
~Xena
aku dan Bram duduk berhhadapan, sambil memanggil waiters restoran ini dan memesan makanan untuk kami. aku hanya ikut dengan apa yang dipesankan oleh Bram, juga pria ini sepertinya tidak suka basa basi terlalu lama. kami duduk sambil menikmati dinginnya malam diselimuti dengan keindahan luar
"Xena, bagaimana kuliahmu sekarang?" tanya Bram mencoba untuk mencairkan suasana yang sedari tadi tegang dan tidak ada yang bicara sebelum Bram duluan
"baik, berjalan dengan lancar. bagaiman dengan pekerjaanmu sendiri Bram?" tanyaku memberi feedback yang baik, cuek juga bukan tipeku
"bagik juga, aku akan menyelesaikan proyek setahun yang akan datang, lalu aku akan pindah kesini Xen" jawab Bram dan aku hanya mengangguk paham, tidak banyak yang aku tanyakan lagi
"bagaimana menurutmu tentang perjodohan ini Xen, apa kamu keberatan dengan keputusan om yang menjodohkanmu denganku?" tanya Bram, dan inilah yang sedari tadi menganggu pikiranku, aku juga ingin bertanya dengannya seperti itu
"sebelumnya aku minta maaf Bram, namun aku tidak suka dengan perjodohan ini. aku sudah meempunyai pria yang aku cintai dan kamu tau, aku sangat membenci keputusan papa" jawabku dengan tersenyum namun jauh dalam hatiku ada sedikit rasa lega setelah mengatakan demikian
"maaf Xena, aku tidak bermaksud untuk menghasut atau merencanakan hal ini dengan om, tapi om Adrew yang pertama kali membahas hal itu, aku dan orangtuaku hanya ikut saja" ucap Bram sambil menatapku dengan lekat, aku bahkan tidak bisa bernafas teratur
"kenapa kamu mau Bram?" tanyaku, wajar saja pertanyaanku bukan?, karna aku ingin tau apa tujuan Bram mmau dijodohkan denganku
"ketika melihat fotomu, aku langsung tertarik. aku bahkan meminta fotomu langsung dari om Andrew" jawab Bram dan memberikan ponselnya, benar saja ada fotoku tertera sebagai walpaper ponsel itu
"tapi maaf Bram, aku sungguh tidak bisa. aku mencintai pria lain, dan aku tidak mungkin menerimamu. ku harap kamu bisa mengerti dan membatalkan perjodohan kita" aku meminta hal yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh Bram untukku
"tidak Xena, aku menyukaimu bahkan sejak pertama kali melihatmu. aku akan melanjutkan hubungan ini. lagipula pria itu belum tentu disetujui oleh om Andrew" ucap Bram sambil menatapku, yahh benar Sean memang tidak pernah bertemu dengan papa secara langsung
__ADS_1
"Bram, jangan salahkan aku kalau sifatku tidak baik untukmu. kamu sendiri yang membuat demikian, maaf aku hanya mencintai pria itu, terserahmu mau melanjutkan hubungan ini atau tidak" ucapku pasrah, bagaimanapun aku menolak papa pasti akan memaksaku
"tapi Xena, kamu tidak boleh begitu cobalah untuk menerimaku dan akupun demikian padamu" ucap Bra namun aku tidak hiraukan lagi, pesanan kami sudah datang. aku hanya fokus pada makanan yang ada didepanku tanpa menyahut atau mengatakan apapun lagi
aku dan Bram akhirnya berdiam. lima menit, sepuluh menit, makanan kami sudah habis. aku ijin ketoliet dan meninggalkan Bram dimeja itu sendirian
~Sean
aku sedang berada dikampus, Celin tiba tiba datang menghampiriku. aku memasang wajah malas dan kesal, entah apa lagi yang akan dilakukan oleh wanita ini untuk mengaduk suasana hatiku lagi
"Sean... nanti temani aku ke Mall sebentar, jangan ada alasan menolak Sean. aku sudah mengatakan kepada tante tadi" ucap Celin, dan benar saja bukan. wanita ini selalu mmebuatku kesal dan membuat moodku hancur begitu saja
"aku sibuk Celin, jangan sekarang. besok saja, aku harus kekantor habis ini" ucapku sambil memberesih barang barangku dan meninggalakan Celin sendiri disana, aku tidak suka diganggu. pekerjaanku juga sangat banyak akhir akhir ini
"Seann!" Celin tetap mengikutiku dari belakang, sedangkan aku sudah melangkah jauh, tidak menghiraukannya yang etrus meraau sambil memanggil namaku, aku sudah jengah melihat sifat Celi itu. bahkan semua teman sekelasku berfikir kami adalah sepasang kekasih betulan
****
Dikantor, aku masuk kedalam ruangan milikku, Lay sudah menungguku disana, hari ini aku haru menemui klien kami untuk membicaraakan proyek yang kami akan lakukan, kerjasama antara perusahaanku dan mereka.
