Klise Diarama

Klise Diarama
Part 29, Terkuak satu persatu


__ADS_3

*** Penulis **


Dari semua permasalahan yang ada satu pertemuan kini terkuak satu pertemuan itu, Sean dan Xeno serta Gibran tidak melakukan penyelidikan tiga tahun belakangan ini, semua bukti sudah ada dan orang yang terlibat sudah didiepan mata, tinggal pengakuan dari


"Sean, bagaimana kalau nanti di hari kelulusan kami akan datang disana kita akan membuka semua rahasia dan kejanggalan yang selama ini" ucap Xeno dibalik panggilan bersama Sean, juga ada Fathan disampingnya dan Gibran yang asik dengan ponsel miliknya


"aku ngikut aja Xen, bagaimana baiknya. aku juga sudah tidak sabar menanti hari itu tiba, bagaimana reaksi mereka dan bagaimana nasib orang yang membuat kondisi sekacau ini" jawab Sean sambil tersenyum devil


"aku bahkan tidak mengira masalalu mereka seburuk itu, dan lebih parahnya lagi ternyata orang baik adalah dalang dari semuanya ini" tambah Sean lagi dan diangguki oleh mereka bertiga, namun Fathan adalah satu satunya orang yang tidak terlalu tau apa yang sebenarnya terjadi


"btw... ini kalian bahas apaan sih? kok aku gak ikut ya?, kalian bener bener ya" ucap Fathan yang dari tadi hanya mengangguk tanpa tau duduk perkara dan pembahasan yang dilakukan oleh ketiga sahabatnya


"kau sendiri yang tidak mau ikut dari kamren,siapa suruh perusahaan terlalu sibuk dengan mu itu" jawab Gibran dengan mata julid kepada Fatha, maklumlah diantara mereka, Fathan yang paling sibuk melebii Sean pemilik


"diam kau, memang dari dulu kau selalu pelit urusan masalah begini" ucap Fatahan melototkan matanya dan melihat ke arah sean dan Xeno secara bergantian, kini mereka sudah melakukan pangilan video


Begini Than, sejak awal kan keluarga Sean ada masalah, nah dari sana kami curiga dan melakukan penyelidikan, kami juga heran ada apa dengan mama Sean yang selalu marah ketika dekat dengan adikku, dari sana tternyata kejanggalan itu ada lima. ada masalalu mereka yang tidak kita tahu" jawab Xeno mencoba menjelaskan secara singkat namun semua poin sudah ada disana


"lalu apa masalalu itu xen?"tanya Fathan semakin mendekatkan dirinya, ia ingin gau cerita menarik ini, apa sebenarnya yang terjadi


kilas balik


Masa lalu keluarga Sean dan Xeno, juga alasan mengapa ibunya Sean, Amira sangat mencintai keluarga Xeno dan mengapa Amira menikah lagi dan juga mama Xeno pergi membawa anak anaknya dan menikah dengan suaminya yang sekarang


tujuh belas tahun silam


"Mir, nanti kita pulangnya barengan ya, kamu jangan pergi sendiri" ucap seorang gadis berambut pirang pekat hitam sepinggang dengan senyuman dibibirnya, dia adalah gadis yang banyak diincar oleh pria ditempat kerjanya, namun tak seorangpun yang bisa mendapatkan dia

__ADS_1


"oke Ann, tapi kamu juga harus tunggu aku kalo kerjaanmu selesai duluan" ucap Amira yang dipanggil oleh gadis itu, mereka berdua adalah sahabat yang sudah lama bersama.Amira adalah sosok gadis yang sangat baik bagi Anna keduanya saling melengkapi satu sama lain


Amira tidak jauh berbeda dengan Anna, dia berambut lurus hitam pekat naun sebahu namun yang menjadi pembeda mereka adalah dari sifat, jika Anna adalah yang sangat lembut dan sabar, berbeda dengan Amira yang selalu tegas dan tidak mudah dibodoi, dia tidak sepolos Anna sahabatnya


hari berganti bulan dan bulan berganti tahun begitulah mereka berdua saling ada dan tidak akan pernah meninggalkannya, namun demikian saat keadaan keduanya tidak lagi bersama, dimana Anna kehilangan Amira disaat sahabatnya itu memiliki kekasihnya, Amira sering menginap dirumah kekasinya dan lagi sedekat dulu dengan Anna


kehidupan selalu berjalan, Amira dikabarkan dikabarkan dengan salah satu petinggi tempat mereka, Anna yang mendengarnya langsung bertemu dengan sahabatnya dan melihat Amira yang berbeda dari sebelumnya, namun tetap saja mereka menjalin hubungan sahabat, bahkan Amira kerap bertemu dengan Anna jika bertemu dengannya.


suami Amira orang yang baik, dia adalah bos dari perusahaan terbesar di Asia dalam bidang logistik hal itu membuat Amira tidak perlu bekerja lagi dan hidup pas-pasan dikontrakanya dengan Anna,


"Mir, kamu belum isi ya?"tanya Anna suatu hari datang kerumah Amira sekedar untuk mengunjungi sahabatnya dan waktu mereka bersama, Amira tampak kesepian karna suami selalu sibuk dan pulang malam


