Klise Diarama

Klise Diarama
Part 28, Celin Alberto


__ADS_3

~Sean 


masih berlanjut dengan kejadian dirumahku dimana Celin mengancamku dengan mengaadu kepada papanya akan menikahkan kami secepatnya, aku tidak peduli dengan perkataannya itu, namun saat kudengar dari bawah sana mama berteriak memanggilku cepat cepat aku turun tanpa menghabiskan makan malamku lagi


"ada apa ma, jangan berteriak seperti itu. tidak ada yang tuli dirumah ini" aku kesal sambil mendulem kepada mama, bisa bisanya mama seperti itu hanya karna wanita sialan disampingnya itu


"sudah berapa kali mama bilang Sean, jangan menghubungi gadis sialan itu lagi, apa kau tidak pernah mengerti ucapan manusia lagi!" ucap mama menatapku sambil mendekatiku perlahan, aku menatap Celin dengan tajam, wanita itu pasti mengatakan yang tidak tidak pada mama


"tidak bisa!!, aku juga sudah mengatakan berapa kali pada mama untuk jangan mengurusi kehidupanku lag, aku bisa bebas memlih siapa yang layak untuk diriku dan yang tidak. aku tidak setuju sejak awal mamam menjdodhkanku dnegan Celin, tapi apa?, apakah mama mendengarkanku?" aku berkata dengan keras sambil menatap mama, membalas tatapan beliau tak kalah tajamnya


"diam kau Sean, hanya karna gadis sialan itu kau membantah mama seperti itu, aku bahkan berteriak seperti ini didepan ku hanya membela gadis itu!!" ucap mama dan tidak terasa


plakk....


tangan mama terayun dipipku dan menamparku dnegan sekuat tenaganya, aku diam dan menatap mama bergantian dan Celin, aku tidak lagi mengatakan apapun dan langsung pergi dari sana


"Seann!! jangan keluar dari rumah ini selangkahpun, kau tidak seperti Sean yang dulu lagi" ucap mama menatap langkahku yang mulai menjauh dari posisi mereka, aku tidak peduli. aku bisa melakukan semuanya sendiri, untuk apa menyiksa diri dengan membuatku menjadi boneka mama selama ini


"ingat Sean!! pernikahanmu dan Celin akan dipercepat!!" triak mama yang tak lagi ku dengar, aku memutar mobil milikku dan pergi dari sana, kali kedua aku keluar dari rumah itu,dan ku pastikan bahwa tidak akan kembali sebelum berdamai dengan mama


~Author


hujan lebat dimalam hari, dengan suasana dingin dan mobil berlalu lalang dijalanan, suara gemericik hujan mengantarkan Sean ketempat dimana ia bisa menenangkan fikirannya sejenak dan melupakan masalah yang tterjadi, ia memilih pergi kesebuah CLUB malam dikota itu untuk mencicipi minuman yang bisa membuatnya lega sebentar

__ADS_1


Sean mmilih kamar VIP untuk dirinya sendiri, ia juga sudah mengabari sekretaris Lay untuk mengosongkan jadwalnya besok, karna Sean tau pasti besok ia akan bangun kesiangan dan tidak sempat kekantor, untuk kuliahnya, Sean sudah tidak lagi terlalu memikirkannya, ini sudah menjelang semester akhir dan mereka masih libur sekarang


"is there anything we can help Sirr?" tanya pelayan CLUB itu dengan pakaian seksi menggoda, namun Sean dengan otak jernihnya tidak tergoda malah dia mengacuhkan keberadaan mereka dan memesan tanpa melihat pelayan wanita itu lama lama


"deliver wine and glasses for one person" ucap Sean dan kembali sibuk pada lamunannya, berfikir bagaimana ia bisa menyadarkan mamanya dari ambisi dan keras kepalanya


"wait a minute sir" jawab pelayan wanita itu dengan wajah yang kusut, ia sudah berusaha menggoda Sean dengan meliuk liukkan tubuhnya dan menatap Sean dengan tatapan lapar, namun tetap saja pria itu tidak peduli dan malah menyuruhnya cepat keluar dari ruangan itu


sekitar jam dua belas waktu ditempat, Sean masih tersadar dengan wine yang masih menjadi teman berfikirnya, sudah lebih dari lima botol wine yang Sean nikmati tapi pria itu tetap saja tidak bisa berhenti, ini adalah botol kedelapan Sean menegak habis


dertt..derttt....dert....


