Klise Diarama

Klise Diarama
Part 35, Kabur


__ADS_3

Empat tahun telah berlalu, semenjak mereka semua memilih lanjut dengan jurusan masing-masing, kini mereka semua sudah selesai dengan pendidikan dan mendapat gelar sesaui jurusan masing-masing.


Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dan juga menyakitkan bagi keluarga Xena, setelah selesai upacara wisuda di kampus, Xena tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa ada orang yang tau, bahkan Bram sendiri yang kini telah menjadi tunangannya tidak tau


ya.. Xena dan Bram akhirnya bertunangan setau tahun lalu, paca permintaan orang tua Bram yang melibatkan membuat ikatan antara Bram dan Xena.sedangkan Fathan dan Ivanka resmi ditangkap setelah keduanya melewati masa-masa sulit bersama, tidak tinggal juga Renata namun gadis itu tidak terllau peduli dengan gelar yang ia ambil saat ini, akrna bukan ini yang ia mau


“Bram dimana Xena, kenapa dsejak tadi tidak terlihat batang hidungnya?'tanya mama Bram kepada anaknya, dengan cepat Bram sadar apa yang dikatakan oleh mamanya


"mungkin dia bersama teman-temannya yang lain ma, kan dia juga perlu mmebuat kenangan bersama teman sekelasnya mungkin" ucap Bram, namun tidak menutup kemungkinan bahwa gadis itu benar-benar pergi sesuai dengan apa yang dia katakan sebelumnya


"Ingat ya Bram, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menikah denganmu, lebih baik aku tidak dianggp anak oleh papa dari pada harus menikah dengan pria seperti dirimu" sena bicara dnegan lantang di depan wajah Bram, bahkan dada gadis itu berderus kencang menahan sesak dalam hatinya


"Xena!! sadarlah apa yang kamu katakan, aku dan kamu sudah tunangan dan sebentar lagi akan menikah, jadi tidak mungkin kamu bisa melakukan hal itu, dan ingat satu hal.... papamu yang lebih dulu menawarkan perjodohan ini!!"ucap Bram dengan seringai tipis dibibirnya sambil menggendong wanita yang baru saja menemaninya di Club malam tersebut


sedangkan Olive dan Renata serta Ivanka terlihat tegang dan sedikit takut, keduanya adalah sahabat sekaligus orang yang membantu Xena kabur dari gudang tepat hari kelulusan mereka, dari jauh-jauh hari mereka sudah memeprsiapkan itu, bahkan Ivanka yang mencarikan tempat tinggal kepada Xena selama gadis itu kabur


"Xeno..Xena mana? kok ga kelihatan dari tadi?"tanya Gibran yang menyadari sepupunya tidak ada diantara mereka, yang biasanya Xena adalah gadis yang paling heboh dan sibuk meminta foto padanya


"mungkin dia lagi ke toilet atau bersama teman sekelasnya" jawab Xeno tanpa mengambil pusing kata-kata Gibran,ia juga tidak kepikiran kalau adiknya akan kabur, selama ini Xena terlihat enjoy dan nikmati hari-harinya


"ohh gitu ya, tapi Olive aja disini, masa dia Xena ga ngajak dia kan mereka satu kelas" ucap Fathan yang juga menyadari sahabatnya yang paling kocak tidak ada disana


"udahlah nikmatin aja, mungkin dia ada urusan lain juga, kan ga mulu sama kita" jawab Xeno dan kembali sibuk dengan para kolega bisnisnya yang ternyata sahabat dari teman-temannya


mereka kembali melanjutkan aktivitas mereka, dengan Renata serta dua sahabatnya terus memantau ponsel mereka, berharap akan mendapat notif pesan dari Xena, namun sudah tiga jam dari pengawalan gadis itu tidak ada kabar apa-apa


"aku kok jadi takut ya kalau sampai Xeno tau kita bantu Xena untuk kabur" ucap Olive mengawali pembicaraan antara ketiganya, orangtua mereka sibuk menyapa dan saling bercerita satu sama lain


"udah ga usah dipikirin dulu Liv, kita masih nunggu kabar dari Xena nih. gimana kalau dia kenapa-napa dijalan" ucap Ivanka dengan cemas, begitu juga dengan Renata

__ADS_1


tapi yang dibilang Olive juga bener sih Van.gimana kalau gara-gara ini keluarga mereka benar-benar hancur?” tanya Renata melirik kedua sahabatnya secara bergantian


"jangan mikirin yang lain dulu, kita nunggu kabar Xena dulu deh" ucap Ivanka yang sebenarnya juga mencemaskan hal yang sama seperti sahabatnya, namun jika dia ikutan cemas maka tidak ada yang menangkan hati mereka nantinya


Sementara di tempat yang sangat jauh, jauh dari negara tempat tinggal keluarganya, gadis itu sedang berjalan menikmati udara segar yang berada di kota itu.Ya Xena akhirnya sampai ke negara tetangga yaitu Thailad, salah satu negara yang sudah beberapa kali saya kunjungi


"ahhh sudah lama rasanya tidak sebebas ini, akhirnya impianku terwujud sekarang" ucap bibir mungil dengan melentangkan tangannya, menarik udara sebanyak-banyaknya karna akhirnya bebas dari siksaan rumah bak api panas pada tubuhnya