"iya An, aku takut mas Erlan akan berpaling dariku kalo aku gak bisa kasih keturunan sama dia" ucap Amira dengan raut wajah yang sedih dan merasa terbebani


"sabar Mir, mungkin Tuhan masih belum bisa mempercayakan pada kalian, kan kamu tau sendiri suami kamu sering gak ada dirumah, atpi yakinlah mas Erlan itu pasti setia kok" ucap Anna menghibur sahabatnya, mereka tidak melihat ada seseorang yang menyadari tidak ada yang menyadari


"jangan gitu Mir, kalo suami kamu bilang sibuk ya pahami saja, mungkin emmang benar banyak kerjaan kan bos selalu gitu" ucap Anna tersenyum dan mereka berpelukan satu sama lain


begitulah waktu, satu dua tahun kehidupan tangga Amira berjalan dengan baik, dan di akhir akhir ini suaminya juga lebih banyak dirumah, namun khawatir malah tambah khawatir bagaimana nanti jika dia benar-benar tidak bisa memberikan anak pada Erlan, suaminya


***


seiringnya waktu.Anna juga bertemu dengan pria yang awalnya mengaku hanya pekerja biasa, dengan cinta dan kepolosan Anna, pria itu berhasil membuat Anna luluh dan menjadikan Anna sebagai istrinya, dengaan senang hati Anna mau menerima lamaran pria itu


pria yang beruntung mendapatkan hati Anna adalah Abednego, pria dengan wajah khas barat dan mata yang coklat ber tinggi dan sangat menarik perhatian setiap wanita yang melihatnya, pertama kali bertemu dengan Anna, pria itu sudah jatuh hati dan menetapkan pilihan untuk hidupnya


"sayang.. nanti kita kepesta pernikahan sahabat ku ya, kamu harus dandan yang rapi" ucap Erlan di kamar pribadi mereka bersama Amira istrinya

__ADS_1


"lohh..mas gimana sih? kan aku juga harus kepesta pernikahan nanti" ucap Amira mulai kesal karna suaminya tidak mengingat jadwal yang sudah ia kasih tau jauh hari ini


"iya sayang, mas tau itu.. Anna kan nikahnya sama sahabat mas juga" ucap Erlan membuat Amira tidak percaya, bagaimana mungkin takdir mempertemukan dia dan Anna, namun terlalu lucu namun semesta lagi serius


"mas serius?? gak bohongkan?"Amira memastikan apa yang barusan ia dengar,namun tanya tanya Eran malah menarik wajah istrinya dan mencium bibir Amira dengan lembut


"iya, kapan mas bohong sama kamu" ucap Erlan tersenyum manis, untuk saja Amira sudah melihat wajahnya kalau tidak pasti malu karna pipinya tiba-tiba merah merona


"makanya mas bilang harus dandan cantik, biar mereka tau kalau mas Erlan juga punya istri cantik seperti bidadari" ucap Erlan dnegan tawa yang menggelegar melihat istrinya salting dan melempar kearanya


"mas ihhh.. gak lucu tau" ucap AMira kesal namun dalam hati sudah pasang musik jedag jedug wkwkwk


"siapa bilang lucu sayang, kan cuma kamu yang lucu" ucap Erlan lagi menggoda istrinya yang suka marah namun menggemaskan, tapi Erlan suka itu wajah dan tingkah Amira tidak bisa berhenti mengeluarkan jurus gombalnya


namun begitu, Erlan bisa saja dekat dengan wanita, jangankan dekat melihat wanita yang datang mendekatinya dan menggodanya seperti dikantornya bisa mmebuat Erlan ingin muntah dan jijik, Erlan hanya bisa manja dan bercanda dengan Amira istrihh


sesuai dengan apa yang mereka rencanakan, Amira dan Erlan bersiap untuk pergi kepesta pernikahan Anna dan Abednego, pagi tadi memang mereka melakukan pernikahan di gereja dan malam ini adalah ouncak acara, dimana Abednego membuat pesta itu sangat meriah dan banyak orang yang datang


kalau ditanya tentang keluarga, keduanya tidak punya orangtua, Anna maupun Abednego tidak punya keluarga atau saudara yang bisa datang ke acara pernikahan mereka


"selamat ya An, semoga kalian bahagia dan sampai nenek, cepat dapat momongan ya" ucap Amira memeluk Anna dan sama menangis, mengingat bagaimana kehidupan mereka sebelum bertemu dua pria yang mengubah kondisi mereka seperti sekarang


"makasih ya Mie, ehh gimana kamu udah isi kan?"tanya Anna dengan melihat bentuk tubuh Amira sedikit berisi dan gemukan sekarang


"udah An, berkat kerja keras dan rajin tiap malam" ucap Amira malu-malu dan mmebuat Erlan memeluknya mesra, mereka sama-sama tertawa dengan tingkah konyol mereka, namun diatas kebahagiaan mereka ada pasangan mata yang mengungkapkan dengan marah dan benci pada mereka


novel selanjutnyaku👇👇👇

__ADS_1


__ADS_2