Klise Diarama

Klise Diarama
Part 21, Setelah sekian purna


__ADS_3

~Sean


seorang pria duduk diluar kamarnya, diatas balkon dengan sebatang rokok etrselip ditangannya, entah apa yang ia pikirkan saat ini hanya dialah yang tau. Sean tampak memikirkan sesuatu yang sanat dalam, hingga dirinya tidak sadar ada mamanya dibelakangnya


"Sean.." mama menyapaku dengan suara datarnya, ia menatapku dengan mata tajam dan terlihat sedikit muram, wanita paruh baya didepanku ini langsung duduk disebelahku


"Sean!, apa yang kau pikirkan?" tanya mama membuat lamunanku buyar dan langsung menoleh kearah sumber suara


"ada apa!" aku bertanya dengan datar, tidak ada gairah untuk mmbuat basa basi dengan mama. yahh meskipun beliau memang adalah yang membesarkanku selama ini, namun tetap saja perlakuannya akhir akhir ini mmebuatku jera untuk bicara dengan beliau


"Sean.. bagaimana dengan perkembangan perususahaan, kau jangan terlalu lena dengan masalahmu sendiri. ingat kau harus bisa mengalahkan perusahaan papmu yang tidak tau diri itu!!" ucap mama dengaan nada kebenciannya pada papa,


aku tau, mama dan papa bukalah menikah berdasarkan cinta, namun salah satu syarat dari kakek orangtua papa yang mengaharuskan mama menikah dengan papa, meskipun terpaksa tapi rumah tangga mereka berjalan hampir dua puluh tahun


entah apa yang membuat papa  memilih bercerai dan menikah dengan wanita lain, entah memang sudah lama beliau melakukan hubungan itu atau ketika gugatan cerai dengan mama, namun tetap saja sakit hatiku dan mama tidak bisa diubahkan


"Sean, kau harus ingat. mama melakukan semua ini padamu, memikirkan masa depanmu Sean, mama tau mama hanya bisa melakukan ini padamu" ucap mama sambil menatap kawasan luas didepan kami, gelap namun karna lampu kota begitu banyak membuat pemandangan menjadi sangat indah


"aku tau ma, tapi mama keterlaluan. Sean tau apa yang harus aku lakukan, tapi mama memaksaku melakukan ini itu" ucapku sambil kembali menikmati rokok yang masih terjepit ditanganku


"Sean, itu semua untuk masa depanmu. jangan membantah" jawab mama dengan menekan perkataannya, mata tajamnya juga menatapku lebih ngeri dari pda sebelumnya

__ADS_1


aku tau ma, tapi jangan memaksa apa yang tidak kusuka. aku tidak anak kecil lagi yang dari dulu sellau dikendalikan oleh mama" jawwabku tak kalah tejam dari mama, aku tidak suka cara mama mengajariku, menurutku memaksaku bukanlah hal yang harus kulakuan, aku bukan anak kecil yang dari dulu dia jadikan alat untuk bersaing dengan papa


"diam!!!, jangan membantah lagi. kau tau sudah lama mama ingin membuat papamu itu menyesal dengan apa yang ia lakukan pada mama, belum lagi kauharus menikah dengan Celin, itu sudah menjadi perjanjian mama dengan orangtuanya" ucap mama membuatku yang dari tadi menahan amarah menajdi semakin panas dan emosi


"jangan menyuruhku ma!, aku tidak akan mengikut apa yang mama suruh lagi. mulai sekarang aku tidak akan pernah mengikuti mama, jangan harap  aku menikah dengan wanita pilihan mama. Xena, Xena yang menjadi wanita pilihanku ma!!!' aku menjawab mama dengan suara yang yang meengking tinggi sangking emosinya,


bukan soal  menghargai atau sopan, namun kali ini mama sudah melewati batas, aku tidak suka hal itu. mendengar perkataan mama yang sangat memaksa apalagi menyebut nama Celin, aku sangat benci hal itu


"gadis itu lagi, kau harus tau siapa sebenarnya orangtuanya,,asal usulnya dan yang pasti keluarganya tidak membuat malu!!' ucap mama membuatku memikirkan sesuatu. malu?, kenapa?


