Klise Diarama

Klise Diarama
Part 23, Bertemu??


__ADS_3

~Sean


Saat aku ingin bertanya lebih lanjut pada sekretaris Lay, tiba tiba ponselku berdering. dengn cepat aku lihat nama yang tertera disana, sadar akan hal itu aku menyuruh Lay untuk keluar sejenak


"bukan hal yang sulit untuk aku melakukan itu,,menunggu? mungkin ini adalah skor paling tinggi aku menunggu, jangan tanya soal hati dari dulu tetap seperti itu. tapi ada satu hal ingin aku katakan, kau membuatku bimbang", ~Xena


pesan yang tadi aku kirim untuk Xena, akhirnya terbalas juga. meski pada akhirnya aku merasa bersalah,namun lebih banyak aku merasa senang,ternyata Xena masih menungguku, bukan seperti apa yang aku pikirkan


melihat Respon Xena masih baik dan tidak ada hal yang membut kami menjauh, aku langsung mengarahkan jempolku menekan tombol panggi


dertt...dertt..dert....


"hallo... ada apa Sean?",


suara itu, suara yang sangat familiar untukku, sudah lama aku ingin dengar suara ini,namun sekarang adalah waktu yang pas,waktu yang benar benar membuat jantungku kembali berdetak


"ha...hallo Xen, apa kabar?", kata pertama yang keluar dari mulutku, ingin sekali aku mengatakan dengan cepat kalau aku merindukan gadis ini,namun mulutku terkunci rapat dan lidah kelu berbicara


"aku baik Sean, kamu apa kabar? sudah lama ya?",


ucapan Xena kali ini membuatku langsung bungkam, kata katanya memang tidak keras atau kasar, namun sangat menusuk untukku


"aku juga baik Xena, lagi apa sekarang? apakah kamu sibuk?", aku bertanya basa basi, namun ini bukanlah gayaku dalam berbicara dengan orang lain


"tidak, aku bersama yang lain disini. kamu sendiri gimana disana? apakah ada sesuatu yang menarik?",


ucapan Xen lagi dan lagi membuatku mati kutu, dia bicara namun itu untuk menyindir diriku, astaga sepertinya gadis ini benar benar berubahs selama tiga tahun ini


"tidak ada Xena, ummm aku ada pekerjaan setelah ini, tapi sebelumnya apakah bulan depan kamu bisa luangkan waktumu untukku sebentar saja untuk bertemu",


akhirnya aku memberitahu tujuanku yang sebenarnya, aku tidak ingin lagi basa basi terlalu lama,juga karna bayak hal yang harus aku lakukan sekarang


"mungkin aku bisa meluangkan waktu, tapi tidak bisa datang menenmuimu Disana Sean, gimana?",t


Xena kembali bertanya, dan hal itu bukan yang berat untukku, asal dia ada waktu aku yang akan datang menemuinya ke Indonesia tapi hanya sebentar aja,mungkin untuk bertemu yang lainnya tidak bisa


"kalau hal itu nanti aku yang akan datang kesana Xen, kamu hanya harus meluangkan waktu saja dan aku akan mengabarimu",


"*baiklah kalau begitu, aku bisa. mungkin sekitar tanggal sepuluhan Sean,kabari aku kalau kesini",


"oke, kalau begitu aku matiin telfonnya ya, bye*",


pembicaraan kami berakhir, aku dan Xena akhirnya sepakat untuk bertemu, aku bisa lihat meskipun Xena setuju denganku namun dari gaya bicaranya masih tersimpan sesuatu dalam hatinya yang tidak ia sampaikan

__ADS_1


setelah berbicara dengan Xena, aku kembali memanggil sekretaris Lay untuk menanyakannhal yang tadi sempat tertunda, ada rasa yang begitu dalam yang harus aku tanyakan


"Lay, bagaimana dengan hal ini. apakah bisa aku percaya atau tidak? bukankah papaku dulu adalah orang yang....",perkataanku gantung, aku


mengingat bagaimana papa dulu


aoakah benar papa orang seperti itu, apakah benar papa orang yang melakukan segala cara untuk mendapatkan hidupnya sekarang, aku rasa itu adalah kesalahpahaman, tapi kalau benar bagaimana??


"itu informasi yang sangat akurat tuan, kalau tuan sulit percaya,tuan bisa memgeceknya langsung, saya akan menemani tuan", jawab Lay membuatku semakin sulit percaya


difoto ini ada mama dan papaku, ada mama Xena dan dua pria yang disini aku tidak tau siapa mereka, namun dilihat dari wajahnya, seorang pria ini sangat mirip dengan Xeno


"Lay, cepat beritahu pada Xeno dan Gibran, aku ingin mereka juga tau informasi ini", aku langsung teringat dengan dua sahabatku


mungkin mereka akan lebih terkejut saat mendapat informasi yang sangat tidak masuk akal ini


mamaku dan mama Xena berada didalam foto yang sama, itu arrinya mereka saling kenal satu sama lain, tapi kenapa mama sangat melarangku berhubungan dengan Xena jika ia sendiri sudah tau siapa orangtua Xena


