Klise Diarama

Klise Diarama
Part 26, Amarah Amira


__ADS_3

~Penulis


Malam semakin larut, Sean sedang sibuk dengan ponsel miliknya, sambil melihat-lihat pekerjaan yang sedang ia kerjakan, Sedari tadi Sean hanya duduk sendiri dan saling bertukar pesan dengan Xena.gadis pujaan selamat selamat ini


hampir satu jam mereka saling berikir pesan sampai akhirnya Sean tidak tahu jika ada mamanya disana yang menyatukan dirinya sejak llima menit lalu.Amira, mama Sean terlihat sangat marah dari wajahnya yang sedikit ditekuk saat tahu anaknya masih berhubungan dengan gadis yang sama sekali ia tidak suka


"Sean!!"Amira tiba-tiba saja membuka suara, membuat Sean terkejut dan tidak sengaja menyenggol gelas yang ada diatas mejanya hingga terjatuh kelantai, juga ponsel milik sampai ikut terjatuh juga


"astaga ma,...ngagetin aja sihh" ucap Sean sambil menngambil kembali ponselnya dan air gelas yang isinya sudah tumpah dikolong meja


"duduk!!'ucap Amira membuat Sean hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh mamanya, bahkan Sean diam saja tanpa menjawab Amira. duduk diam tanpa merasa bersalah, bagi Sean ia tidak melakukan sesuatu kesalahan apapun


"ada apa ma, tumben datang kesini tidak bersuara malah ngagetin aja" ucap Sean debgab wajah yang sangat santai dan biasa saja, sedangkan Amira sudah menahan amarah dalam hatinya


"berapa kali mama bilang Sean, jangan berhubungan dengan gadis itu lagi. kau tidak tau bagaimana latar keluarganya, dia tidak pantas untukmu!!" ucap Amira dengan suara yang keras dan lantang, seluruh ruangan penuh dengan suara Amira yang berteriak seperti kesetanan


"memangnya ada apa ma!, apa yang salah dengan Xena,??, apa yang salah dengan keluarga Xena!!" jawab Sean dengan suara yang tak kalah keras dan tinggi dari Amira, Sean sadar jika dirinya terus terusan diam ketika mamanya menyuruhnya meninggalkan Xena tanpa alasan yang tepat


bahkan Amira mengatakan keluarga Xena tidak pantas untuknya, padahal Amira tau Xena berasal dari keluarga yang berada dan jauh dari kata berkecukupan, bahkan mama dan papa Xena begitu baik apa salahnya dia berhubungan dengan gadis sebaik Xena coba??


"tidak Sean!!, tidak... mama sekali bilang tidak selamanya akan tidak, mama benci keluarga itu. mama tidak akan pernah setuju dengan hubunganmu, tinggalkan gadis itu dan menikahlah dengan Celin" ucap Amira dengan mendekati Sean dan menatap Sean dengan sorot mata yang tajam


"aku juga sama seprti mama, sekali Sean memilih, selamanya akan Xena menjadi pilihan Sean. mama tidak bisa mengaturku lagi, cukup selama tiga tahun aku seperti boneka mama, mengaturku sesuka hati mama, dan menjadikanku budak untuk ambisi mama mengalahkan papa ucap Sean dengan suara yang mereda berubah menjadi penuh kesedihan


kehidupan Sean selama ini tak urung seperti boneka Aira, mengaturnya dengan tegas dan ketat. bahkan jika Sean tidak ingin emlakukan sesuatu maka Amira akan memaksa Sean bahkan kerap sekali mengancam Sean jika tidak mau melakukan hal yang ingin ia harapkan


"tidak Sean!!, kau boleh mencari wanita lain selain Celin, tapi dengan gadis sialan itu!!, kau tetap tidak boleh berhubungan dengannya, mama membenci mereka" ucap Amira dengan tatapan kebencian


"tidak ma, tidak ada wanita lain selain Xena, aku mencintainya sudah dari lama. dan mama tidak bisa memisahkanku dengan dia begitu aja, juga mama yang membencin mereka bukan aku!!" ucap Sean dan langsung pergi meninggalakan Amira sendirian disana, Sean keluar dari kamarnya dan memilih untuk pergi ke apartemen milik sekretaris Lay