"ehh... aku belum mengabari mereka, pasti masih menungguku" ucap Xena dan mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke Renata dengan nomor sekali pakai, agar keluarganya dan Bram tidak mudah melacak dirinya


"gimana ya kabar Sean sekarang, hampir tiga bulan kami tidak pernah bertukar kabar, apakah dia menerima perjodohan itu dan menikah atau tidak" ucap Xena dengan menatap langit biru membuat hatinya menjadi lebih rileks


"sudah selesai menarik napas segar, mari kita pulang nona" ucap seseorang dibelakang Xena, membuat jantung gadis itu hampir melompat dari tenggorokannya sendiri


mengapa ada suara bariton yang sangat familiar dengannya tepat dibelakang tubuhnya, bahkan dia bisa merasakan kehadiran sosok tersebut dibelakangnya, kenapa dia sejauh itu beriimajinasi


"kenapa ceroboh seperti itu Sayang?"tanya Sean dengan wajah yang tersenyum melihat gadisnya yang terkejut sampai tidak bisa berkata-kata melihat dirinya tiba-tiba ada disana


"Darl bangunlah, genggam sampai genggam pegangimu" lanjut Sean lagi membuat Xena sampai melupakan posisi mereka saat ini, dengan pelan-pelan Sean membantu Xena berdiri dan memeluk pinggang gadisnya


"Se..Sean... kenapa ada kamu disini? maksudku kenapa bisa menemukanku, bukan pertanyaanku kenapa bisa dirimu tepat dibelakangku" ucap namun Xena dengan cercaan pertanyaan dengan suara yang terbata-bata


"Darl pertanyaanmu satu-satu, wajahmu ini sangat menggemaskan kamu tau itu" ucap Sean dan langsung mencium bibir ranum milik Xena


"Sean!!. jawab pertanyaanku dulu.. kenapa aku terlihat bodoh sekarang" ucap gadis itu dnegan polos sambil tangannya diangkat menyentuh wajah Sean dnegan lembut


"kita pulang dulu ya, nanti kuceritakan bagaimana aku bisa sampai disini dan menemukanmu" ucap Sean sambil menggendong Xena ala bridal style menuju parkiran mobil miliknya


didalam mobil keduanya diam membisu, tidak ada percakapan antara mereka berdua, Xena yang sibuk dengan pikirannya sendiri dan Sean yang juga fokus mengarahkan agar cepat sampai ke apartemen yang sudah ia beli sejak tau rencana Xena akan kabur dari rumah

__ADS_1


sampai akhirnya mereka berdua sampai dan lagi-lagi Sean menggendong gadisnya bak putri yang tidak boleh kecapean sedikitpun


"Sean turunkan saja aku, malu dilohat sama orang-orang" ucap Xeana dengan menutupi wajahnya karna banyak yang melihat mereka


"kenapa harus malu Dral, kamu dan aku adalah kekasih, dan juga disini tidak pelu hal yang berbau seperti Indonesia bukan?"ucap Sean dan langsung menuju kamar miliknya


"tapi tetap saja malu Sean, lihatlah berapa banyak orang yang melihat ke arah kita" ucap Xena namun perbuatannya tidak dihiraukan oleh Sean sedikitpun


"aku tidak peduli dengan hal itu" ucap Sean sambil terus melangkahkan kakinya sampai akhirnya ke kamar miliknya, pri aitu langsung mendudukkan Xena diatas pangkuannya dan menatap wajah keksinya yang sudah sekian lama tidak bertemu


"ceritakan kenapa bisa disini dan menemukanku?"ucap Xena yang dari tadi sudah tidak sabar mendengar jawaban dari Sean


"baiklah, tapi sebelum itu cium aku dulu baru akan kuceritakan" ucap Sean dengan tatapan yang sedikit membuat Xena merinding, kenapa tiba-tiba Sean mberubah senakal ini dan terlihat sangat dewasa


"jangan bercanda Sean, baru tiga bulan belum ketmu sudah seperti ini" ucap Xena mencebikkan dibaliknya yang membuat Sean semakin tertantang untuk menikmatinya


"Cepatlah, kalau tidak aku juga tidak akan menceritakannya, toh juga tidak oenting untukku" ucap Sean sambil tersenyum jahil, membuat Xena sedikit gemas dengan tingah pria di depannya itu


CANGKIR


satu kecupan singkat mendarat dibibir Sean, namun dengan tangan cepat pria itu diangkat ke atas dan menahan tengkuk Xena agar memperdalam mencium mereka, sudah beberapa tahhun ini Sean selalu mengalah demi wanita tercintanya, mengalah agar tidak menyentuh Xena yang selalu membuat dirinya panas dingin


"hah hah hah..."


keduanya nafas hampir habis barulah Sean melepaskan ciu*mannya dari Xena, gadis itu alngsung malu dan menutup wajahnyaa kedada bidang Sean, membuat Sean semakin ingin menikamti yang lain lagii wkwkw


"ceritakan cepat" ucap Xena yang terus meminta Sean bercerita kenapa dia ada disana, dengan wajah yang masih tertutup karna malu meliaht Sean dnegan kelakuannya mereka barusan


novelku selanjutnya👇👇👇

__ADS_1


__ADS_2