
~Xena
Hari berganti lagi dengan bulan,dan begitu seterusnya. perputaran bumi selalu bergerak tidak ada yang bisa menghentikan pergerakan itu, begitu juga dengan kehidupan manusia. tidak ada yang bisa menerka atau menghentikan kehidupan bukan?
"bang, nanti siang ada acara gak?" tanyaku pada Xeno abangku, dia masih menikmati sarapanya, namun aku lebih dulu karna pagi ini aku harus melakukan tugasku. mendesain gaun untuk mengikuti lomba yang akan diadakan dikampus bulan besok
"kayanya sih gak ada, kenapa?' tanya Xeno, namun tidak urung melihhat wajahku, dia tetap sibuk pada sarapannya. sedangkan mama hanya diam sambil mendengar apa yang kami perbincangkan
"mau ngajak jalan nanti siang abis jam kuliah. nanti abang kelar jam berapa?" tanyaku lagi, tujuan awalku memang jalan namun ada sesuatu yang harus kubeli untuk keperluan desainku nanti
"jam dua belas sih udah kelar, kalo gitu ajak yang lain juga. itung itung meet bareng" ucap abangku dan mendengar hal itu aku langsung senang, ternyata nanti bukan hanya kami berdua tapi ada sahabatku jug, rasanya ingin cepat cepat selesai mata kuliah dan kami bisa hangout bareng lagi
"oke" jawabku singkat dan langsung berlari sambil membawa tatobag milikku, mama? aku hampir tidak pernah lagi seakrab dulu dengan beliau, aku masih marah dan kesal, mungkin sudah beberapa bulan setelah aku mendnegar kabar penjodohan itu
"Xena tunggu nak!!!" mama berteriak dari dalam, pas ketika aku sudah sampai keteras rumah, namun karna mndengar teriakan mama aku kembali menoleh kebelakang
"hemm.. ada apa!?" singkat saja jawabanku, namun tetap kulihat kearah mama, takut nanti dibilang tidak sopan dan tidak menghargai, lagipula masalah itu bukan sepenuhnya salah mama
"nanti malam ada perjamuan makan malam bersama, kalian berdua harus ikut ya" ucap mama sambil tersenyum. ahhh rasanya ingin sekali aku memeluk mama seperti dulu, bermanja dengan beliau sambil bereleyut, namun aku urungkan niat itu dan menoleh kearah abangku
"jam berapa ma?' tanya abangku, bagaimanapun dia tetap menghormati dan sopan pada mama, tidak seperti diriku yang selalu mengabaikan dan acuh aja
"kira kira setengah delapan nak. mama tunggu kalian dirumah nanti ya, jangan pulang terlalu malem" ucap mama dan aku hanya mengangguk saja, jika abangku ikut maka aku juga harus ikut. karna itu sudah hukum alam untuk kami berdua
__ADS_1
"aku berangkat!! teriakku dan langsung menuju motor milikku, menurutku lebih baik menggunakan motor agarcepat sampai lagipun aku lebih menyukai ini
Dikampus, aku langsung ditunggu oleh Oliv sahabatku, namun melihat wajahnya yang murung aku langsung heran dan menatapnya penuh tanya, ada apa dengan sahabatku yang satu ini?
