
***Xena**
Set pertemuanku dan Bram malam itu, sering mengirimiku pesan dn menelfonku, aku risih tapi juga tidak mungkin begitu saja aku menghindar.Bram sering mengirim pesan untuk menanyakan kabar atau sudah makan atau sudah makan, padahal menurutku sesuatu tidak perlu ditanya, jika aku hanya lapar maka aku akan makan?
pagi ini, aku ada kelas sebenarnya bukan kelas namun tetap harus ke kampus, kami akan melanjutkan proyek desain kami yang kemarin belum jadi, begitu juga dengan Rena,Ivanka dan Fathan mereka bertiga sudah sibuk dirumah sakit melakukan coash, berbeda dengan abangku dan Gibran mereka paling santai diantara kami semuanya, bahkan mereka masih bisa bermain sesuka hati mereka
"Xen, bagaimana dengan hubunganmu dengan kak Bram itu, apakah kamu sudah maju dnegannya?"tanya Oliv saat kami sedang melakukan penyesuaian warna desain kami
"tidak ada Liv, aku bahkan tidak menggubris pesan yang dia kunjungi, aku malas jika dia terus menerus mengangguk dengan pesan yang menurutku tidak terlallu penting" jawabku dengan tetap fokus pada apa yang menjadi pekerjaanku
"kenapa Xen, kayanya dia orang baik tau" kata Oliv dengan wajah heran mendengar jawabanku, dari awal ia melihat Bram Oliv berharap aku melihat menrimanya, karna melihat ceritaku dengan Sean tidak semulus apa yang dulu mereka dengar dari Sean, dulu Sean memang mengatakan kalau kami akan baik saja, tapi ternyata tidak seperti ekspetasi
"iya baik, tapi aku tidak menyukai Liv, kamu taukan dari awal aku sudah bilang aku tidak akan menerima dia, aku tidak akan pernah mau dengan dia, aku masih menungu Sean,Liv" jawabku membuat Oliv hanya memutar bola matanya malas
"terserah kamu aja Xen, aku tidak urus lagi soal dia" jawab Oliv membatku tertawa karna sahabatku bisa kesal hanya karna masalah sepel gitu, lagipun Bram tidak termassuk tipe idealku
kami waktu bersama sambil satu sama ain, Oliv mengatakan kalau dia punya seseorang yang dia sukai tapi belum tentu pria itu juga menyukainya, bahkan itu sudah dari lama dia suka
"kalo gitu kamu harus lihat dulu, ada suka orang lain atau gak takut kalau nanti kamu sakit hati karna tau fakta tentang dirinya" ucapku sambil mengungkapkan Oliv
"iya Xen, aku juga menurutku begitu, tapi aku yakin dia tidak pernah ada di dekat wanita manapun selain adik dan teman teman" jawab Oliv malu malu, menurutku dia memang sudah lama taksir dengan priaa yang ia ceritakan
"sepertinya sahabatku ini sudah lama mencari tau tentang pria yang beruntung itu" ucapku tertawa kecil, aku bisa melihat Oliv yang kalem dan tidak banyak cakap ternyata juga menyukai pria, sangat beruntung mendapatkan pria itu
"iya Xen, tapi aku malu bahkan kalau sampai dan kamu tau" Oliv membuat kalian terpesona, sahabatku itu membuatku membuat kepo, namun tidak lagi menjawab pertanyaan yang aku bisa, namun tidak juga bisa memaksanya
__ADS_1
~Sean
malam hati ketika aku pulang dari kantor, aku melihat mama dan Celin sudah berada disana.tidur aku di rumah sekretaris Lay dan tidak pulang satu hari, malam ini aku putuskan untuk pulang dan diambil sebelumnya, sudah kusuruh Lay yang mengambil keputusan namun mama melarang dan menyuruhku untuk datang
"akhirnya kamu pulang nak, Celin lama menunggu kamu tau" ucap mama membuatku langsung kesal, untuk apa mama undangan wanita itu di sini, aku sungguh tidak menyangka bagaimana cara berfikir mama, aku sudah menghitung kali menolaknya tapi tetap saja mama tidak mengerti
"terpaksa!!"jawabku singkat dan langsung naik ke atas, meninggalakan mereka berduaa yang masih duduk disana.membuka aku tidak melihat ke arah Celin, wanita itu sama jahatnya dengan ayahnya.tapi tidak apa, aku masih menyatukan rencana mereka
"Sean!!, jaga sikapmu.. calon istrimu datang kesini malah tidak ada sopan santun pembukaan ini. kau tidak boleh selalu memperhatikan Celin terus menerus" ucap mama langkahku, aku menoleh kebelakang dan melihhat Celin dengan raut wajah yang
