Klise Diarama

Klise Diarama
Part 12, Maaf Sean


__ADS_3

~Xena


hari ini, kami kembali ke Villa milik papa Renata, namun ada yang kurang dari kami. tidak selengkap dulu, Sean sudah tidak ikut dan itu membuat kami sedikit murung, namun tetap saja kami menghabiskan masa liburan kami di pantai ini dengan sejuta keindahan alam yang diberikan.


aku masih teringat dengan perkataan mama Sean waktu itu, aku merasa selama ini hubungan Sean dan aku baik baik saja, namun mengapa ibunya mengatakan seperti itu, apakah mama Sean membenciku?


"Xen, mengapa bengong mulu dahh. ayo ikut kesana main" ucap Oliv menarik tanganku, sahabatku memang tidak mau mebuatku larut dalam kesedihan, mereka tau aku murung dan tidak semangat seperti biasanya, namun itu bukan karna Sean pergi, tapi karna perkataan ibu Sean kemarin


"sudah ada kabar dari Sean?" tanya Gibran kearahku, namun aku hanya diam dan tidak merespon pertanyaan sepupuku itu, mereka bahkan bingung ada apa denganku sekarang


"Xena!!" apa kau tidak dengar apa yang dikatakan Gibran?" tanya Xeno abangku, astaga sampai aku melamun selama ini dan hanya memikirkan diriku sendiri, aku harus jujur pada Sean, aku tidak ingin mmebuat dirinya merasa bersalah atas sikapku, dua kali ia mengirimiku pesan namun belum aku jawab


sebelum Sean mengirimku pesan, aku dichat oleh mama Sean lewat ponsel milik Sean, beliau mengatakan kalau Sean tidak akan kembali lagi pada kami dan kami juga harus melupakan anaknya, belum lagi mama Sean mengatakan kalau Sean sudah punya wanita yang akan dijodohkan dengannya, aku tentu saja syok dan kaget mendengar hal itu, namun hatiku mengatakan harus percaya pada Sean


aku berinisiatif mengganti nomer ponselku saat itu, juga setelah mengirimiku pesan singkat itu, mama Sean langsung memblokor nomerku dan aku tidak bisa mengirim balasan kepada beliau, sungguh sebenci itukah beliau denganku?


"maafkan aku, tadi dia mengabariku, tapi sekarang mungkin disana sudah malam hari, dan kurasa dia sibuk sekarang" ucapku kepada sahabatku, mereka mengangguk menerti, setelah itu tidak ada percakapan lagi antara kami semua


aku sempat mmebeli kartu dan mengganti nomer ponselku, ku hubungi Sean dengan nomer baruku dan mengirim pesan padanya, cukup panjang dan memberitahu apa yang sebenarnya terjadi, tidak ingin menutupi apapun dari Sean


saat ini kami kembali ke Villa, sudah sore dan mungkin di As sudah tengah malam, aku langsung masuk kedalam kamarku dan diikuti oleh ketiga sahabatku, mmebiarkan para laki laki diluar menikmati waktu mereka, juga pasi mereka menanyakan kabar Sean sekarang

__ADS_1


"Xen, kenapa dari kemarin kamu kebanyakan melamun?, apa yang dikatakan mama Sean saat dibandara waktu itu?' tanya Ivanka yang ternyata peka melihatku dan beliau saat itu


"tidak ada Van, hanya beliau mengatakan kalau kita akan berpisah sama Sean" ucapku menutupi namun ternyata bukan seperti yang kubayangkan, mereka bertiga menggeleng bersamaan dan tidak percaya dengan apa yang aku ucapkan pada mereka


"jangan berbohong Xen, kami tau kamu tidak ahli dalam bidang itu" ucap Renata dan dibenarkan oleh Oli, mereka memang bisa menebak apa yang aku rasakan,


"mama Sean mengatakan kalau mereka tidak akan pulang kesini, kita tidak boleh mengharapkan Sean dan juga..." aku menggantung perkataan ku, tidak sanggup jika harus mengatakan Sean sudah dijodohkan dengan wanita lain, aku saja hancur apalagi mereka, pasti akan mencari tau dan mengatakan kepada ketiga sahabatku yang lain


