
Author
Sean dan yang lainnya telah sampai ke Indonesia, mereka semua langsung berkumpul digedung yang biasa mereka pakai untuk membahas rencana dan yang lainnya, tak lupa juga Fathan ikut bersama mereka untuk membahas titik masalah yang mereka hadapi, karna kali ini bukan hanya menghabisi musuh melainkan juga menyelamatkan orang-orang tersayang mereka
"jadi apa rencanamu Sean?"tanya Xeno pada adik iparnya, ia tau kalau Sean sedang tidak bisa fokus. selain memikikan istrinya juga ada Amira mamanya disana, dua orang terpenting dalam kehidupan Sean
"aku juga tidak tau Xen.. otakku sudah buntu" ucap Sean yang memikirkan istrinya dan mamanya sedang berada ditangan musuh yang sudah membenci mereka belasan tahun
"bagaimana kalau kita langsung menyerang mereka, aku yakin mereka akan kalah dengan kita" ucap Gibran yang tau bagaimana pengaruh Sean dikalangan bisnis dan juga geng mereka yang bergerak didunia bawah
"tapi itu cara yang salah Gib, mereka pasti akan menyakiti Xena dan yang lainnya" ucap Fathan memutar otaknya untuk berfikir, karna mereka harus menyelamatkan Amira dan yang lain baru akan menyerang
"kalau begitu kita harus cari kelemahan mereka juga" ucap Xeno yang berfikir pasti salah satu dari mereka punya kelemahan seperti layaknya mereka
"aku tidak yakin Xen... aku tau pria itu bahkan bisa menyerahkan apa saja yang ia punya sekalipun keluarganya akan dikorbankan demi ambisinta tercapai" ucap Sean sambil mengingat apa yang bisa mereka lakukan
"begini saja, Fathan kerahkan semua orang-orangmu dan suruh mereka berjaga disekitar mansion milik Aaron, dan sean serta Xeno dan Gibran akan berjaga dari atas, aku dan Fathan akan meretas semua alat yang ada dimansion itu agar mereka kewalahan, dan orang-orangku akan masuk kedalam melepaskan nyonya Amira dan nyonya Anna serta nona Xena dan membawa mereka ketempat jet agar langsung dibawa kesini" ucap sekretaris Lay memberi usul
dari jauh-jauh hari sekretaris Lay sudah memikirkan hal ini akan terjadi pada mereka, ia sudah memprediksi masalah ini akan semakin rumit dan pihal Aaron tidak akan berhenti sampai disitu saja, masih ada dendam pribadi kepada keturunan Elan dan Abednego, itulah yang dipikirkan Lay sejak dulu
"itu rencana yang bagus Lay.. tapi aku juga ingin menyelamatkan istriku dan yang lainnya. aku akan masuk bersama dengan orang-orang suruhanmu dan kalian harus menjaga dari atas, aku akan berikan kode kepada kalian kapan kalian beraksi dan kapan harus diam" ucap Sean tidak mau tinggal diam melihat istrinya disekap bersama para musuh
"baiklah kalau begitu.. rencana ini baru yang utama, kita harus menyiapkan rencana cadangan jika nanti rencana utama ini gagal" ucap Lay dan mereka langsung membahas rencana cadangan yang akan mereka lakukan jika musuh ternyata lebih lihai
dibelahan dunia lain, Aaron membawa tiga wanita yang mereka culik tadi siang kedalam mansion miliknya, namun berada didalam tanah. pria itu tidak mau meninggalakan jejak kapada pemerintah meskipun ia punya hubungan pada petinggi dinegara itu
"ikat mereka diruangan tahanan dan awasi mereka semua" perintah Aron kepada orang-orangnya dan melihat Amira yang menatapnya penuh kebencian
"hahhah akhirnya kita bertemu lagi Mira..ย setelah sekian lama tidak saling menyapa" ucap Aron tertawa senang melihat mantan istrinya
__ADS_1
"tutup mulutmu Aaron.. tidak pantas menyebut namaku" ucap Amira dengan nafas yang menderu dan raut wajah yang menampilkan kebencian mendalam
"hahha... tidak berubah dengan 20 tahun silam Mira, kau tetap sama dan wajah itu?, itu yang kutemui ketika kejaian dulu" ucap Aaron dan mendekati Amira
"aku senang jika anakmu kesini dan kau akan melihat kehancuran orang-orang yang kau sayang, sama seperti suamimu yang malang itu!" teriak Aaron, pria itu lmenatap Amira dengan sorot mata tajam dan merah, terlihat jika dirinya juga merasakan hal yang sama dengan wanita paruh baya itu. ambisi ingin memiliki Amira telah tercapai namun kebencian itu sudah merasuk ketulang hingga susah untuk dihapuskan
"jangan pernah mengungit mereka Aaron, kau terllau pecundang untuk mereka yang berani" ucap Amira dan
plakk..
