
~sean
Aku mengikuti langkah kaki xena untuk masuk kedalam, gadis itu belum sadar aku mengikuinya, hingga ke dalam villa aku memanggil namanya, dengan perlahan xena membalikkan tubuhnya dan melihat ke arahku, ia bertanya.melihat wajah membuatku merasa nyaman dan tenang
“ada apa sean?” Tanya xena padaku dan dengan segera aku mengajaknya untuk berbicara empat mata, mengenai hal yang selama ini snagat sulit untuk aku utarakan dan mengenai kepergianku besok lusa, sungguh aku tidak ingin melihhat mengecewakan gadis depanku ini
Sekarang, kami berada disalah satu kamar villa, dnegan menutup pintu agar tidak ada yang mengganggu, aku menarik tangan xena dan duduk diatas ranjang kamar itu, mata kami saling tatap
Raut wajahnya membingungkan dan penuh tanda tanya, namun aku masih belum bisa buka mulutku, oh shitt ini sungguh sulit untuk aku katakan
“bicaralah sean” ucap xena dengan mata yang membocorkan ekarahku, awalnya aku berfikir jika gadis ini akan menyadari namun ternyata aku salah, aku yang bertanggung jawab tidak bisa berbicara, sial sekali bukan?
“mulai Xena, aku ingin mengatakan sesuatu padamu, kuharap kamu tidak kecewa dan benciku” aku perlahan membuka suara walaupun sedikit blepotan dan melirik ekarah Xena yang menganggukan kepalanya, tanda bahwa dirinya siap mendengarkan ceritaku
“katakanlah Sean, aku mendengarkanmu” jawab Xena dnegan tersenyum, aku segera menarik nafas untuk mengambil dan tenaga terlebih dahulu
“jadi begini, mamaku menelfonku tadi, katanya aku harus berangkat besok lusa ke California. Papaku membutuhkanku disana untuk membantunya diperusahaan keluarga” ucaku dengan hati hati, dan tentu saja raut wajahnya langsung berubah dan melototkan ke arahku
"tidak bercanda Sean, aku gak suka!” ucap Xena dengan wajah marah dan kesal, ia mengira aku ngeprank atau apalah bahasa sekarang itu, aku tidak terlalu paham
“tidak Xen, aku serius. Mamaku memberitahu seperti itu, aku bahkan tidak bisa menolak keinginan mamaku, kamu tau itu bukan?'ucapku lagi memberikan realita yang memang terjadi seperti itu, bahkan mereka mungkin sudah kenal watak mamaku
“Sean..!” ucap Xena meninggikan suaranya, aku tau apa yang dia dengarkan. Aku paham arti terkejut melihat yang les dan mengecewakan, namun aku tidak bisa berbuat apa-apa
__ADS_1
"maaf.." ucapku tak bisa lagi melanjutkan kataku, aku sungguh bisu dalam keheningan ruangan ini, tidak ada yang membuka pembicaraan, sampai Xena memperhatikan lagi
“kenapa secepat itu Sean, tidakkah bis akita waktu lebih lama?” tanya Xena dengan jawabannya, anmun dengan jawaban aku mengangguk, aku tidak bisa membantah mamaku lagi
“hmm, sudah. Aku mengerti, kamu anak satu satunya dikeluargamu, aku paham itu” ucap Xena dengan nada keceaanya dan aku hanya mengangguk saja, tidak ada yang bisa au lakukan
“tolong kasih tau dengan yang lain, untuk Xeno dan yang lainnya sudah tau” ucapku menambahi kalimat awalku tadi, Xena mengangguk
"hanya itu?" tanya Xena, seolah tidak ingin lama lam diruangan itu, dengan rasa kecewa yang ia alam, sungguh ini perkara yang tidak mudah untukku dan dia
“aku ingin mengatakan sesuatu denganmu Xen, kuharap kamu tidak terhubung masalah tadi dengan hal ini” ucapku dan membocorkan Xena dngan sungguh, bak superhero yang siap menyelamatkan dunia, seperti itulah kepercayaan diriku saat ini, ditolak atau diterima, urusan belakang.Pikirku
