Klise Diarama

Klise Diarama
Part 33, Bersama mu


__ADS_3

Author


Hari ini yang ditunggu oleh dua insan yang sedang dilanda cinta, Sean maupun Xena sudah tidak sabar untuk bertemu satu sama lain dan menghabiskan waktu bersama. dua-duanya saat ini sedang bersiap untuk menuju ketempat yang sudah mereka janjikan sebelumnya, dengan Xena berpaikan seperti biasanya  namun sangat natural dan kelihatan remaja yang baru memasuki usia dewasa.



selfi sebelum ketemu ayang 😘😘


sedangkan Sean dengan wajah tampan dan dominan sedang menunggu Xena datang menghampiri dirinya yang sudah setengah jam yang lalu bersiap bertemu dnegan kekasih yang snagat ia rindukan. dengan gaya yang khas dan terlihat lebih dewasa dan tak lupa dengan sifat dinginnya.



selfi nunggu ayang datang😘😘


sambil menunggu Xena datang, Sean sakaligus mengerjakan pekerjaannya bersama dengan sekretaris Lay yang mengurus rapat hari ini, sengaja Sean membawa sekretaris Lay ikut bersamanya karna ia tidak ada waktu untuk mengurus rapat bersama klien mereka, maka sekretaris Lay yang akan mengurusnya


"Lay bagaimana rapat hari ini?" Sean


"berjalan dengan baik tuan, tapi aku sedikit tidak mengerti dengan bahasa mereka, kalau tidak menggunakan translater saya tidak akan paham apa yang dikatakan oleh mereka" Lay


"maka dari itu Lay, aku selalu katakan padamu untuk belajar bahasa lain minimal indonesia agar kamu tidak terlihat bodoh saat berhadapan dengan klien dari luar negri" Sean


"iya tuan, lain kali saya akan melakukan apa yang tuan katakan" Lay


"harus begitu Lay, kalau tidak percuma kau sekretarisku" Sean


"saya rapat dulu lagi tuan, nanti saya berikan hasil dari rapat hari ini"  Lay


setelah Sean mendengar kabar dari sekretaris Lay ia, melihat Xena datang kearahnya, hampir tidak percaya Sean melihat kekasihnya bertambah cantik tiga tahun belakangan ini, jika dulu wajah Xena keliahtan sangat anak-anak, namun saat ini yang ada didepan Sean bukan lagi gadis polos dan lugu dulu, melainkan gadis cantik yang membuat jantungnya berdegup kencang


"maaf mmebuatmu menunggu lama Sean" ucap Xena dengan senyuman dan menatap Sean dengan rasa yang ingin sekali ia memeluk pria didepannya itu segera

__ADS_1


"tidak apa-apa sayang, aku bahkan rela meninggalkan rapat demi kamu" ucap Sean dengan tersenyum membalas ucapan Xena dan langsung meraih pinggang Xena untuk ia bawa kedalam mobil


"aku merindukanmu sayang" lanjut Sean dan memeluk tubuh gadis itu sampai Xena merasa kahabisan nafas karna Sean yterlalu erat memeluknya


"aku juga Sean, tapi lepaskan aku dulu. aku tidak bisa nafas" ucap Xena dengan memukul tangan Sean pelan agar pria itu mau melepaskan pelukannya


"maaf, aku terllau bersemangat untuk bertemu denganmu" ucap Sean salah tingkah dan langsung membuat Xena tersenyum dan meraih pipi Sean lembut


"aku juga merindukanmu, sangat merindukanmu Sean, aku pikir kamu tidak akan mengingatku setelah apa yang terjadi dengan kita" ucap Xena sambil menarik tangannya kembali dan menatap kedepan,mengingat dua tahun belakangan ini banyak hal yang mereka alami bersama-sama


"mana mungkin bisa begitu sayang, aku sudah berjanji untukmu. dan ingat tidak ada yang bisa membuatmu tergantikan dari hatiku" ucap Sean tersenyum dan mengecup pipi Xena dengan lembut


"ayo kita jalan, katanya mau habisin waktu satu harian bersamaku" ucap Sean agar Xena tidak larut dengan kesedihan dan mengingat semua yang pernah terjadi


"iya dong, itukan rencana yang sudah aku susun dari kemarin bersama kamu" ucap Xena dan mereka langsung turun dari mobil untuk bersenang-senang.


ditempat lain dengan kota dan waktu yang bersamaan, Xeno dan Gibran sangat disibukkan dengan bisis mereka yang sekarang sedang merosot, bukan karna masalah dari perusahaan namun dari permintaan custumer mereka yang akhir-akhir ini menurun, tidak lagi sebanyak dua bulan yang lalu yang permintaan mereka meningkat


