
Author
Dua pasang sejoli telah selesai melakukan ritual membuat adonan untuk penerus keluarga mereka, Sean saat ini memeluk istrinya dengan posesif dan menciumi pipi sampai bibir Xena, pria itu seperti tidak puas mengeksekusi tubuh istrinya sejak tadi, padahal mereka melakukannya hampir 2 jam tanpa henti.
"sayang.. apa kamu mau pulang ke Indo?' tanya Sean disela istrirahat mereka,entahlah sudah jam berapa sekarang
"emangnya kamu ga nyaman disini Han, aku rasa cocok saja disini meskipun aku ingin sekali pulang kesana tapi aku masih merasa takut" ucap Xena mencurahkan isi hatinya pada suami tercintanya
"aku juga merasa cocok disini Darl, tapi aku rasa sudah waktunya kita memritahu kepada mereka tentang hubungan kita, lagipula pria itu sudah tidak mencarimu lagi" ucap Sean mengelus pipi Xena
"tapi bagaimana dengan mama dan papa, aku tidak ingin mereka membenci bahkan melakukan kasar padamu Han" ucap Xena sambil berbalik memeluk tubuh suaminya
"tidak sayang.. itu tidak mungkin terjadi, mereka pasti menerimanya" ucap Sean yang memang Xena tidak tau apa yang sebenarnya terjadii selama tiga bulan ini, bahkan istrinya ini berfikir kalau semuanya baik-baik saja selama mereka menikah
"baiklah.. kapan kita pulang Han?" tanya Xena tidak sabaran, melihat wajah mamanya dan memeluknya. juga bersama para sahabatnya yang selama ini ia rindukan
"mungkin besok pagi, kalau semuanya sudah selesai diurus oleh Lay" ucap Sean dan mengecup bibir istrinya pelan
"Darl... aku ingin katakan sesuatu" ucap Sean memperbaiki posisi mereka
"ada apa Han.. jangan membuatku takut" ucap Xena semakin mengeratkan pelukannya, perkataan Sean seolah hal buruk telah terjadi
"hahhahha.. jangan takut sayang, aku hanya sakit pinggang" ucap Sean karna tau ekspresi istrinya takut
"ya sudah apa?" tanya Xena, wanita yang tidak pernah sabar jika sudah menyangkut gosip atau sesuatu berbau cerita
"selama tiga bulan terakhir pria itu tidak mencarimu, banyak kejadian terjadi diluar sana tapi aku dan yang lain telah membereskannya, kuharap besok kami tidak terkejut dengan semua yang terjadi. juga papamu saat ini tidak dirumah dia pergi bersama papa Bram untuk sesuatu rencana mereka, keduanya bekerjasama untuk menghancurkan kita, juga papaku dalang dari semuanya ini" ucap Sean tak lagi menutupi apapun dari istrinya
"kenapa baru kasih tau aku Han" ucap Xena memukul perut Sean dnegan pelat, kesal karna selalu meberitahu terakhir padanya
__ADS_1
"karna aku tidak mau kamu khawatir dengan kami, lagipula kamu tidak perlu bantu cukup doakan saja semuanya baik-baik saja Darl.. dan satu lagi musuh ada dimana-mana saat ini, jadi pastikan kamu selalu didekatku" ucap Sean membuat Xena mengangguk paham dan memeluk suaminya kembali
"aku tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa kita, kenapa sellau saja ada orang yang hatinya busuk" ucap Xena tak suka dengan kejadian dan suasana yang mereka alami
"begitulah manusia Darl.. tidak pernah puas dengan apa yang ia punya" ucap Sean tersenyum
"sudahlah.. kita tidur saja karna besok harus berangkat untuk menyambut rumah baru" ucap Sean dan mmebwa istrinya kedekapannya untuk mengarungi mimpi bersama
skip
diruangan yang sangat rahasia dan jarang diketahui oleh orang-orang yang ada dimansion itu, tiga orang pria paruh baya sedang sibuk dengan topik pembahasan mereka, kali ini mereka akan menyerang secara fisik tanpa mempedulikan hubungan mereka dengan lawan
"aku ingin mereka semua mati dengan mengenaskan, jangan biarkan satupun yang hidup dan mati begitu saja!" ucap pria bertubuh tinggi namun terlihat masih muda dan berkharisma, yang tak lain dari Aaron ayah tiri Sean Dirgantara