“ada apa?” tanya Xena, masih dengan nada kecewa dan raut wajah datar, latihan ini bukan momen yang tepat, tapi bagaimana lagi, aku akan mengatakannya
“ma..maksu..maksud kamu Sean?”, tanya Xena dengan raut wajah terkejut, aku menyadari hal ini bukan yang terbaik, namun saya tidak ingin menyesal dikemudian hari
“iya, aku cintaimu, menyukaimu, dan bahkan itu sudah lama Xen, jadi akum au kamu menjadi kekasihku!”kataku mengulang dan memperjelas ucapanku sebelumnya, dan kali ini sedikit memaksa
“setelah kamu akan pergi, baru kamu mengatakannya Sean, apakah aku bisa percaya dengan perasaanmu itu?”tanya Xena dengan nada yang seperti ucapanku yang serius
“Xen, aku ingin dari dulu, tapi tidak ada itu. Kamu tau bagaimana aku harus meyakinkah abangmu dan yang lain” ucapku dengan meraih tangan Xena, ingin sekali gadis ini aku peluk
“tapi Sean, aku tidak bisa. Kamu akan pergi dan aku tidak mau berhubungan jarak jauh, itu sangat menyenangkan” ucap Xena memberikan jawaban yang sudah aku tau sebelumnya
__ADS_1
“tidak Xen, aku bisa meyakinkan kalau aku bisa menjaga hatiku untukmu, hanya untukmu. Tapi kalau kamu tidak menerimaku, aku akan paksa!!”kataku, entah dari mana ucapan itu bisa keluar dari mulut bodo ku ini
“jangan paksaku Sean, aku belum bisa. Namun kamu juga harus tau, akupun ada rasa untukmu, tapi untuk menjalin hubungan aku belum siap, kamu bisa menungguku mungkin sampai kita selesai dengan gelar kita, dan disanalah buktikan cintamu, kamu tau maksudku” ucap Xena memberi kode namun hal itu terlalu sulit
hubungan tanpa adanya, hanya saling meengetahui dan komitmen, aku takut Xena diambil orang lain, dia terlalu banyak menyukai laki-laki diluar sana
“baiklah, tapi yakinkah aku bahwa kamu akan menungguku” ucapku dan menarik leher gadis ini, aku menikmati, sungguh itu sangat manis dan membuatku candu, tidak lagi ingat dnegan kutipan Xeno tadi, aku ini memang.
“kau menodai bibirku Sean, awas saja kamu” kata Xena kepadaku, namun aku hanya tertawa wajah yang semerah tomat, sungguh indah dan imut
“kamu juga yang menodai bibirku yang pertama Xen, dan selamanya akan seperti itu bukan?” ucapku dan menarik Xena kepelukanku, menikmati malam yang hangat berduaan dengan Wanita yang aku cintai, sungguh membuat jantungku tidak normal
“berjanjilah bahwa kamu adalah milkku Xen, jangan mendekati pria manapun, aku benci hal itu” ucapku dalam pelukan hangat kami, Xena hanya mengangguk, aku yakin dia juga membalas perasaanku
“ya sudah, ayo kita tidur” ajak Xena melepaskan pelukan kami, namun aku gerakan, mengatakan kalau kami berdua tidur di kamar itu, aku sudah berjanji tidak akan melakukan hal lebih dari
“janji ya, awas saja aneh aneh” ucap Xena dan menaikkan kenaikan ke atas ranjang, aku langsung ikut dan menariknya kepelukanku, sudah terlalu larut malam, dan sekali lagi, candu untukku,
Aku menarik wajah Xena agar bisa mencapai bibir itu, Kembali menikmati canduku yang lembut dan kenyal, sungguh membuatku lupa akan daratan, namun, aku bisa melihat kecanggungan Xena saat menerima ciumanku, wajahnya yang malu dan enggan untuk membuka akses untukku,
“Xen, nikmat saja” ucapku dan Kembali meraih bibir itu, perlahan Xena mulai terbiasa dan membuka aksesku agar bisa menikamti canduku lebih dalam, aku kehilangan kendali, namun sebisa mungkin aku menahannya, nanti juga akan aku nikmat bukan?
lanjut novelku👇👇👇
__ADS_1