"Xen, tolong dong lihat dokumen ini, kayanya permintaan kita emang lagi merosot banget. sampai pihak marketing kita gak tau lagi harus ngelakuin apa" ucap Gibran sampai memberikan laporan kepada Xeno


"kayanya ada yang ngikutin brand kita deh, atau ada yang diam-diam jiplak produk kita dan diam-diam membuat pengiriman kita menjadi lebih lambat agar produk mereka bisa bergerak dnegan cepat ke custumer" ucap Xeno saat membandingkan dokumen-sokumen yang ia terima dari karyawannya


"kayaknya gitu sih Xen, soalnya kata pihak produk ada pihak yang produknya launching sama kayak produk kita, makanya pihak pemasaran juga kesulitan membuat iklan produk kita karna ada brand lain yang mendahului kita" ucap Gibran memberikan foto prosuk yang sama persis dengan produk yang baru mereka buat


"kita harus melakukan observasi lagi Gib, kita gak boleh tinggal diam begini, lama-lama brand kita semuanya kena jiplak sama mereka" ucap Xeno dengan marah, bagaimana tidak? mereka harus membuat produk dengan banyakpenelitian dan biaya yang mereka keluarkan dan bisa-bisanya pihak lain hanya menikmayti begitu saja


"iya Xen, aku juga gak terima kalau seperti ini. tapi siapa ya kira-kira yang berani melakukan itu. apa dia sudah bosan hidup atau bagaimana?' ucap Gibran sambil meenggelengkan kepalanya


"entahlah, nanti kita harus kemarkas dulu membahasnya" jawab Xeno dan langsung diangguki oleh Gibran, keduanya kembali melanjutkan aktivitas masing-masing


***

__ADS_1


"Sean... aku mau naik itu" ucap gadis dengan senyuman yang mengembang membuat Sean tidak bisa menolak permintaan gadis itu


"tapi sayang, aku tidak suka naik itu, aku bahkan tidak pernah lagi naik itu" ucap Sean, mengingat pertama kali naik wahana yang ditunjuk Xena adalah wahana yang paling ekstrim, bahkan pertama kali ia mencobanya Sean berjanji tidak akan pernah melakukannya lagi


"ayolah Sean, aku sudah lama tidak naik itu yah yah yah" ucap Xena dengan puppy aye agar Sean tidak lagi menolak keinginnanya, dan benar saja pria itu luluh dnegan wajah imut kekasihnya dan langsung menuruti permintaan Xena


"makasih sayang, akmu yang terbaik dari segala yang ada" ucap Xena bersemangat dan langsung menuju penjual tiket agar membeli untuk mereka berdua


"aaaaaaa"


"Xenaaaaa......"


"sa.....saya...sayang..."


suara Sean menggelegar disemua tempat karna ketakutan menaiki wahana itu.sedangkan Xena, gadis itu sangat menikmatinya dan berteriak dnegan sangat nyaring, tidak lagi memikirkan Sean yang sudah ketakitan disampingnya


"sayang...ukhuk...ukhukk..." mereka berdua sudah berada dibawah setelah Xena beretrik agar menyudahi permainan itu, melihat wajah Sean yang sangat kasihan dan hampir saja pingsan diatas


"maaf sayang, aku menyesal udah maksa kamu ikut main" ucap Xena sambil memberikan air mineral kepada Sean dengan wajah merasa bersalah dan hampir menangis melihat keadaan Sean yang sangat kasihan


"gak sayang, bukan salah kamu, kan aku yang mau nemenin kamu" ucap Sean dan memeluk Xena agar tidak menangis, mata gadis itu bahkan sudah berkaca-kaca


"tapi kan aku maksa kamu" ucap Xena yang masih merasa bersalah, dulu mereka pernah naik wahana itu namun mereka ramai jadi Sean tidak terlalu memperlihatkan ketakutannya didepan sahabat mereka yang lain


"gak sayang... udah ya jangan dipikirin. aku udah baikan liat" ucap DSean sambil berdiri tegap meskipun kepalanya masih tersa pusing


"ummm... makasih Sean, jangan berubah ya" ucap Xena dan merapatkan tubuhnya kepada Sean sambil memeluk pinggang pria itu erat


"bersama mu adalah hal yang paling indah untukku sayang" batin Sean sambil melirik wajah Xena yang masih menampilkan raut sedih 


next novelku👇👇

__ADS_1


__ADS_2