__ADS_1


~Sean 


mendengar perkataan mama  dan keributan kami dirumah aku ebih memilih keluar dari rumah itu dari pada melihat mama dan mndengar kata kata yang membuatku semakin tidak bisa mengendalikan amarahku terhadap beliau, bagaimanapun mama tetapalah mamaku yang tidak akan pernah berubah sedikitpun


aku melajukan mobil milikku menuju apartmeen sekretaris Lay, aku sebelumnya sudah mengabari dia bahwa aku akan berkunjung kesana, selama perjalanan aku memikirkan kata kata mama yang tadi, mengapa mama bisa sebenci itu pada keluarga Xena, padahal dulu ketika mash di Indonesia kami sering saling main kerumah yang lain, mama juga senang saja jika sahabatku datang kerumah, meskipun mama sering tidak menyambut kedatangan kami


"selamat datang tuan, silahkan masuk" Lay langsung meyambutku dengan baik, sepertinya dia sudah menungguku lama sejak aku kabari akan datang kesini


"terimakasih Lay, apa yang kau lakukan diapartmenmu yang besar ini sendirian, aku bahkan jarang melihatmu keluar menikmati masa mudamu Lay" ucapku sambil ikut masuk kedalam mengikuti langkah Lay


apartemen ini sangat rapi, besih dan tertata baik, tidak ada tanda tanda barang yang berserak sebagaimana tempat tinggal pria, Lay sepertinya orang yang suka keberihan dan kerapian.  aku kagum melihat orang seprtinya, meskupun bekerja siang dan malam tapi masih menyempatkan waktunya untuk sekedar bersih bersih


"apartemenmu sangat rapi Lay, aku kagum melihatnya"  aku mengatakan ketika Lay datang membawa minuman dan makanan ringan untuk kami, juga aku melihat dimeja sofa Lay ada lukan yang sangat indah, ternyata Lay selain bekerja juga punya hobi yang lain


"silahkan dinikmati tuan, tuan bilang apa tadi?" tanya Lay karna mungkin tidak mendengar apa yang aku katakan tadi


"ohh itu tuan, itu lukisan bukan milik saya, dan kebersihan apartemen ini juga bukan saya yang membersihkan" jawab Lay membuatku langsung berhenti minum dan menatap curiga pada Lay, jangan jangan dia sudah menikah


"maksudmu apa Lay?, apa kau punya istri atau pembantu disini?mengapa aku tidak melihatnya?" tanyaku dengan heran, jika memang ada pembantu kenapa bukan dia yang melayani kami disini


"tidak tuan, saya tidak menyewa pembantu apalagi menikah. tapi ada seorang gadis yang juga tinggal bersama saya disini, dia gadis yang banyak kekurangan termasuk akal sehatnya tidak berfungsi dengan baik" jawab Lay yang membuatku tidak mengeti apa yang dia katakan, malah semakin aku bingung


"maksudmu Lay, apa kau sengaja melakukan itu supaya kau tidak perlu menyewa pembantu disini,aahhhh kau keterlaluan Lay" ucapku sambil memicingkan mata, jika memang benar bukankah Lay begitu kejam?


"tidak tuan, jangan salah paham, wanita itu saya temukan dijalan dua tahun yang lalu, tapi ketika saya pulang dimengikuti saya sampai akhirnya saya tau jika dia amnesia permanen, saya kasihan dan membawanya kesini. setiap hari dia melakukan apa yang dia inginkan, saya pernah membawanya berobat, namun kata dokter ia akan pulih lamban laun, karna saraf otaknya sudah banyak yang tidak berfungsi mengakibatkan kinerja otot dan otaknya tidak secepat manusia biasanya" jawab Lay dengan tenang, aku bisa melihat Lay bukan pria yang sebreng*sek itu


"aku paham Lay, tapi bagaimana dengan keluarganya?" tanyaku, bagaimana mungkin keluarganya tidak ada yang mencarinya, atau bahkan sudah mencari tapi tidak berhasil


"saya sudah mencoba melakukan penyelidikan tentang latar belakangnya tuan, tapi tetap saja saya tidak menemukan apapun hasilnya. akhirnya saja berhenti melakukannya" jawab Lay, aku hanya mengangguk paham. mungkin saja wanita itu hidup sebatang kara atau bagaimana, siapa yang peduli?