"itu bukan urusan kalian, aku capek mau istirahat" jawabku membicarakan, aku melanjutkan langkahku dan mendengar mama mengatakan Celin harus menyusulku
"nak.. susul Sean ke atas ya, mama mau kekamar dulu. kamu harus sabar dengan sikap anak tante itu" ucap mama yang masih sangat jelas ditelingaku, aku langusng memercepat langkahku agar wanita itu tidak bisa ikut
"Sean.. bukalah pintunya,, aku pegal disini" ucapnya lagi, tapi aku tidak peduli.aku terus melangkah kekamar mandi untuk membersihkan diriku, peduli apa dengan wanita tidak tau malu itu
star setengah jam aku mandi, aku tidak ingat bahwa ada Celin diluar kamarku.aku mlangkah untuk memakai baju, setelahnya aku menelfon ke bawah agar pelayan rumah membawakan makan malamku ke atas, malas bertemu dengan wanita itu lagi, apalagi dia harus masuk ke sini
"Celin.. kok masih duluar, kenapa gak masuk sayang?" tanya Amira kepada Celin yang berdiri didepan kamar Sean sambil bersender, wajahnya kusut karna Sean tak membuka pintu
"iya tan, Sean mengunci pintu kamar dan tidak mau membukanya" jawab Celin dengan mata berkaca kaca, dari tadi Sean tidak menganggapnya ada
"pake kunci ini ya sayang, dan masuklah kedalam" ucap Amira membeikan Celin kunci cadangan kamar Sean, ia sempat menyuruh pelayan untuk mngambilkannya
dengan hati yang senang, Celin masuk ke dalam, juga beberapa pelayan yang membawakan makan malam Sean keiatas, mereka masuk secara bersamaan
__ADS_1
"selamat malam tuan, silahkan menikmatinya" ucap kepala pelayan itu membuat Sean langsung membalikan tubuh, tanpa sadar Celin diantara pelayan itu, melangkah mendekat dengan senyum kemenangan
"dia siapa Sean?"sebuah suara yang lembut dan bertanya tentang Celin yang berada disana, Sean langsung membocorkan layar ponselnya dengan hati tak karuan **
"sebentar sayang, Celin!! jangan mencoba menyentuh baarang barangku dikamar ini. kau jangan berbuat ulah lagi kalau tidak ingin kudepak dari sini" ucapku dengan marah, aku kembali melihat ponselku yang ada wajah gadis yang tak lain adalah Xena.kamu berdua melakuakn video call sambil bercerita satu sama lain, tapi kedatangan Celin menganggu
"hallo Xen.. jangan salah paham dulu, dia bukan siapa siapaku. maksudnya dia wanita yang dijodohkan mama dneganku tiga tahun terakhir ini, sejak awal aku datang kesini" ucapku jujur, tidak ingin menyimpan apapun lagi dihadapan Xena, aku bebas bernafas. mama tidak akan lagi mengangguku
"aku tau kamu dijodohkan, tapi tidak menyangka wanita itu sangat cantik Sean" jawab Xena dengan tersenyum, namun aku tau dalam hatinya tidak seperti apa yang ia katakan
"tapi aku tidal pernah mau Xen, kamu tau? berapa kali aku membuatnya malu dan itu tidak membuatnya jera datang kesini. bahkan dikampus dia selalu mengangguku"ucapku sambil menghela nafas panjang, menunggu jawaban Xena selanjutnya
"tidak apa Sean, jika memnag harus begitu ya aku tidak masalah. tapi kalau kamu bisa atasi itu lebih baik, kau tau aku bagaimanakan?, dan janjimu itu masih ku tunggu" Xena masih terdengar santai saja, padahal aku sudah takut jika gadis ini akan marah atau salah paham dengan apa yang baru saja ia lihat
"akan ku ingat dan kutepati, sabarlah setahun lagi. jangan banyak pikiran,aku bisa mengatasi ini semuanya"jawabku dan Xena hanya menjawab dnegan senyuman,
kami berdua memutuskan untuk mengakhiri panggilan, aku juga mau makan malam dan mengurus Celin didalam kamarku, entah apa yang dilakukan oleh wanita tu
"Sean... siapa wanita tadi, kenapa kau memanggilnnya sayang?" tanya Celin duduk diatas sofa kamarku, wanita itu tampak mendengarkan apa yang aku katakan untuk tidak berbuat ulah
"dia kekasihku Celin" jawabku cuek, Celin langsung mendekatiku dan menatapku dengan aneh. sungguh baru kutemmui wanita seperti Celin, udah kutolak berkali kali tapi tetap saja tidak menyerah
"aku akan mengatakan pada papa untuk menikahkan kita secepatnya11' ucap wanita ini, sudah kubilang sejak awal Celin bukanlah wanita yang cocok untukku, dia terlalu mempunyai ambisi yang kuat dan tidak mau mengalah sedikitpunkami
novel selanjutnyaku👇👇👇
__ADS_1