"kenapa wajahmu, apa kurang tidur?' aku bertanya sambil menggandeng tangannya masuk kedalam kelas,kami harus bersiap untuk membuat kerangka desain kami
"tidak Xen, aku hanya lelah. kamu tau?, aku membuat sketsa untuk desain kita sampai begadang tadi malam, tapi mamaku malah membuangnya ketempat sampah katanya ia pikir gambar tidak jadi hiks hiks" jawaban Oliv membuatku tertawa, sungguh malang seklai nasib sahabatku ini
"astaaga,, tapi kok bisa sih sampe dibuang, emangnya kamu taruh dimana?' tanyaku lagi, yahhh walaupun hanya gambar tapi itu sangat susah dilakukan, tidak hanya sebatas gambar saja namun membuat itu diperlukan kretaif dan imajinasi yang tinggi
"kan aku taruh diatas meja belajarku, mama tiba tiba dateng buat beresin huaaaaa" melihat raut wajah Oliv mau tak mau aku mengikik geli, bukan tidak kasian tapi ya lucu aja melihat ekspresinya begitu hahahah
"sudah sudah, nanti kita pikirkan lagi sketsanya ya. jangan menangis lagi, setidaknya kan kamu punya salinan dilaptop" ucapku memberi semangat, yahh aku tau bagaimana capeknya membuat sketsa itu. karna aku juga pernah mengalaminya dan bahkan lebih dari itu
"iya ada sihh, tapi susah tau Xen buat gambar lagi" ucapnya namun aku berfikir, kalau ada salinan untuk apa digambar lagi, kan kami bisa langsung liat dari laptop
****
tiga orang sahabat sedang asik melakukan penelitiannya, mereka sedang berada disebuah ruangan tempat semua bahan prakterk jurusan kdeokteran, yahh mereka bertia adalah Renata, Ivanka dan Fathan. ketiganya tampak begitu serius dan saling membantu satu sama lain
"Ren, ambilin yang itu dong tolong ya beb" ucap Ivanka sambil terus mengamati cairan yang baru saja ia buat entah apa gunanya itu
"makasih sayang" keduanya kembali melakukan praktek mereka, yahh meskipun mereka masih tahun kedua namun mereka lebih banyak diruangan praktek dari pada belajar teori, karna memang pada dasarnya begitulah jurusan ini
__ADS_1
tahun depan mereka akan melakukan praktek langsung kerumah sakit, dan untuk itu semua mahasiswa jurusan ini harus mempersiapkan mental dan otak yang benar benar mengerti dan tidak lemot
"Than bantuin ini dong, kok punya aku gini gini aja ya?' ucap Renata sambil memperlihatkan tabung reaksi kimia miliknya, miliknya tetap berwarna orange padahal oranglain sudah berapa warna yang ada, ada merah, hijau dan yang lainnya
"kamu tadi masukin yang mana Ren?" tanya Fathan heran, kenapa milik Renata tidak berubah sedangkan miliknya dan Ivanka sudah berubah sejak tadi
"yang ini kan?" tanya Renata dengan wajah ememlas, ia sudah salah sejak tadi, namun hanya diam dan terus melanjutkannya saja. diantara mereka bertiga memang Renatalah yang sedikit lemot dan sellau bermain main
"astaga Rena, bukan yang ini dimasukin, kamu salah larutan ini. kan tadi aku sudah jelasin sebelumnya" ucap Fathan menyerah dengan kelakuan Renata yang kurang memperhatikan saat ia menjelaskan tadi
"maaf Than, aku ngantuk" ucap Renata acuh, sebenarnya ini bukanlah jurusan yang disukai, namun karna mamanya memaksa dirinya harus menjadi dokter maka Renata mau tak mau harus ikut alur saja. tidak mau menambah masalah dan bikin pusing
"ya sudah, kita mulai dari awal lagi ya" ucap Fathan, pria itu memang sangat sabar terhadap kelakuan Renata, meskipun Renata terkenal cewek bar bar dan sesuka hatinya melakukan apapun, namun Fathan sellau diam saja dan tidak terllau menggubris tingkah Renata
~Sean
"jangan terlalu menjauhi ku Sean, kita sudah dijodohkan kau tau itu" ucap Celin, wanita itu terus saja menempel pada Sean, meskipun Sean sudah berapa kali menolanya bahkan tak segan mengusir wanita itu jika kelakuannya ganjen, Sean paling risih jika seperti itu
"diamlah Celin, jangan ribut. kau selalu menggangguku, kau tidak penting untukku, mau kita dijodohkan atau tidak aku tidak peduli kau tau!! jawab Sean dengan emosi, wanita itu terlalu sibuk untuk emnempelkan dirinya
"tapi Sean, jangan lupa kalau papaku yang membantu mamamu untuk membangun perusahaan itu, kau jangan sampai lupa akan hal itu" ucap Celin dengan ombong dan gaya angkuhnya, seolah dia adalah penguasa separuh hidup Sean
"kita lihat saja nanti gimana, aku tidak yakin akan hal itu. aku tidak yakin papamu semampu itu untuk membantuku" ucap Sean dnegan ketus dan langsung meninggalkan Celin begitu saja, ia tidak peduli dengan wnaita itu lagi, baginya sekarang adalah yang terpenting masalahnya dan kuliahnya cepat selesai
__ADS_1
"Sean keterlaluan, kau akan tau akibatnya jika menolakku!!" ucap Celin geram dan marah atas sikap Sean kepadanya, sudah dua tahun wanita itu mengejar Sean namun tetap saja pria itu tidak pernah menganggap dirinya ada bahkan sikapnya tidak berubah sejak dulu
next novelku👇👇👇