"apa maksud mama?" tanyaku. namun mama hanya mengacuhkanku, tanpa menjawab pertanyaanku mama melangkah berdiri dan meninggalkanku disana sendiri


~Xena


hari ini tepat adalah hari perlombaan desain yang diadakan oleh kampus kami, aku dan sahabatku Oliv suddah mmpersiapkan jjauh jauh hari, bukan hanya satu saja namun banyak model yang kami desain untuk lomba ini. namun aku dan Oliv mersa sedikit ragu dan takut, karna teman teman semuanya juga tidak kalah cantik desain mereka


 "Liv, bagaimana dengan gaun yang satu lagi?" tanyaku pada Oliv, saat kami menunggu nama kami dipanggil kedepan, namun kelihatannya Oliv sama tegangnya denganku


"masih diruagan Xen, nantika itu diakhir ditampilkan" jawaban sahabatku hanya mengangguk paham saja, menunggu nama kami dipanggil agak sedikit lama, namun tidak membuatku bosan, karna ini ajang yang sudah lama aku tunggu tunggu


namun tiba tiba, ketika melihat teman kami yang dipanggil sambil membawa desainan mereka membuatku dan Oliv saling melihat satu sama lain, kami langsung heran dan terkejut saat mereka membawakan gaun yang mereka desain.sama dengan desain kami

__ADS_1


"apa maksudnya ini Liv, bukankah itu sketsa yang kita buat minggu kemarin, mengapa bisa sama desainnya?" tanuaku dengan wajah pias dan hampir marah, kalau tidak ditahan oleh Oliv mungkin saja aku sudah berteriak dari tadi


"sabar Xen,a ku juga tidak mengerti mengapa  bisa sama. apa yang harus kita lakukan sekarang, mereka sudah meniru milik kita" ucap Oliv dengan raut wajah kecewa dan marah, namun masih bisa menahan diri untuk tidak membuat keributan


"kita tidak bisa diam Liv, itu milik kita, kita yang memikirkan gambar dan sketsanya, bahkan kita sudah desain lebih awal, mengapa mmereka securang itu" aku menjawab dengan emosi yang membuncah, sia sia hasil yang kami buat selama beberapa minggu ini, akhirnya diambil oleh orang lain


"tapi kita juga tidak bisa mengacaukan acara ini Xen, apa kata mereka dan panitia nanti. lagipula urusan sudah kandung begini, bagaimana cara kita menyelesaikannya?, itu bukan yang terpenting, tapi bagaimana kita bisa mengubah desain kita menjadi lebih cantik dari itu" ucap Olibv sambil memeganggi tanganku, namun saat ingin menjawab suara mic memanggil nama kami, dengan langkah gontai aku dan Oliv maju kedepan dan membawa hasil kami, tidak terlalu buruk namun jauh lebih cantik yang masih diruangan


setelah selesai sesi pertama, aku dan Oliv langsung menemui teman sejurusan kami tadi untuk menegaskan dan memberitahu apa yang sudah mereka perbuat, namun Oliv langsung mencegahku dan mengatakan lebih dulu mengurus milik kami, mendesain ulang dan mengubahnya dengan sisa waktu yang ada


"itu bisa kita lakukan nanti Xen, tapi ini waktunya sangat mepet, kita harus memikirkan gaya dan desain baru untuk mengubahnya" ucap Oliv dan aku rasa ada benarnya juga, kami harus menyelesaikan yang lebih penting dulu


"Xen, Liv...  kalian harus kasih pelajaran tuh sama mereka, bisa bisanya mereka ambil milik orang lain,apa mereka gabisa mikir buat desain lain apa" ucap Renata yang datang bersama yang lainnya keruangan kami, mereka tau masalah kami, karna sebelumnya kami sudah memperlihatkan hasil kami lebih dulu pada mereka


juga mereka tau bagaimana kami susah payah mendapatkan sketsa itu dan membuatna menjadi sebuah gaun yang bagus, mereka tau itu.


"itu ursan nanti aja Ren, lebih dulu kami membuat yang baru dulu. abang sama yang lain bisa urus itu kan?" tanyaku kepada abangku dan Gibran serta Fathan, aku yakin mereka tidak akan tinggal diam walaupun teresan pengadu tapi aku tidak ihklas begitu saja


"tenang saja Xen, kami yang akan mengurus mereka. mereka akan mendapatkan hasil yang sama, malu. mungkin itu yang pantas untuk mereka" ucap Gibran sambil tersenyum, ia langsung keluar dari ruangan itu dan diikuti oleh Fathan dan abangku, mereka bertiga entah pergi kemana aku tidak memikirkan itu lagi


next novelku👇👇👇

__ADS_1


__ADS_2