"juga apa Xen, jangan tanggung tanggung kalau ngomong" ucap Oliv yang sudah gregetan mendengar kelanjutan ceritaku


"tau nih Xena, ga seruuu" ucap Renata sambil mendekatiku, mereka semua berkumpul untuk mendengarkan cerita selanjutnya, namun aku hnaya diam dan ingin tertawa melihat sifat mereka yang kepo


"Sean sudah dijodohkan mamanya disana, mungkin kara memang orangtuanya dari As, maka ingin keturunan dari sana juga, dan mamanya juga ga berharap pulang ke Indo juga" ucapku santai namun dalam hati nyesek tak terkira, jauh dalam lubuk hatiku ingin menunggu Sean, maka dari itu aku mengirim pesan padanya dengan mengatakan kalau aku akan terus menunggunya menepati janjinya


"kamu srius Xen?, kok bisa ya mama Sean sekejam itu?" ucap Oliv lesu dan sedih, aku tau mereka juga merasakan hal yang sama denganku, namun sebagai sahabat tentu kami khususnya aku tidak akan melarang Sean, jika memang hal itu keluar dari mulut Sean langsung


"iya serius, tapi aku tidak akan menyerah. aku akan menunggu Sean sampai dia sendiri yang menyuruhku berhenti" ucapku penuh yakin, mana mungkin cintaku hanya sebatas itu saja, lama aku menunggu Sean akhirnya kami berdua sama sama jujur dengan perasaan masing masing, namun ketika hal seperti ini datang akankah aku langsung berpaling, tentu tidak!!


"aku yakin kamu yang terbaik buat Sean, mungkin saat ini mamanya menentang kalian, namun kamu harus meyakinkan keluarganya bahwa kamu layak buat Sean" ucap Renata tersenyum memelukku, kami berempat akhirnya berpelukan dan slaing tertawa bersama


sementara ditempat lain, ketiga pria yang asik duduk disofa sedang membahas sesuatu, entahlah apa yang mereka bahas namun aku ikut tertarik dalam toping mereka disana, aku melangkahkan kkaiku keluar dari kamar, sementara ketiga sahabatku menonton sereal drama korea kesukaan mereka

__ADS_1


aku mendekati Xeno abangku, duduk disampingnya dan ikut mendengarkan, namun tiba tiba mereka smeua berhenti dan menatapku horor


"ada apa?' tanyaku dengan bingung, mengapa mereka tiba tiba diam dan seolah aku adalah seorang yang tidak layak bergabung, melototiku dan menatapku tajam


"ngapain disini Xen!!" ucap abangku, astaga aku membencinya asal kalian tau, tapi aku tidak bisa pisah darinya, ia selalu mengikutiku kemanapun aku pergi,


"apa yang kalian bahas, mengapa aku mendengar nama Sean kalian sebut?' tanyaku kepo, namun bukannya mendengar hal baik, Xeno malah menoyor kepalaku dan mencekik leherku


"jangan ikut campur dengan urusan laki laki Xen!!< tidur dan kembali kekamar!" ucap abangku dan membawaku naik keatas, sedangkan mereka yang bertiga kembali membahas sesuatu tadi


"Xeno lepaskan aku, aku bisa jalan sendiri!!" ucapku, mulai lagi, kami berdua seperti guguk dan kucing jika bertemu, tidak pernah damai, aplagi dirumah mama dan papa saja kadang heran melihat kami


"tidur dan jangan keluar lagi, kau jangan seperti anak kecil Xen!!, tapi kau memnag tetap anak kecil hehe" ucap Xeno dan memasukkanku kedalam kamar, ia langsung mengunci pintu dan kembali turun kebawah


"Xen, bergabunglah kesini beby" ucap Oliv tertawa, mereka pasti senang melihat aku dan abangku sepreti itu, hiburan buat mereka


"mereka membahas Sean dibawah, tapi aku tidak tau apa yang mereka bahas" ucapku dan membuat sahabatku langsung terdiam dan menghentikan drakor mereka


"apa yang mereka katakan Xen?, atau mungkin keluarga Sean memang ada masalah?, tadi aku juga sempat mendnegar mereka membahas Sean namun sembunyi sembunyi" ucap Renata dan membuat kami semua saling menatap


lanjut novelku๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

__ADS_1


__ADS_2