Klise Diarama

Klise Diarama
Part 16, Kenapa Aku?


__ADS_3

~Xena


masih berlanjut cerita semalam, saat mama bercerita tentang perjodohan yang dilakukan denganku dan anak rekan bisnis papa, aku bahkan tidak percaya dengan perjodohan itu, aku tidak mau bahkan sangat menolak keras dengan hal itu, aku tidak menyukainya


"ma, tapi kenapa harus Xena?, kenapa tidak abang saja, Xena tidak mau dijodohkan ma. aku tidak mau pokoknya!!" ucapku dengan nada yang sedikit tinggi, aku sungguh membenci hal itu, mendengarnya saja aku benci


"tapi nak, kita tidak bisa bisa menolak lagi. papa sudah berjanji dengan mereka, lagipula kita tidak bisa membantah perkataan papamu nak" ucap mama membuatku langsung lesu dan tidak mampu berkata apa apa lagi, aku terlanjur kecewa dan tidak sanggup lagi, membantah papa sama saja meminta dikeluarkan dari kartu keluarga


"tapi ma, Xena sungguh gak mau dijodohkan ma, Xena gak mau. Xena bisa cari jodoh sendiri" ucapku dnegan menahan sesak dan airmata, bagaimana mungkin aku dijodohkan dengan pria yang tidak aku kenal, aku masih ingin menunggu Sean


"tidak bisa sayang, bagaimanapun itu sudah perintah papa, dan mama hanya menyampaikan padamu saja. dan satu lagi, laki laki itu baik, dan mama yakin dia yang terbaik untukmu. dia paham tentang agama dan juga bisa dipercaya" ucap mama dan disitulah aku runtuh, harapanku mendapat dukungan dari mama sirna dan hancur


tinggal satu lagi, aku harus mencari bantuan dari abangku, Xeno. ia pasti bisa membantuku, namun jika tidak, aku akan berusaha sendiri. cinta?, hal yang tidak bisa dipaksakan, meskipun banyak yang bilang kalau cinta bisa bertumbuh seiring berjalannya waktu dan kebersamaan, namun tetap saja itu tidak berlaku untuk orang yang hatinya sudah diberikan pada seseoarang


"maafkan mama sayang, mama bukannya tidak mau membantumu. tapi mama juga tidak bisa melarang papa dan membantahnya, kamu tau sendiri bagaimana sifat papa kalau marah" ucap mama dan memelukku, beliau keluar dari kamarku dan menyisakan keheninganyang mencekam


tidak berselang lama, Xeno abangku datang menghampiriku, mungkin dia sudah tau tentang hal ini. aku terdiam diatas ranjangku, meskipun kami berdua sering bertengkar tapi hal itu tidak mengurangi rasa sayang antara kami berdua, kami masih tetap saling membnatu dan menyayangi satu sama lain


"Xen, kenapa melamun dek?" tanya abangku, bukan lagi dengan sifatnya yang datar dan dingin, namun berubah menjadi hangat dan langsung memelukku erat, ia bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini juga

__ADS_1


"aku membenci ini bang, aku tidak suka. papa keterlaluan, aku tidak suka dengan pria itu, aku tidak mau dijodohkan" ucapku menangis dipelukan abangku, mungkin saat ini hanya dia yang mengerti dan paham apa yang kau rasakan, abangku tetap memelukku dan semakin erat


"sabar dek, mungkin papa melakukan itu ada alasannya, kamu jangan terlalu memikirkan hal itu. fokus dulu pada kuliahmu dan lupakan hal yang mmebuatmu sakit, abang akan membantumu bicara pada papa agar membatalkan perjodohan ini, kalau bisa abang yang akan turun tangan menyelesaikannya" ucap abangku, sedikit membuat hatiku senang


"abang janjikan akan membantuku?'"tanyaku yang kurang percaya, aku tidak bisa percaya begitu saja karna manusia tempatnya perubahan, baik dari hati maupun perbuatan, meskipun Xeno abangku tetap saja dia bisa berubah sewaktu waktu


"iya dek, tenanglah. kamu harus selesaikan kuliahmu dahulu dan mengembangkan butikmu itu. abang akan terus berada dibelakangmu membantu"  ucap abangku dan melepaskan pelukannya, ia mengusap airmataku dan tersenyum menenangkanku


