ucap mama kearah papa, aku tidak tau kalau mama sudah mempersipkan hal ini, sudah pasti mama tau hal ini dari lama


"ya sudah, kalau begitu. aku tau kalian akan datang dan meminta bahkan memohon padaku agar mengasihani kalian, apa yang bisa kalian lakukan tanpa aku. selama ini aku yang mencukupi kebutuhan kalian" ucap papa namun itu tidak membuat mama marah, bahkan mama menganggapinya dengan tersenyum


"hah!!, dasar tidak tau diri!, lihatlah dirimu, tidak lama lagi kau akan ditinggalkan wanita sial ini!" ucapku dan menatap wanita disamping papa dengan datar, wanita itu membalas tatapanku tajam namun ditahan oleh papa


suasana kembali diam, namun tidak akan mengubah tujuan kami kesini, yaitu makan malam dan melihat bagaimana wanita itu memberikan tanggapan kepada kami


aku terus menatap wanita itu dengan amarahku, jika ini bukan tempat umum, mungkin aku akan menghabisi kedua manusia yang tidak tau diri ini, namun mama selalu menahanku, kami tetap melanjutkan makan malam bersama namun dnegan suasana yang tidak bisa dijelaskan


sampai akhirnya ponselku bergetar, menandakan kalau ada pesan yang masuk. aku langsung menghentikan kegiatanku dan meraih ponselku, kulihat tertera nomor baru disana, aku membuka dan melihat isi pesannya, hal kedua yang mmebuatku hancur, bahkan lebih hancur ketika melihat papa menikah dengan wanita lain


"Sean, ini aku Xena. maaf karna tidak membalas pesanmu, tapi ketahuilah aku akan menunggumu, namun mamamu yang menyuruhku untuk berhenti. kuharap kamu baik baik saja disana, akupun demikian disini. sampai jumpa ditakdir yang menentukan arah kemana kita pergi. aku mencintaimu" pesan yang cukup panjang namun membuatku gelisah tak karuan


"mama?, apakah mama setega itu?, tapi apa alasannya ma?" aku berteriak dalam hati, tidak bisa mengungkapkannya secara langsung, ini sungguh duluar nalarku yang berbiacra


next

__ADS_1


lanjut novelku👇👇👇


__ADS_2