__ADS_1


"baiklah Lay, aku tidak akan bertanya lebih lanjut, sekarang kau bantu aku untuk menyelidiki tetang mama dan kelyarga Xena, aku curiga mama punya masalalu dengan keluarga Xena begitu juga sebalinya. melihat mama yang sangat menentangku dengan gadis itu membuatku berprasangka lain tentang mama" ucapku pada Lay,


"baik tuan, saya akan berusaha mendapatkan hasilnya secepat mungkin dan saya akan mengabari tuan" Lay menjawab dengan lugas, itulah mengapa aku sangat menyukai Lay sebagai sekretarisku, ia cekatan dan sangat bisa diandalkan


aku dan Lay becerita banyak, mulai dari aku ketika SMA sampai hubunganku dengan Xena, aku menceritakan semuanya, bahkan Lay banyak bercerita katanya kejanggalan terhhadap keluargaku dan masalaluku, aku tidak berkomentar banyak karna memang sedari awal aku sudah tau mama,papa dan aku tidak begitu dekat untuk saling terbuka satu dengan yang lain, juga mengapa mama punya ambisi yang sangat tinggi untuk mengalahkan papa itu dari dulu


"tapp..tap..tap..."derap langkah kaki terdengar dari belakang kami, aku menatap Lay dnegan kening mengkerut karna heran siapa yang melangkah disana sedangkan Lay disini bersamaku


"jangan takut tuan, itu wanita yang saya ceritakan tadi. dia tinggal disini dan sekarang dia terbangun mungkin karna lapar, tidak usah dihiraukan" ucap Lay dengan melanjutkan komentarnya, aku tidak begitu peduli dengan wanita itu dan mendengarkan Lay kembali


"Lay....!, aku lapar" wanita yang dikatakan Lay tadi tiba tiba sudah berada disamping kami sambil membawa toples selai yang kosong, mungkin tadi dia ingin makan roti namun selainya habis


"lalu apa yang aku lakukan?, lihatlah dikulkas pasti masih ada, jangan ganggu aku. sana kembali" ucap Lay mengusir wanita itu, namun wanita itu bukannya pergi malah melihat kearahku dan menatapku dengan serius


"pergilah kedapur, aku masih sibuk bekerja" ucap Lay namun wanita itu tetap tidaak bergerak, sampai akhirnya dia menatap aku dan Lay secara bergantian


"ada tamu kenapa tidak membangunkanku Lay, dia harus disambut baik, tapi siapa dia?" tanya wanita itu kepada Lay, sebelum Lay menjawab sudah lebih dulu wanita itu pergi kembali kedapur


"begitulah tuan, jangan terllau dipikirkan" ucap Lay yang ijin untuk kedapur melihat wnaita tadi melakukan apa. aku menghela nafas pelan, sunggu kasihan namun beruntung bertemu pria sebaik Lay


sekitar satu jam aku berdiam diri dikamar apartmen Lay, aku tidak mau mengurusi mereka yang berada diluar. aku lelah dan harus istirahat dengan baik, kulihat jam menunjukkan pukul setengah sembilan, itu artinya di Indonesia masih pagi sekitar jam jam delapan pagi, kilihat pesan terakhir Xena yang mintta ijin untuk kekampus. ahh kembali lagi aku merindukan gadisku


"tuan, keluarlah. mari makan malam bersama" suara Lay terdengar dari luar pintu, aku meletakkan ponselku keaas meja dan keluar kamar, kulihat wanita tadi berada dibelakang Lay mengekor


"maaf tuan, saya terlambat menyiapkan makan malam, ayo makan sebelum makanannya dingin" ucap wanita itu berbicara dengan nomal, ku tatap Lay dan dia megangguk sebagai jawaban. akhirnya kami bertiga menuju ruang makan, disana sudah tersedia berbagai macam makanan dengan rasa yang tidak kalah enak


"silahkan tuan, saya hanya bisa masak ini" ucap wanita itu dan melayani kami layaknya pelayan dirumahku


next novelku👇👇👇kami

__ADS_1


__ADS_2