"jangan menangis lagi, nanti Xena adikku jadi jelek' ucap Xeno dan kami tertawa bersama, meskipun keluarga kami terlihat baik baik saja diluar, tapi kalian tidak tau bagaimana kami didalam. sedikit akan aku ceritakan bagaimana masalah keluarga kami


aku dan abangku memanglah anak kembar, namun dibalik itu kami bukanlah anak kandung dari papa kami. yahh terdengar sedikit mengejutkan memang karna dari dulu papa selalu memanjakan kami dan memberikan apa yang kami minta, papa orang baik jika dituruti namun akan berlaku kejam jika dibantah begitulah kira kira


untuk ayah kandung kami. aku dan abangku tidak peduli dengan hal itu, siapapun dia kami tidak peduli, meskipun aku dan abangku mungkin bertemu dengannya kami tidak akan mengakuinya, kami sudah menganggap papa adalah papa kandung untuk kami, dan beliau juga selalu menyayangi kami layaknya anak kandung


"abang keluar dulu ya, jangan terlalu merasa terbebani dengan hal itu" ucap abangku dan aku langsung mengangguk, siapapun laki laki itu, jika bukan Sean aku tidak mau


~Sean


ponsel milikku berbunyi, aku langsung melihat siapa yang menelfonku malam malam begini, kulihat bahwa itu adalah sahabatku, dengan cepat aku menggeser layar ponselku dan mengangkat telfonnya

__ADS_1


"ada apa Xen, apa ada berita terbaru atau sesuatu yang membuatmu harus menelfonku?"  tanyaku dnegan cepat, tidak biasanya Xeno akan menelfonku malam malam begini klau bukan ada sesuatu


"ada hal buruk yang terjadi Sean, dengarkan baik baik. adikku Xena dijodohkan oleh papaku dengan anak rekan bisnisnya, dan mungkin tidak jauh sepertimu yang juga dijodohkan" ucap Xeno dengan jelas dan sangat nyaring terdengar ditelingaku, aku langsung terdiam dan mencerna setiap ucapannya itu


"maksudmu, Xena dijodohkan sama sepertiku?, mengapa bisa Xen?' tanyaku dengan nada yang tinggi, keluarga mereka baik baik saja, namun kenapa harus seperti itu. apakah papa Xeno mengalami bangkrut atau bagaimana, mengapa harus menjodohkan Xena dengan anak rekan bisnisnya


"iya seperti itu Sean, aku tidak tau ada apa dengan papaku, namun kami harus mengikuti perintah beliau, kau tau bukan siapa aku dan mamaku, kau sudah tau bagaimana keluargaku sebenarnya. aku hanya minta kau jangan berubah dan terus melakukan apa  yang sudah kita rencanakan, apapun kedepannya terjadi tetaplah bersamaku melakukannya" ucap Xeno dan tanpa berkata dua kali lagi aku langsung menjawab ia


"tapi Xen, bagaimana denga Xena, kasihan dia jika harus..." belum sempat aku menghabiskan ucapanku Xeno langsung memotongnya, itulah yang aku tidak suka dan dia sedikit menyebalkan


"tidak ada apa apa yang akan terjadi padanya Sean, yang terpenting kau selesaikan perusahaanmu dan selesaikan hubunganmu dengan mereka, disini aku akan menyelesaikan apa yang direncanakan papaku, dan sedikit demi sedikit akan terkuak apa yang sebenarnya terjadi" ucap Xeno dan aku hanya ikut saja


Xeno jika dibandingkan dnegan yang lain, pemikirannya jauh lebih maju. namun terkadang ia tidak bisa melangkah maju karna tidak tau apa yang harus ia lakukan, itu makanya ia sellau meninta bantuanku, dan aku juga demikian. aku butuh ide dan wawasan Xeno untuk melakukan rencanaku,kami saling melengkapi dibidang ini


"ya sudah kalau begitu, aku tutup dulu telfonnya. kau lakukan tgasmu dan jangan lupa beri informasi padaku" ucap Xeno dan aku menjawab iya, aku juga harus menyelesaikan tugasku yang ada disini, belum lagi tuntutan mamaku yang terus mendesakku menerima Celin menjadi kekasihku, menjaga gadis itu dan mematuhi apa yang ia mau, memangnya siapa dia?


"baiklah, mulai hari ini harus kerja ekstra dan tidak boleh berhenti sebelum mencapai tujuan, aku bisa dan aku akan merebut hakku yang seharusnya memang milikku!!!" aku meyakinkan diriku, meskipun banyak pikiran yang bercabang dan membuatku tidak fokus, tapi aku bisa melupaka itu dan fokus pada tujuan dan rencana awal yang sudah kubuat


lanjut novelku👇👇👇

__ADS_1


__ADS_2