satu tamparan keras menegnai pipi wanita itu, Aaron tidak segan menampar pipi Amira dan menjambak rambut wanita itu dengan kasar, Aaron mendekatkan wajahnya
"kau masih membelanya setelah dia sudah menjadi tulang belulang disana.. hahah sedalam itukah cintamu padanya hah!!" ucap Aaron dan menghempaskan kepala Amira dengan kasar
"kurung mereka dan biarkan luka dipipinya" ucap Aaron menggebu-gebu, ia merasa benci jika Amira terus menerus membela mantan suaminya itu dan bahkan merendahkan dirinya
itulah yang selama ini Aaron benci, Amira tidak perna melihat dirinya dan tidak pernah mencintai dirinya. bahkan wanita itu kerap membandingkan ia dengan mantan suaminya dulu. kadang Amira terang-terangan mengatakannya didepan dirinya, Aaron tidak terima dan itu yang membuat dirinya melepaskan Amira dan membangkitkan rasa benci itu kembali dalam hatinya
skip
masih ditempat yang sama, Sean dan yang lainnya telah sepakat akan melakukan rencana yang sudah tersusun rapi
namun, disamping itu mereka juga mengadakan rencana cadangan untuk berjaga-jaga,karna mereka tau lawan mereka tidaklah semudah lawan bisnis biasanya
"aku percaya pada kalian,lakukanlah yang terbaik untuk kita" ucap Sean dan keluar dari gedung itu
"kita harus berhasil,jangan sampai pria breng*sek itu melakukan hal yang tidak-tidak kepada mereka" ucap Xeno dan diangguki oleh mereka semua
malam ini mereka akan langsung bergerak, tidak mau menunggu terlalu lama dan membiarkan orang tercinta mereka berada di tangan manusia bejat seperti Aaron
__ADS_1
"bersiaplah semuanya,Than kerahkan semua orang terpercayamu, aku tak mau kejadiannya sama seperti kemarin", ucap sekretaris Lay
"baiklah.. aku sudah menghubungi mereka semua" Fathan menjawab dengan senyuman devil
mereka tau, diantara mereka semua Fathan adalah pria darah dingin dan juga tak segan melakukan hal yang menurut mereka sangat keji
pria itu bahkan pernah mengulit* musuhnya hidup-hidup dan membiarkannya begitu saja, makanya mereka nyuruh Fathan yang menjadi pemimpin di geng yang mereka bentuk,karna sifat dan karakter Fathan yang sangat tega terhadap musuh
"semuanya ambil bagian masing-masung seperti rencana, kita terbang ke US malam ini dan jangan sampai ada yang bocor!!" Fathan kini sudah berada digedung miliknya pribadi dan memberi formasi pada anak buahnya
"baik bos" serempak mereka menjawab bos mereka dengan wajah yang takut
anak buah Fathan tau apa konsekuensi yang mereka dapatkan jika melanggar perintah bosnya, jangankan memohon ampun bertemu Fathan saja tidak sempat karna lebih dulu dilenyapkan
"jangan ada yang berani bermain api denganku,kalian tau akibatnya bukan!!" ucap Fathan dan langsung keluar menemui sahabatnya diapartemen Amira
disana sudah ada yang menunggu mereka, Olive,Rena dan Ivanka. ketiganya sudah mencemaskan keadaan semua orang yang terlibat dalam rencana ini, juga keadaan Amira dan yang lainnya dibelahan dunia lain
"kami harap kalian membawa mereka dengan selamat berjanjilah jangan ada yang terluka diantara kalian" ucap Olive menangis
maklumlah Olive gadis yang lembut, sejak penculikan Xena dan yang lain ia dengar, gadis itu selalu menangis karn takut
"percayalah pada kami, semua akan baik-baik saja" ucap Gibran tersenyum, ia juga tak mau melihat sahabatnya yang lain ikut bersedih karna kejadian ini
"kami berangkat, kalian tunggu disini sampai kami beri kabar" ucap Xeno dan diangguki ketiga gadis itu
mereka mengantar sampai depan pintu dan akhirnya kembali dengan perasaan kalut dan
cemas
__ADS_1
"mereka pasti selamat Oliv, jangan menangis lagi okee? kita doakan saja mereka" ucap Rena memgelus pundak sahabatnya dan saling berpelukan
#next novelku๐๐๐