suara ponsel terdengar, Sean malas mengangkatnya dan hanya mendiamkannya sampai panggilan itu berhenti sendiri, Sean bahkan tidak melihat siapa yang memanggilnya, pikirannya sudah tidak lagi bisa fokus, ia mabuk namun masih tetap sedikit sadar


dengan malas, Sean akhirnya mengambilnya dan melihat siapa yang memanggilnya seheboh itu, sampai smpai tengah malam begini masih saja sibuk menelfon


"ada apa, jangan ganggu aku Xen!!" ucap Sean dengan mengeram kesal, ternyata Xeno sahabatnya yang sibuk menelfon dirinya


"apa yang kau lakukan bodoh!!, apa kau mabuk lagi?" tanya Xeno mengumpat, ia tidak suka Sean yang semakin hari hidupnya tidak beraturan


"diamlah Xwn, aku lagi tidak berselera bercanda,jangan mengabiskan waktuku Xen!!' Sean mengatakan hal itu dengan suara yang tidak lagi fokus dan suara hembusan nafasnya tidak lagu beraturan dan snagat berat


"sebentar Sean, jangan marah dulu dong. aku ada informasi ini" ucap Xeno membuat Sean semakin tidak bisa fokus dan meninggalkannya tidur, padahal Xeno bercerita panjang lebar malah yang didengar adalah dengkuran Sean

__ADS_1


"Sean, kau keterlaluan, malah meninggalkanku tidur, padahal aku mengatakan informasi yang sangat penting" ucap  Xeno, memilih mengakhiri panggilannya dan membiarkan Sean tidur


~Xena


hari ini, aku dan sahabatku sedang menghabiskan waktu bersama kami memilih salah satu cafe dekat kampus,juga kami semua yang kesana hanya cwewek cewek saja, Fathan dan Gibran serta abangku tidak ikut karna katanya mereka mengurus sesuatu yang penting, entah apa itu kami tidak tau


"gak terasa kita bakal lulus tahun depan ya, kau udah gak sbaar tau buat kerja. gak sibuk terus mikirin tugas yang gak ada habisnya" ucap Ivanka mengawali kumpulan kami,


"iya nih, tapi aku sama Xena sih gak ada bedanya.. kliah atau kerja sama sama itu mulu yang dikerjain" ucap Olive menjawab sembari tertawa, 


"aku malah malas kalo udah lulus, kerja juga gak minat banget" ucap Rena sambil menghela nafas kasar, aku tau Rena pasti masih terpaksa mengambil jurusannya saat ini


"sabar Ren, kalo emang nanti kamu gak ada passion disana kamu bisa aja join sama kami. kan butik juga karna kamu makanya kembang gitu" ucapku sambil menepuk bahu Rena agar dia semangat, aku tau dia sangat tidak suka jurusannya, dia bisa bertahan sampai sekarang karna dukungan kami juga


"tapi itu snagat susah, kalian tau sendiri gimana aku bertahan sampai sekarang" ucap Rena hampir saja menangis, namun kami tetap ada bersama dengan dia


"jangan begitu Ren, kamu udah ngelakuin yang benar. kalo memang nanti kamu ga bisa bertahan lebih lama, setidaknya kamu udah nyelesain dengan baik selama empat tahun ini" ucap Oliv sambil ersenyum,akhirnya kami berpelukan satu sama lain, hubungan kami sudah begitu sangat erat


****


jam menunjukkan pukul enam sore, ternyata sudah selama itu kami menghabiskan waktu, aku dan sahabatku sampai lupa waktu kalau udah kumpul begini


"Xen, itu bukannya kak Bram ya?" tanya Oliv melihat kearah seorang pria yang mengenakan stelan kantoran dengan seorang wanita yang sangat dekat dengannya, aku tidak tau siapa itu, tapi aku juga tidak terlalu peduli,  bukankah aku juga punya Sean?

__ADS_1


next novelku👇👇👇


__ADS_2