"tuan, silahkan lihat dulu proposal yang saya buat ini, juga laporan keuangan bulan ini" ucap Lay memberikan laporan dan berkas proposal serta beberapa dokumen lain yang harus aku tanda tangan
"ini sudah bagus Lay, jam berapa kita akan ketemuan dengan klien itu?' tanyaku pada sekretaris Lay, namun saat ingin menjawab, pintu ruanganku terbuka dengan kasar, Celin ternyata menyusulku kesini
__ADS_1
"Sean...." wanita ini membuat ulah lagi, dia berbicara dengan gayanya yang menurutku sangat menjijikkan, aku tidak suka dengan sifat Celin ini
"ada apa lagi Celin, jangan mengangguku hari ini. pergilah bersama teman temanmu, aku snagat sibuk" ucapku sembari melihat dan tandatangan berkas berkasku, sedangkan sekretaris Lay hanya diam sambil menundukkan pandangannya
~Author
Sean dan sekretaris Lay melakukan meeting bersama kliennya, sedangkan Celin lebih memilih menunggu diruangan Sean sambil menikmati makan siangnya, Sean tidak sempat menemaninya. lagipula Sean pasti tidak akan mau berlama lama bersam Celin
"Sean lama banget sih.. apa dia harus menjelaskan semuanya kepada kliennya itu?" monolog Celin karna bosan sendirian disana, untuk pulangpun ia malas tidak ada yang akan menemaninya juga
"apa Sean menyimpan foto wanita yang sellau ia katakan?, bagaimana bentuk wajahnya, pasti aku tetap lebih cantik" ucap Celin dan menelusuri ruangan Sean satu persatu, melihat apa saja yang ada disana
"nahhh dapat, foto yang aku cari. tapi ini mereka sangat banyak, bagaimana aku bisa tau yang mana wanita itu" ucap Celin saat mendapat foto Sean bersama ketujuh sahabatnya, Celin tidak tau dibalik bingkai foto itu ada foto Sean dan Xena sedang duduk berdua memakai seragam SMA
Sean dan sekretaris Lay sudah selesai, akhirnya mereka kembali kekantor mengingat masih ada pekerjaan dan Celin juga masih berada disana
"tuan, saya langsung ke ruangan saya saja. tuan panggil saya kalau butuh" ucap sekretaris Lay sambil ijin undur diri masuk keruangannya, sementara Sean hanya mengangguk dan meneruskan langkah kakinya
Sean melihat Celin masih betah disana, dengan memegang sesuatu yang sangat dikenal oleh Sean, dengan suara bariton dan keras bak petir Celin sampai terkejut dan tidak sengaja menjatukan foto yang ia pegang tadi
"astaga Sean, kau mengagetkanku. kenapa datang tidak bersuara" ucap Celin dengan tidak merasa bersalah, bahkan meninggalkan serpihan kaca bingkai foto begitu saja berserak dilantai
"apa yang kau lakukan Celin, aku sudah bilang tadi jangan kesini jika hanya ingin mengacau saja!" ucap Sean marah dan memanggil OB untuk membersihkan kaca yang berserak, sedangkan Celin ketakutan mendengar amarah Sean yang mengebu gebu
__ADS_1
next novelku👇👇👇