"aku harap juga begitu, bisa-bisanya mereka hidup dengan damai sampai berpuluh tahun dan bodohnya aku sendiri yang menghidupinya" ucap pria disampingnya tak kalah kharismanya dan tatapankosong namun penuh kebencian
"sekarang mereka semua sudah berkumpul, bahkan sudah saling mendukung satu sama lain. musuh kita tak lagi satu atau dua melainkan keturunan dari keduanya"ucap Aaron sambil melihat kearah dinding yang sudah ada foto musuh mereka
"aku paling tidak suka dengan anak gadis itu, sangat menyebalkan dirumahku. kenapa aku sangat tahan dengan mereka selama puluhan tahun" ucap Andrew yang diselimuti kebencian
"kan aku sudah bilang, lepaskan wanita itu lagipula dia menikahimu karna terpaksa" ucap Aaron merasa gusar mengingat Andrew yang tidak bisa dibilangi dari dulu
"lalu bagiaman dengan kamu, sudah tau istri orang dan hamil puula malah mnikah dan nekad berbuat hal itu" ucap Andrew mengingat kekejian yang dilakukan Aaron hanya ingin mendapatkan Amira
"sudah..sudah kalian ini mau membahas masalalu atau ingin apa" ucap Alexander yang pusing melihat keduanya, dia yang tidak tau apa-apa harus mendengar mereka bertengkar karna masalalu
"ya sudah.. besok merekaa akan pulang dari mata-mataku aku mendapat informasi. ternyata Sean dan gadis itu sudah menikah dan sekarang tinggal di Singapura. kita harus membuat mereka berpisah besok dan mencilik gadis itu" ucap Aaron yang berencana untuk menghancurkan Sean perlahan-lahan
"baiklah.. aku akan mengerahkan semua orangku untuk melakukan itu" ucap Andrew dan Alexander bersamaan, mereka harus melakukanya tanpa ketahuan dan harus secara halusjika tak ingin ada yang curiga dnegan mereka
__ADS_1
skip
Indonesia apartemen Amira sedang banyak orang, dimana Anna dan Amira sibuk membuat masakan untuk menyambut kedatangan dua orang yang sangat mereka ingin bertemu dan sangat dirindukannya
"Ann.. tolong siapkan itu diatas meja, aku tak sabar ingin bertemu dengan menantu dan anakku" ucap Amira dengan bersemangat
"kamu pikir cuma kamu doang, aku juga ingin bertemu mereka" ucap Anna dan melakukan apa yang dikatakan sahabatnya juga menata seluruh makanan diatas meja
kini, rumah Andrew tidak ada yang mengisi, semuanya telah keluar dan keapartemen Amira bahkan ruamh itu kosong yang biasanya dihuni oleh Anna yang tak pernah kemana-mana
"aku gak sabar melihat mereka Ann" ucap Amira yang sangat antusias hingga lupa dengan masalah perusahaannya sekarang, bahkan wanita itu terlalu nyaman beberapa bulan ini
"aku juga, tapi kalau kamu terus begitu masakanmu akan gosong" ucap Anna yang melihat masakan Amira hampir berbau gosong sangking senangnya akan kedatangan anak menantu mereka
skip
sementara dirumah Sean dan Xena keduanya sibuk untuk berkemas, mereka akan kebandara dengan diantar supir yang sudah ditugaskan sekretaris Lay untuk menjemput mereka, Sean dari tadi asik menggoda istrinya yang mengomel karna Sean tidak bisa diajak serius
"Sean..." ucap Xena dengaan tatapan maut dan suara yang datar, ia capek melihat tingkah suaminya yang sangat absurd itu
"apa Darl.. apa kamu masih mau bermain satu ronde lag?" tanya Sean dengan tertawa karna Xena langsung melemparnya dnegan bantal
"jangan main-main Sean.. aku sedang sibuk" ucap Xena mengusap wajahnya kasar
CUP
satu kecupan singkat melayang dipipi Xena membuat wanita itu yang tadinya mengomel langsung tersipu malu karna ulah suaminya, sangat menyebalkan pikirnya
next novelku๐๐๐
__ADS_1