~Xena


" Xen, bagaimana dengan pria itu, apakah kamu dan dia jadi ketemuan nanti malam?",tanya Rena sambil menikmati pesanan kami


ketiga sahabatku sangat kepo dengan hubunganku terhadap pria yang dijodohkan denganku itu, namun kepo mereka tidak ada gunanya, aku saja belum pernah bertemu dengannya


"kenalan aja dulu Xen, mana tau memang dia pria yang cocok untukmu kenapa tidak,lagian mama kamu gak bakal salah pilih, mana mungkin anak gadisnya dikasih sama pria ga bener", ucap Oliv menimpali percakapan


namun tetap saja aku tidak mau, aku menolak keras perjodohan ini, yang namanya cocok ya sama sama cinta, bukan malah jalur orangtua


"tapi kalau aku sih gak bakal mau ya, soalnya kan kamu udah ada Sean sekarang, mana mungkin Xena mau sama yang lain,iakan Xen?",ucap Ivanka sambil tersenyum mengejek


yahhh walaupun aku kesal dengan perkataan Ivanka tapi itu rada benar juga, aku memang tidak mau sama yang lain,kalau tidak Sean sendiri yang datang dan memutuskan hubungan kami


tapi ketika kami mulai tertawa sambil roasting satu sama lain, ponselilikku bergetar, aku melihat disana tertera nama Sean, dengan cepat jangungku berdetak kencang


"siapa Xen, kaya liat pesan dari hantu aja deh ekspresi kamu", kata Oliv melihatku dengan wajah bingung


"gak siapa siapa kok, biasa klien kita",jawabku setenang mungkin, padahal dalam hatiku sudah tidak karuan


bagaimana mungkin Sean memberiku pesan setelah sekian lama kami tidak ada saling kontak, apakah dia hanya iseng? tapi isi pesannya membuatku bahwa dia memang sengaja


kutulis pesan singkat disana dan kukirim padanya, entah apapun maksud Sean mengirimku pesan itu hanya dialah yang tau, yang pasti aku membalasnya sesuai dengan apa yang kurasakan saat ini


dert...dert...dert....

__ADS_1


suara ponselku berdering, aku kembali menoleh, ternyata pria itu menelfonku, dengan cepat aku melangkah menghindari sahabatku


......


......


....


...


"gimana Xen, apa kata kliennya? mereka komplain ya?",tanya Oliv,ia benar benar berfikir kalau yang menelfonku adalah klien butik kami


"gak kok Liv, tenang aja. malah kata mereka desian kita bagus, mereka bakal ambil beberapa gaun lagi dari kita",jawabku berbohong


astaga demi menjaga dan menghindari pertanyaan mereka,aku terpaksa berbohong. biarlah nanti saja kuberitahu pada mereka, kalau sekarang mungkin waktunya tidak tepat juga aku harus pulang sebentar lagi


****


~othor


Xeno dan Gibran sedang berada diruang kerja Xeno, dibawah rumahnya ada basemen tempat ia melakukan semua apa yang menurutnya ingin dilakukan, tidak ada yang tau bahwa ruangan itu sangatlah luas


mungkin papanya saja tidak tau,hanya Xena dan sahabatnya yang pernah kesaa beberapa kali


ruangan itu terdapat komputer berjejer dan alat alat yang terbilang cukup mengerikan, juga disana seperti ruangan penelitian Xeno yang ia pakai untuk meneliti berbagai macam hal yang hanya ia yang paham dan Gibran sahabatnya


"Gib, ada kabar dari Sean nih,coba liat disitu", ucap Xeno sambil mengotak atik komputer miliknya


"foto?, foto apa nih Xen? kok kaya gak asing ya?",tanya Gibran sambil melihat dengam teliti foto yang dikirim oleh Sean barusan


tiba tiba dari kayar mereka terlihat wajah Sean dengan besar, pria itu tampak serius sambil memegang sebuah kertas


"*itu apaan Sean, dan foto ini dari mana?",tanya Xeno saat sadar bahwa ada mamanya didalam foto itu


"aku dapat dari sekretaris Lay, dia yang menyelidili semuanya, aku aja kaget dan bingung apa yang sebenarnya terjadi dimasa lalu mereka",ucap Sean mengangkat bahunya


"ummm... bentar bentar,kayanya pria ini aku kenal dehh.... dia... dia..., Astaga aku baru sadar men",ucap Xeno sadar dengan apa yang ia lihat*


Xeno berjalan dari kursinya dan membuka lemari besar yang tidak jauh dari tempat duduknya,ia membawa sebuah foto juga yang ia dapat setelah melakukan penyelidikan


"kalian lihat ini, bukankah sama orangnya? dari sini kita akan tau yang sebenarnya",ucap Xeno tersenyum sambil melirik sahabatnya satu persatu


#next novelku๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

__ADS_1


__ADS_2